Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 69


__ADS_3

Tok.. tok..


Rena mengetuk pintu ruangan Zhul. Sudah beberapa kali ia mencoba menghubungi zhul namun teleponnya sama sekali tidak zhul angkat.


Reno meminta bantuan pada novi sekertaris zhul untuk menelpon melalui telepon kantornya.


Terlihat Novia mengangguk-angguk setelah teleponnya diangkat Zhul "tunggu aja pak reno sebentar lagi juga dibuka pintunya!" jelas Novi setelah ia memutuskan sambungan teleponnya dengan zhul,


"oke..!" jawab reno "thanks ya mbak Novi?"


"Sama-sama pak" jawab Novi


Tak lama pintu ruangan Zhul terbuka, reno langsung memasuki ruangan Zhul tanpa Zhul minta.


"gila.." reno geleng geleng kepala "diluar panas zhul, Lo malah enak enakan keramas, seger banget Lo!" sindir reno


"diem.. berisik!!" zhul memelototi Reno "mana pesanan gue?" tanyanya


"ni..!" reno memberikan paperbag berisi pesanan zhul "lain kali jangan suruh gue beli begituannya istri Lo lagi, gue malu!"


zhul berjalan kekamar didalam kantornya Tanpa memperdulikan keluh kesah Reno.

__ADS_1


"sayang.." zhul mencium kening suci yang hampir tertidur "pakai dulu bajunya, nih udah ada!!" zhul menunjukkan paper bag berwarna coklat pada suci,


"makasih yah kak? kak boleh keluar suci nggak mau kak lihat..malu!!" manja suci


zhul terbahak mendengar ucapan Suci "iya, tapi buat apa malu tadi aja kak abis lihat semuanya!"


bughhh..


suci memukul pinggang zhul dengan paper bagnya "iih,, cepetan keluar!" rengekannya


Zhul menggoda Suci dengan tatapannya "dandanannya nggak usah cantik2, Takut ada yang lirik"


Dengan segera suci sedikit mendorong tubuh zhul dan mengunci pintu kamar. Suci merasa jika kini dirinya sering terlalu manja, kadang cengeng ataupun selalu ingin apa yang ia ucapkan langsung dilaksanakan, untung saja ada zhul suami pengertiannya yang selama menuruti apa yang ia mau.


"gila.. kenapa lo senyum2 sendiri?" tanya reno


"gue lagi bahagia..!" jawabnya "makanya lo cepet nikah, bakalan tahu deh lo rasa bahagia yang lagi gue rasain..!" tambah zhul, zhul menggemas2kan dirinya sendiri


ceklekk..


pintu suci buka, suci berhamburan memeluk zhul dari belakang, ia mendekap pundak zhul, reno membulatkan matanya melihat penampilan suci "pantesan si eza sama si zhul gila, beneran emang dia cantik banget.." batin Reno

__ADS_1


"kak aku suka bajunya, gimana menurut kak?" suci meminta Zhul untuk membalikkan badan dan menilai penampilannya


zhul menatap suci ia menghampiri suci dan merapatkan tubuhnya pada suci "nggak ada kata lain buat kamu sayang selain kata sempurna" puji zhul keduannya saling menggesek gesekan hidungnya.


"ehhmm.." deheman reno menghentikan aktivitas keduannya "masih ada reno disini!" reno menunjuk dirinya sendiri "apa blum puas dari tadi mesra mesraannya!" goda reno


zhul dan suci menatap reno, keduannya terbahak mendengar ucapan reno "thanks ya bro, istri gue suka..!" puji zhul


"ok brayy, itu juga untung tadi ada si eza jadi gue nggak usah repot-repot cariin baju sebangus itu buat suci!" reno memainkan kedua alisnya, "hufftt.." reno langsung menutup mulut embernya.


zhul menatap Reno, kemudian tatapannya tertuju pada baju yang suci kenakan..


suci menatap suaminya dengan rajut wajah yang sudah tidak bisa ditebak itu,


"gila Lo..." sarkas Zhul pada reno, ia menatap reno nada bicaranya membentak,


Reno berdiri dari duduknya ia ingin menyangkal dengan apa yang ia ucapkan "zhul gue cum---- ucapnya terpotong kala zhul menuntun tangan suci.


"Zhul gue cuma nggak sengaja ketemu dia doang.." reno mencoba menjelaskan namun suci dan zhul sudah berada ddalam kamar "any*ng.. mulut lo ember banget sih ren" reno menyalahkan dirinya sendiri


Reno berjalan menghampiri pintu kamar, tangannya hendak mengetuk pintu tapi pendengarannya mendengar apa yang tengah terjadinya didalam kamar.

__ADS_1


"jangan disobek kaaak...


__ADS_2