
didalam kamarnya yang luas suci tengah memandang sebuah surat pernikahan yang bertuliskan nama teman baiknya Carla dan zeky, suci tersenyum memandangi tanggal pernikahan yang akan diselenggarakan satu Minggu mendatang,
"aku mesti beri tahu kak zhul" ucapnya mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping ranjang.
sudah dua hari zhul pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan, meski ia sangat berat hati harus meninggalkan suci yang selalu manja padanya, hampir setiap satu jam sekali suci terus menghubungi zhul, zhul selalu menyempatkan untuk menerima telpon suci meski ia tengah sibuk, hal itu dirasanya perlu mengingat Suci yang terkadang berubah mood setelah hamil,
nada sambung thinking out loud milik Ed shareen, menjadi penghubung pertama sebelum keduannya berbincang
darling i Will..
be loving you still we are seventy..
baby my heart..
could still fall as hard..
at twenty three..
"lama banget sih diangkatnya" batin suci
"assalamualaikum kak" ucap suci saat zhul menerima panggilannya
"wa'alaikum salam sayang!" jawab zhul diujung telpon
"kak suci rindu sama telinga kak zhul" ucap manjanya
"haha" tawa zhul terbahak
__ADS_1
"kok ngetawain sih kak! rengek suci "cepet Pulang!" pintanya
"iya sayang maaf, dan maaf sepertinya kak masih 2 hari lagi disini sayang?"
"ya udah deh, assalamualaikum" suci merajuk
tutt..
tutt..
suci memutuskan sambungan teleponnya sepihak
diujung telponnya zhul tengah menahan tawa bersama reno teman sekaligus asistennya.
"istri gue lucu yah?" tanya Zhul pada reno
"pala lo peang" zhul menepuk bahu reno keras "dilarang lo lirik2 suci, paham!" tegas zhul
"sabar wooii, gini2 gue juga punya akal dan fikiran gak bakalan sampai gue rebut istri lo yang cantik itu!"
"Lo lagi nyindir gue ya?" tanya zhul menghentikan langkahnya, zhul teringat jika reno dirinya dan eza dulunya teman dekat, sudah pasti pula reno mengetahui bagaimana hubungan suci dulu dengan Eza sebelum suci menjadi istrinya.
"nggak bos! ampun.." ucap reno yang tengah ditatap garang zhul
zhul sudah tidak memperdulikan reno lagi, kini ia tengah tersenyum memandangi wajah cantik istrinya dilayar telpon miliknya.
"siapa yang jemput ren?" tanya Zhul
__ADS_1
"tuh didepan!" reno memanjangkan tangannya kearah mobil hitam yang sudah menunggu keduannya diluar bandara.
****
hari ini eza menjemput Sinta diapartemennya, ia mengenakan tuxedo berwarna hitam memancarkan aura tampannya, langkah kakinya terhenti ketika sosok yang akan ia temui telah berada dihadapannya dengan gaun coklat belah dari ujung kaki hingga pahanya, rambut ia ukir sedemikian cantik membuat rupanya terlihat seperti seorang Cinderella dimata Eza.
"amazing" lirih eza
Sinta semakin melangkah mendekati eza "udah kayak patung lo za!" ucap sinta membuyarkan lamunan Eza
keduanya masuk kedalam mobil
"gak sia2 yah gue kasih perawatan mahal2 sama Lo sin, hasilnya nggak ngecewain" ucap Eza sembari memasang seatbelt pada sinta
wajah keduanya berdekatan, hembusan nafas terasa begitu dekat diantara mereka, bibir merah Sinta seolah menghipnotis eza untuk segera mel*matnya, eza memperhatikan wajah sinta dengan matanya yang tengah terpejam, tangan sinta mencengkeram tuxedo eza mengisyaratkan jika dirinya harus segera menghirup oksigen agar tetap bisa hidup.
perlahan eza melepaskan pautannya,
"gue cinta lo suci!!" ucap eza lirih didepan wajah sinta
sinta terenyuh dengan ucapan Eza, sinta merasa kecewa dengan perlakuan eza terhadapnya "kenapa dia tidak bisa menghargai aku sedikit saja, kenapa diakhir ciuman itu dia harus menyebut nama suci?" batin sinta
eza menatap wajah sinta, mencoba merapikan lipstik sinta dengan ibu jari nya yang sudah berubah tak seindah ketika dirinya pertama kali menatap bibir itu,
"sorry!! " ucap eza ketika kembali keduduknya lagi, menatap kedepan tanpa menatap sinta
entah harus senang atau bersedih yang harus sinta rasa, sebelumnya tidak ada seorang pria lain yang bisa mengobrak abrik perasaan dan hatinya, entah kenapa setelah kehadiran eza, sinta merasa ada sesuatu yang terasa aneh dalam hati dan pikirannya, dan sinta menjadi terbiasa serta menerima saat semua ucapan kasar eza terlontar dari mulut pria itu kepadanya.
__ADS_1