Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 40


__ADS_3

"sayang apa kamu merasa mual" tanya zhul mengelus perut rata suci


suci mengkerutkan dahinya mendengar pertanyaan suaminya itu "tidak, kenapa suci harus merasa mual kak?" tanya suci yang tidak mengerti


"ahh mungkin bercocok tanamku belum berhasil" ucap Zhul terduduk disamping suci yang masih berbaring


suci terbahak dengan perilaku gemas suaminya itu "hahaha..!" suci mengelus pelipis zhul membuat yang ditertawakan bertanya dengan tatapan matanya penuh tanya bukankah ia bertanya dengan benar lalu kenapa suci menertawakannya begitu yang ada dibenak zhul


"duh, maaf kak hehe, abisnya kak zhul lucu ngomongnya" suci memegangi perutnya menahan tawa dan menggiring tangan zhul untuk mengelus perut ratanya lagi "kita harus bersabar kak, mungkin saat ini belum saatnya saja benih yang kak tanam berkembang disini" ucap suci terus meminta zhul mengelus perutnya


"iya sayang, maafin kak yah?"


ucapan zhul diangguki suci dengan senyuman termanisnya


"tapi kamu mau kan sayang berusaha bersama kak buat tanam benih2 cinta kita supaya cepat berkembang biaknya" ucap Zhul


"iya dong kak, semangat kita mesti dan harus berusaha!" suci mengepalkan kedua tangannya keatas tanda semangatnya pada zhul membuat zhul tersenyum menyeringai penuh semangat


"baiklah kalau begitu, ayo kita tunjukkan rasa semangat itu" zhul menarik selimut untuk menutupi tubuh keduannya


terdengar dari balik selimut zhul yang terus menggoda suci disana


"haha, kak ikkh kak zhul, hahaha"


suasana dibalik selimut menjadi hangat dan panas seketika, decitan ranjang menjadi pengantar penyatuan kedua suami istri yang tengah dimabuk asmara itu.


"nanana" suara senandung bi Sani yang akan menuju kamar tuannya


"permi----,,,astaga" ucap bi Sani memelototkan matanya dan mulutnya terbuka lebar


ceklekk

__ADS_1


buru2 bi sani menurut kamar tuannya, dengan segera ia membalikkan badan untuk turun ke lantai bawah menuju dapur


"kenapa kedua majikanku begitu ceroboh, mau enak enak kok lupa tutup pintu" batin bi sani


"hos,,hosss" nafas bi sani terengah karena setengah berlari


"kenapa bi?" tanya bi elah


"tadi diatas ada gempa bi elah, gini gini nih" bi Sani meliuk-liukan tubuhnya


"gempa apanya bi Sani, aku ora ngerasa apa2 yah dibawah sini!"


"wis lah, moal ngarti pokoe!" ucap bi sani tidak ingin menjelaskan kejadian yang dilihatnya saat sebuah selimut dan ranjang yang bergoyang ulah perbuatan kedua majikannya itu


"yo wes, den Zhul dan non suci udah kamu panggil buat makan siang bi?"


"iya udah"


----------


ditengah keramaian ibu kota eza berdiri disamping mobil mencari seseorang yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu


"sorry, gue mau tanya?" ucap eza pada seorang penjaga club malam itu


"iya ada apa"


"Lo tahu seseorang yang bernama Sinta, ya mungkin dia bekerja disini sebagai night butterfly atau sejenisnya" eza tersenyum singkat pada penjaga itu


sipenjaga mengkrinyitkan dahinya "sinta?"


tanya balik dipenjaga

__ADS_1


"yes" tinggi putih dan rambut coklat lurus Sepinggang" ucap eza menjelaskan


"dia seorang DJ disini dan bukan seorang kupu kupu malam yang anda maksud" ucap penjaga yang berumur 40 tahunan itu


eza sempat terheran dengan perkataan penjaga itu, kemudian ia mengambil uang didompetnya dan mengeluarkan lembaran berwarna merah 3 lembar dan diberikan ke penjagaan itu" panggilkan dia kemari, bilang eza menunggunya" ucap eza


penjaga itu mengambil uang pemberian dari Eza dan berlenggang masuk Kedalam club malam itu


seorang wanita cantik berjalan menemui Eza


Dengan kaki jenjang bak model yang berjalan di catwalk dengan rambut yang dibiarkan tergerai begitu saja dibalut dengan mini dress diatas lutut memberi kesempurnaan tersendiri untuk sinta


"Lo cari ini kan za" ucap sinta yang berbicara dibelakang punggung Eza


Eza berbalik menghadapkan pandangannya pada Sinta, menatap Sinta dari ujung rambut hingga ujung kaki "iya gue cari hp gue" jawab Eza


Sinta melemparkan ponsel eza pada dada bidang Eza "thanks" ucap eza


Sinta melangkah meninggalkan eza


"tunggu sin, gue mau tanya?"


"apa" ucap sinta singkat


"Lo bener nggak lagi hamil anak gue kan?"


"nggak, dan nggak akan pernah!"


"so suci" sarkas eza, entah kenapa semenjak dirinya jauh dan ditinggalkan suci, eza yang lembut dan baik hati berubah menjadi pribadi yang dingin dan selalu berkata kasar kepada setiap wanita yang anda didekatnya


sinta menunjuk wajah eza dengan telunjuknya "Lo denger ya za, nggak setiap wanita yang kerja diclub malam mereka itu semuanya cewek murahan atau apa yang Lo sebut tadi night butterfly, fikir dulu kalau ngomong" sinta meninggalkan eza yang tengah mematung itu mencerna setiap ucapannya

__ADS_1


"dasar cewek, mudah tersinggung" batin Eza


__ADS_2