
Suci memukul2 gemas pundak zhul mengingat kelakuan suaminya itu yang tidak mengenal tempat meski keduannya melakukan diatas ranjang, hanya saja suci tidak habis fikir kenapa harus dan saat berada di dalam kantornya.
"kak suka banget yah! doyan banget gituan..!" ketus suci
Zhul membalikkan posisi kini suci yang berada dibawahnya, zhul tak hentinya mencium kening Suci,
"cupp..cupp..gemas, makanya jangan buat kak gemas. Kamu tuh udah kaya sabu buat kak, bawaannya pengen lagi dan lagi..!"
"kak pernah nyabu? pernah pake sabu?"
"nggak sayang! cuma pribahasa aja.."
"kirain, kok bisa nyamain gituan sama nyabu?"
Zhul membaringkan tubuhnya disamping suci, ia menepuk nepuk keningnya "harusnya kak nggak nyebutin itu sama kamu sayang, urusannya jadi panjangkan?"
"tinggal jawab aja apa susahnya!" suci memeluk zhul yang ada disampingnya.
zhul membalas pelukan suci "nggaklah dong sayang, kak anti drugs bener..!" zhul membenamkan wajah Suci pada dada bidangnya.
"iya deh percaya..! Kak suci mau mandi!" zhul mendongakan wajahnya pada suci
"mau kak bantu kekamar mandinya?"
"mau.." tapi setelah mandi suci nggak mau pake baju yang tadi lagi, idiiih lengket nggak suka!"
"ya udah, kak telpon reno buat beliin baju baru buat kamu"
"iya kak, pilih warna kuning."
"siap ibu bos!"
zhul membopong tubuh suci Kedalam kamar mandi, ia keluar dan bergegas menelpon reno
"ren..." ucap Zhul saat reno mengangkat telponnya
"apa!" jawab reno diujung telpon
"Lo sekarang ke mall beliin suci baju lengkap!"
"lah Lo zhul, urusan kaya gitu aja minta sama gue, lah tadi gue masih pengen makan lo usir!" cerosos Reno
__ADS_1
"bawel Lo..buruan 10 menit, mall depan aja..!"
tutt..
tutt..
zhul mematikan sambungan telepon sepihak, diujung sana reno menghela nafas panjang
"sial..sial jadi babu ternyata kaya begini..nasib, nasib..!" ucap reno, kini ia berlari untuk segera menuju mobilnya menjalankan perintah bosnya itu.
****
"ngapain lo ajak gue belanja sih sin!"
"katanya mau minta maaf udah bikin aku nangis semalam?"
"atuh iya, tapi gue bisa tebus dengan kasih lo uang gitu, tanpa gue yang mesti ikut nemenin lo muter2 kaya gini?" eza begitu kesal dengan sinta, maafnya akan sinta terima jika dirinya bersabar untuk menemani sinta berbelanja, dirinya sangat merasa jenuh jika harus menemani seorang wanita berbelanja, ribet kebanyakan muter2 belinya cuma satu atau dua tapi kelilingnya hampir kesemua tempat di mall menurut Eza.
dada eza terbentur seorang pria seusianya yang pandangannya sedang kebingungan mencari sesuatu,
"jalan tuh pake mata bos!" kesal eza, sudah jatuh tertimpa tangga pula itu yang tengah eza rasakan, bahunya sedih nyeri terbentur bahu pria yang kini ada dihadapannya masih celingukan kesana kemari.
"maaf pak, om, bos.." ucap pria itu "saya nggak lihat..!" masih blum memandang Eza
"Eza.."
"Reno..!"
"kapan Lo datang ren..?" tanya eza keduannya berpelukan ala pria jantan.
"tiga bulan lalu!" jawab reno, keduannya melepaskan pelukan itu "gila lo za, makin keren aja!"
"ya tentu gue kan Eza Putra Pratama yang paling terkeren saat masa kuliah dulu" eza mengeluarkan kesembongannya dengan sedikit mendongakkan kepalanya
"ya ellah sombongnya masih nempel!"
"za..." ucap sinta menghentikan obrolan kedua Sahabat itu.
"pacar Lo za? udah bisa movie on dari suci Lo za?" tanya reno, kini sinta mendekati reno dan eza
"kenalin dia sinta.." ucap Eza "sin dia reno sahabat gue!" eza memperkenalkan keduanya
__ADS_1
"wiih,, sama pacar sendiri ngomongnya gue, guean..!"
"jangan salah paham kampr*t dia bukan pacar gue, dia cuma sebatas partner nggak lebih, iya kan sin?" eza menatap sinta
Sinta memutar matanya jengah ", terserah menurut Lo!"
"ya mana ada gue bisa move on dari suci dan berpindah hati sama cewek lain!" sarkas eza
reno dan Sinta hanya mendengarkan seksama curhatan Eza,
"trus Lo sama siapa kesini ren? trus lagi cari apa?"
"gue sendiri! gue lagi cari.." reno membisikan sesuatu pada telinga Eza
"what..Lo cari daleman cewek, hebat Lo udah jadi bucin ya sekarang ampe segitunya?"
"diem, dodol...!" reno menutup mulut eza "gue lagi cari itu buat istrinya..!" reno menggantung ucapannya, ia merasa tidak harus memberitahu eza, karena jika sampai eza tahu untuk siapa baju dan dalaman itu pasti eza akan kepoooo Fikir Reno.
"buar siapa, bukan buat si ayu kan?" tanya eza "kalau lo nggak mau kasih tahu, gue bisa kasih info ini buat ayu, buat dia secepatnya putusin Lo" eza mencari alasan untuk menemukan jawaban dari Reno karena ia sudah mulai curiga,
"ampun..kalau urusan ayu gue nyerah" reno membuang nafasnya kasar "gak apalah gue kasih tahu cuma masalah baju ini, nggak akan merambat kemana mana!" batin reno
"jawab woii.."
"kepo banget sih kamu za" ucap Sinta
"bukan begitu, Tapi gue tahu dia lagi menyembunyikan sesuatu" eza menunjuk tepat di wajah Reno
reno menatap jam dipergelangan tangannya "astaga kalau kaya gini gue bisa kelamaan disini, bisa kena semburan si zhul bisa bisa inimah" batin Reno "gue lagi cari baju buat suci, udah yah gue mau buru2"
"tunggu bro, buat suci..? gue bantuin Lo biar cepet?" keduanya berjalan bersama dan tidak memperdulikan sinta
"ini bagus, gue yakin suci pasti suka, persis dengan warna kuning kesukaannya, ayo bayar" ucap eza ia menuntun reno
urusan suci menurut eza Sudah menjadi urusannya, ia sangat mengetahui detail, warna dan seleranya suci dalam berpakaian.
"ni ambil!" ucap eza memberikan paper bag pada Reno
"thanks ya bro, gue cabut..gue takut kena amukan si zhul"
"ok.."
__ADS_1
keduanya berpelukan untuk perpisahan kembali, dalam benak reno pertemuannya dengan eza membuat pekerjaannya menjadi lebih cepat.