Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 59


__ADS_3

Zhul dengan cepat melangkahkan kakinya untuk segera menemui Suci, hampir saja saat akan menuruni tangga dirinya terhuyung dan berguling guling ke bawah jika tidak dengan segera ia mengimbangi tubuhnya.


"bi..bi.." mana Suci napas zhul terengah kala ia sudah berada didapur, namun yang ia cari belum terlihat.


"non suci ambil plester den, tadi tangannya berdarah kena pisau den, ni den pisaunya aja masih ada darahnya!" bi Elah menunjuk pisau tajam yang menggores jari suci.


"astaghfirullah bi, kenapa dibiarin sendiri!" ucap Zhul


"maaf den tadi bi udah coba buat bantuin, tapi non minta bi terusin masak ayam kecap kesukaan Aden. Kata non takut aden keburu bangun!"


"astaga suci, disaat diri kamu terluka, kamu masih sempatnya yah buat mikirin aku.." lirih zhul, ia mengusap kasar wajahnya rasa heran pada sikap istri tercintanya itu.


Zhul mencari suci diruang bawah rumahnya, ia berpikir suci ada diruang tengah, karena zhul menyimpan kotak obat di ruangan itu, namun nihil suci tidak ada disana, kotak obat pun masih utuh belum tersentuh,


"dimana kamu sayang..."


zhul mencari kedepan ketempat jaga pak agung ia berharap pak agung melihat istrinya itu, namun hasilnya masih nihil suci tidak keluarga rumah menurut ucapan pak agung.


"bi..bi..."teriak Zhul keras


"iya..iya den" ucap kompak bi Sani dan bi elah mereka dengan segera menghampiri suara yang berteriak memanggil keduannya.


"cari suci disetiap sudut rumah, SEKARANG.."ucapnya dengan penegasan


"iya den, siap laksanakan.." ucap bi Sani dengan latahnya

__ADS_1


Zhul memelototi keduannya agar segera bergegas,


Bi sani dan bi elah berjalan berdampingan mencari suci "kenapa dengan den Zhul bi?" bi elah


"Saya juga nggak tahu bi, tadi kan non suci sama kamu masak didapur, emang non nggak bilang apa-apa sama kamu?" ucap bi sani


"Tadi bilangnya sih mau ambil plester bi san?"


"Ahaaaii..bi elah cari kesekitaran dapur dan lantai bawah saya cari dilantai atas yah" saran bi Sani keduannya berpencar,


zhul masih mencari suci diluar rumah, urusan dalam rumah sudah ia serahkan pada kedua bibinya,


"astaga kenapa nggak kepikiran taman" batinnya,


"sayang maafkan kak yah!" sesalnya, zhul memeluk tubuh suci dengan erat, tatapannya berakhir pada baju kuning yang suci gunakan yang terkena bercak darah,


suci mengangguk, ia tetap menangis bukan karena sakit diajarinya, ia menangis ketika zhul menghampiri dan memeluknya, sesuatu yang amat suci rindukan.


"apa ini sakit sayang?" zhul menghisap jari telunjuk suci perlahan


"auww,, sakit kak" pekiknya


Zhul meraih jari suci ia mengambil obat dan plester yang ia bawa pada kantong celananya, zhul mulai mengobati jari suci "kak obatin yah, Kalau kerasa sakit kamu bisa cubit kak dimana aja!" ucapnya


"auww sakit kak.." suci mencubit pinggang Zhul sesuai permintaan suaminya itu,

__ADS_1


"ahhhhhwwwww..." teriak Zhul lebih keras, ia merasakan sakit yang mendalam kala suci mencubit pinggangnya dengan keras "sakit pinggang kak sayang!" ucap Zhul kini ia mengelus elus pinggangnya setelah mengobati jari suci,


"kan kak yang minta buat dicubit, terus kata dede disini" suci mengelus perutnya yang masih rata "dede bayi kita minta nyubit pa-panya yang keras sampe teriaaaak!" ucap suci dengan gaya manjanya.


"hehe, ya udah kak pasrah kalau itu udah jadi kemauan dede bayi kita!" Zhul mulai mengelus perut rata suci "Dede sayang jangan nakal yah diperut bunda, kasian bundanya,,cupp,,cupp" zhul mencium gemas perut suci,


"udah ih geli kak" ucap suci sedikit menjauhkan kepala zhul.


"gak pa-pa sayang, kak suka banget nyapa dede bayi kita, kan double bisa nyapa de bayi sekalian cium perut bundanya, hehe" goda Zhul


"idiiih kak zhul genit.."


"gak pa-pa, kan genitnya cuma sama istri zhul yang cantik ini" zhul mencakup ke-dua pipi suci, matanya mengisyaratkan sesuatu yang sangat amat suci tahu keinginan dari suamimu itu,


Suci memejamkan matanya, perlahan ia merasakan bibir lembab zhul sudah bersatu dengan bibirnya, zhul mencakup bibir suci dengan lembut, memberikan suci waktu untuk menarik nafas. kelembutan itu perlahan mulai menggebu lebih menuntun, zhul Mel*umat, mengh*sap bibir yang sudah menjadi candu untuknya.


.


..


...


jangan lupa like komen dan votenya


ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"

__ADS_1


__ADS_2