Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 78


__ADS_3

Dalam perjalanannya Eza terlihat gelisah. Membuat Sinta ya ada disamping duduknya memperhatikan tingkah Eza yang tidak biasa itu.


"kenapa Za?" tanya Sinta


Eza masih sibuk menghentak hentakan jari tangannya pada stir mobil. Eza tidak memperdulikan pertanyaan Sinta.


Sinta memilih diam ulah sikap Eza. Tak lama Sinta diam Eza memulai menggerakkan satu tangannya untuk menyesuaikan kaca spion depan menampilkan wajah tampannya. Tangannya menatap rambutnya yang sudah rapi, seolah sedang tidak percaya diri dengan penampilan dirinya.


Sinta mengkrinyitkan dahinya menatap Eza pandangan keduannya kini bertemu. Eza memulai perbincangannya "Sin. Kata lo gue udah tampan blum? penampilan gue gimana nih? cakep dan cool kan?" tanya Eza


"Jadi sedari tadi lo diem, Lo kelihatan khawatir banget cuma gara-gara mikirin penampilan Lo doang?"


"Sin ini bukan masalah sepele dan bukan masalah main-main, menurut Lo gimana penampilan gue udah perfect kan?"


"heleeh..udah." jawab malas Sinta


"Ni Lo cium parfum gue wangi nggak?" Eza menarik tengkuk Sinta paksa untuk mendekati dirinya.


"Dasar kurang waras." sarkas Sinta "main tarik-tarik aja ntar yang ada tuh lo yang rapi gue yang berantakan!" Ucap Sinta sembari merapikan rambut panjangnya


"Gk pa-pa. Yang penting kan gue yang tampan."


"Bukan tampan tapi so tampan!" ucap Sinta "lagian itu parfum pake berapa botol lo Za, nyengatnya melebihi minyak nyong-nyong!" tambahnya


"Sembarangan kalau ngomong Lo Sin!" jawab Eza yang tengah mengendus-endus wangi parfumnya disekitar lengannya "ini wangi banget. Lo tahu ini tuh parfum kesukaan Suci. Dia suka muji wangi parfum gue yang ini. Makanya dirumah gue stok banyak-banyak wangi parfum yang ini." jelas Eza


Sinta diam mendengarkan Eza yang terus saja mengoceh.

__ADS_1


"Sin tapi gue bingung nih?"


"bingung kenapa?"


"Gue ragu buat bawa Lo ke pesta Carla. Malam ini pasti suci juga dateng. Kalau dia lihat gue gandeng lo bisa-bisa dia cemburu lagi. Dia bisa mikir kalau gue lupain dia dan milih deket sama Lo. Lo tahu kan gue itu cinta banget sama Suci dan nggak akan ada yang bisa gantiin tempat dia dihati gue." cerosos Eza


Tanpa Eza perhatian kini Sinta tengah menatap langit-langit mobilnya. Menahan air mata yang akan jatuh itu.


"Sin. Lo dengerin gue kan? Pokonya malam ini gue mau deketin Suc----" ucapan Eza terpotong


"Stop Za, berhentiin gue disini. Gue mau turun!" bentak Sinta


cekiiitt...


Eza menghentikan mobilnya mendadak. Mendengar ucapan Sinta. Eza menatap Sinta yang sudah membuka pintu mobilnya.


"Lepasin.. gue mau pulang!" ucap sinta kini ia sudah berada diluar mobil Eza, berjalan cepat menjauhi mobil Eza.


Eza sempat mematung melihat Sinta yang bersikap tidak biasanya itu. Tak lama Eza keluar dari mobilnya dan langsung mengikuti langkah kaki Sinta.


"Sin tinggu...?" teriak Eza


Sinta sudah tidak memperdulikan lagi ucapan Eza yang terus memanggil namanya. Ia sudah sibuk menelpon seseorang dengan satu tangannya yang tidak berhenti mengusap air mata yang sudah berhasil turun itu.


Eza berlari mengejar sinta. Eza menarik lengan Sinta "Lo kenapa sin? kalau lo ada masalah Lo bisa cerita sama gue?" ucap Eza


Sinta menatap Eza dengan nanar "iya masalahnya itu Lo Za." Singa menunjuk wajah Eza " Lo yang nggak pernah bisa hargain sedikit aja keberadaan gue!" jawab sinta diiringi isakan tangisnya. Sinta melepaskan tangan Eza kasar "lepas.. gue mau pulang!" Teriak sinta

__ADS_1


Bukannya melepaskan Eza malah menahan tangan Sinta dan langsung mendekap tubuh gadis cantik itu "Maaf sin." ucap Eza


Didalam pelukan Eza sinta terus saja memberontak untuk dilepaskan "maaf Lo basi..! lepasin gue Za!" sarkasnya


Eza mempererat pelukannya dan mengusap lembut rambut Sinta "maafin gue. Gue emang jahat sama Lo. Tapi gue nggak bisa buang jauh cinta gue buat Suci. Dan maaf jika itu nyakitin buat lo?"


Sinta hanya diam dalam isakannya dipelukan Eza. Membuat Eza meregangkan pelukan itu dan menatap Sinta


"Please kita masuk mobil yah. Dan kita pergi ke wedding Carla. Gue janji. Gue bakalan kasih lo apapun itu yang Lo minta jika kali ini Lo bisa bantuin gue?"


"Sinta menatap Eza "tapi tolong Za, hargain perasaan gue!" pinta sinta


Eza mengangguki ucapan Sinta dan menuntun Sinta kembali ke mobilnya. Didalam mobil tidak ada lagi perbincangan dari Eza dan Sinta sampai keduannya tiba di sebuah hotel dimana Carla dan Zeky menyelenggarakan pesta pernikahannya.


.


..


...


jangan lupa like komen dan votenya


kasih rate bintang limanya yah..


baca juga novel Wini


_ secret of affair _

__ADS_1


__ADS_2