
"assalamualaikum bunda" ucap suci yang melihat bunda baru saja keluar menutup pintu kamar zhul
"wa.. wa'alaikum salam suci??"
lantas suci menciumi punggung tangan bunda zhul
"kak zhul ada didalam kamar Bunda?" suci dan bundanya berpeluang dan cipika-cipiki menunjukkan rasa rindunya
Dengan masih ternganga bunda menunjuk keberadaan zhul anaknya" iya Zhul sedang rebahan di kamarnya nak, masuklah dan bujuk dia untuk makan!" bisik bunda
"iya bunda, suci pamit yah mau nemuin kak zhul dulu" tak lama kemudian suci berbalik menghampiri bunda " Bunda maaf, ini sop buah titipannya putri!"
"ah iya nak, terimakasih yah, maafkan Putri sudah merepotkan kamu?" kini bunda menerima kantos plastik berwarna putih itu
"tidak apa-apa Bun, Suci senang kok Bun!" ucap suci berpamitan kembali pada bunda untuk menemani zhul dikamarnya
pantas saja suci bisa tahu kalau Zhul ada disini, ulah si bungsu ternyata, batin bunda yang menatap kanton plastik putih itu
"assalamualaikum kak" suci menatap punggung suaminya yang tengah membelakanginya
"suci..." zhul terbelalak dengan kedatangan istri tercintanya itu
"wa'alaikum salam sayang, kenapa kamu ada disini..?" tanya zhul penasaran Karena dia sudah meminta bunda untuk tidak memberi tahu suci kalau dirinya sedang berada di rumah bunda,
__ADS_1
"emang nggak boleh yah kalau suci ada disini?" kini suci terduduk disamping zhul yang masih menatap heran dengan kedatangannya
tanpa aba-aba apapun suci langsung memeluk tubuh zhul "kamu tega yah kak, mau tutupin hal seperti ini pada suci" suci terisak dipelukan zhul
"jangan nangis sayang, sekarang sakit kakak bukan hanya ditubuh aja, tapi saat kakak lihat kamu menangis itu udah buat goresan luka yang lebih perih daripada luka luka kecil ini" zhul menunjuk lukanya disekitar wajah lebamnya, zhul mengusap air mata Suci yang berlinang dipipinya dengan jari2 tangannya
"jangan nangis lagi yah sayang!" ucap Zhul mendongakan pandangan suci agar menghadap pada wajahnya
"kak zhul jahat, hikss.. hikkks, kalau ada apa-apa ya seharusnya bilang sama suci" suci memukul pelan dada bidang zhul membuat aungan kecil dari zhul
"aaww sayang" zhul memegang dadanya yang masih terasa sakit itu
"maaf kak, apa disekitar sini juga sakit" suci menunjuk dada zhul
"lagi sakit juga masih tetap genit, dasar mesum" ejek suci
"nggak pa-pa kan mesum sama istri sendiri, hehe"
suci dan zhul saling mengeratkan pelukannya
"siapa yang melakukan ini semua sama kak zhul?"
degg
__ADS_1
pertanyaan suci merenggangkan pelukan keduannya
"ini hanya kesalahanku sayang, tadi saking Kangen nya sama kamu, kak terus keinget wajah kamu,!" zhul memegangi kedua pipi suci gemas "kak nggak hati hati kalau ada anak tangga didepan kakak, ya terus kepeleset deh, hehe" Zhul tertawa disela alasannya untuk menetralkan hatinya yang sesungguhnya tidak biasa berbohong pada suci
"apa ada yang kak sembunyikan dariku suci" mata suci menatap curiga pada zhul
"haha, apa sih say---
"woiii, kakak2 berdua dari tadi cuma mau pacaran aja gitu dikamar, bunda manggil suruh makan! kak cantik makasih yah usah bawain sop buahnya" Ting Putri mengkerdipkan sebelahnya matanya
"iya sayang" jawab suci
"yuk sayang kita makan dulu, kata Bunda kamu belum makan! aku bawakan belut tepung kesukaan kamu!"
"benarkah, zhul bergegas menerima uluran tangan suci, dan melangkah mengikuti suci
untung impas yah de, karena kamu suci bisa datang kesini, berkat kamu juga kak terhindar dari pertanyaan suci,haaah! zhul menghela nafas panjang
ke empatnya Orang itu makan dengan lahapnya, zhul yang tengah disuapin suci sesekali mendapat ejekan dari putri adiknya yang kini tengah memakan sop buah favoritnya
"ada bayi sodong lagi disuapin, idiih geli" ejek putri
suci dan bunda tertawa geli mendengar ejekan putri pada zhul, tapi berbeda dengan yang diejek merasa santai karena suapan dan senyuman manis istrinya itu mengalihkannya dunia zhul
__ADS_1