Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 75


__ADS_3

Setelah mengantar kepergian Zhul Suci setengah berlari ke kamar mandi yang ada di dapur. Rasa mualnya sudah tidak bisa ia tahan lagi. Tidak ingin membuat Zhul khawatir Suci seolah tengah menyembunyikan rasa mual serta pusing kepalanya. Suci sudah tahu jika suaminya melihat keadaannya saat ini, pasti Zhul akan membatalkan meeting pentingnya pada saat itu juga.


"hooekk..hooekkss.." Suci memuntahkan semua sarapan pagi yang baru saja ia dan Zhul nikmati.


Bi Elah yang melihat keadaan Suci segera berhambur dibelakang Suci. Bi Elah memijit tengkuk Suci. Membuat rasa mual Suci sedikit mereda


"Sudah baikkan non?" tanya bi Elah


"Sedikit baikkan bi, makasih?" Suci mencoba berdiri namun kembali tubuhnya sedikit terhuyung "bi papah Suci ke kamar yah?" pintanya


Dengan segera bi Elah menuruti ucapan Suci. Suci berbaring di tempat tidurnya.


"Makasih yah bi? bi bisa tinggalin Suci. Suci mau istirahat dulu aja!" ucapnya


Bi Elah mengangguk "iya non. Kalau ada apa-apa panggil bi ya non?" bi Sani meninggalkan kamar Suci


Suci menarik selimutnya. Berniat untuk tidur menetralisir rasa mualnya. Saat hendak memejamkan mata ponselku berdering. Suci menatap panggilan yang masuk itu "kak carla?" batin suci


"hallo cantik.." ucap Carla sedikit keras diujung telepon


"kalem kak, lama-lama Suci bisa budeg tahu!"


Carla terbahak mendengar ucapan Suci "maaf. Kenapa kamu belum datang kesini! Kak mau ditemenin kamu!" pintanya


"Astaghfirullah.." kak maaf Suci lupa!" Suci menatap Kelender didinding kamarnya menatap tanggal yang sudah ia bulatkan merah dengan catatan PERNIKAHAN KAK CARLA.


"Tega yah sampai lupa.." Carla merajuk diujung telpon


"Kak maaf. Suci janji malam pasti datang." jelasnya


"Kenapa nggak sekarang?" tanya Carla "Kak pengen ada kamu disamping kak?" tambahnya


"Maaf kak. Mual Suci semakin menjadi!"


"Mual? apa..kamu sedang hamil?"


"Iya kak!"


Terdengar suara riang Carla dari ujung telpon "OMG.. sungguh? aku akan jadi seorang Tante?"

__ADS_1


"ya.." jawab Suci. Ia sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya untuk tidak mendengar suara teriakan Carla.


"Eza tahu?" tanya Carla membuat Suci mengingat hal yang kurang menyenangkan untuk Zhul.


"Kanapa harus tahu? Kak Eza kan bukan bapaknya anak Suci kak!"


"maaf. Maksudnya kak kekecewaan buat Eza pasti akan bertambah!"


"Jangan bahas itu kak"


"Ya sudah cantik kamu istirahat aja yah! jaga keponakan baru kak dengan baik!"


"Iya kak. Selamat yah. Yang mau jadi ratu semalam?"


"Iya makasih. Bye..!"


"Bye.."


Sambungan telpon terputus. Suci memilih menarik selimutnya lagi.


****


Mata Zhul menatap Reno malas "gue keluar bentar" bisiknya pada Reno


Moderator yang tengah menjelaskan didepan ruangan terpaksa menghentikan setiap ucapan yang akan ia jelaskan ketika melihat Zhul keluar ruangan meeting.


"Meeting ditunda 220 menit" ucap Reno


Semua yang ada diruangan mengangguki ucapan Reno. Bahkan ada diantara mereka yang mengusap dadanya merasa tenang sebelum mendengar ocehan Zhul mengenai hasil kinerja kerja mereka.


Dari dalam ruangan Zhul tengah menghubungi seseorang.


"hallo Bi. Lama sekali angkat teleponnya?"


"Gimana keadaan Suci?"


"mual lagi? Pucat? bi jaga Suci. Jangan sampai terjadi sesuatu apapun!" tegas Zhul. Ia langsung mematikan sambungan teleponnya


Zhul meregangkan dasinya. Reno yang melihatnya Zhul yang tampak gusar itu segera menghampiri Zhul "kenapa bro?" tanya Reno

__ADS_1


"Suci. Dia sering mual parah akhir-akhir ini. Gue nggak tega lihatnya!"


"Pergi kedokter Zhul. Kasih obat biar cepet sembuh!"


"Udah kali.."


"Trus kata dokter sakit apa?"


"Istri gue bunting!"


"What bunting..?" Reno seolah tidak percaya "Selamat bro, Lo mau jadi seorang ayah rupanya?" Reno memeluk Zhul "Ternyata punya lo tokcer juga?" Ejek Reno


"Ujungnya ucapan Lo kurang enak Ren!" Zhul melepaskan pelukannya dari Reno sedikit mendorong tubuh Reno


"Canda kali! Lo mau cepet pulangkan?" tanya Reno


Zhul mengangguk " iya Lah. Udah nggak tahan gue pengen cepet pulang. Pengen cepet peluk istri cantik gue!" jelas Zhul


Reno menarik tangan Zhul "makanya selesaikan dulu meeting Lo. Urusan yang lain gue yang atur. Demi Lo gue rela pergi pagi pulang pagi."


"Ujungnya Lo minta duit lemburan yang banyakkan ama gue? Bikin malas.!" ejek Zhul pada Reno


"Tahu aja."


Reno menuntun Zhul sampai ruangan meeting. Tidak ada lagi keluh dan kesah yang keluar dari mulut Zhul. Zhul mengikuti meeting itu dengan sabar karena tujuannya kini hanya satu bisa pulang cepat dan segera menemui Suci dan memeluknya erat.


.


..


...


**jangan lupa like komen dan votenya


kasih ratting lima bintangnya yah


ikutin juga akunku "wini"


baca juga Novel wini

__ADS_1


_secret love affair**_


__ADS_2