
mobil hitam melaju menerusuri perumahan elit ditengah kota, kedua pengendara mobil itu tengah sibuk membicarakan meeting perusahaan yang baru beberapa jam saja mereka akhiri.
"gue gak habis fikir, baru kali ini ada perusahaan yang ngadain meeting dijam pagi buta?" ucap Zhul
"gak pa-pa Zhul gue seneng, pas gue masih ngantuk nahan tidur, eh.. Berta cantik datang sebagai pemilik perusahaan yang akan bekerja sama dengan kita!" ucap reno
"diem nyerocos teruss kalau urusan cewek" ucap Zhul
"tapi kan meeting pagi ada hikmahnya buat lo zhul, lo bisa pulang cepat biar temuin bidadari cantik jelita.." reno mulai membayangkan wajah cantik dan ayu suci,
"lah kok ni anak nggak marah gue puji bininya" batin reno
"lo napa ngelamun zhul...!" Reno mencoba menghentikan lamunan zhul, tapi tidak berhasil zhul masih tetap dengan pandangannya menatap kedepan.
Didalam hatinya zhul tengah berdebat dengan fikirannya, ia mencoba membantah apa yang tengah fikirannya bayangkan "ah nggak, nggak mungkin eza berani temuin suci apalagi langsung kerumah!" batinnya
"berhenti..." eza menepuk pundak Reno
"eh lo zhul, napa sih bikin kaget gue aja, gimana coba kalau ada mobil dibelakang kita?" sarkas Reno
zhul keluar dari mobilnya memastikan dengan seksama plat NP dari mobil putih yang datang berlawanan dengannya yang mulai menjauh,
"woii,,woii kenapa zhul?" tanya reno ikuti keluar dari duduknya
"gue tadi lihat Eza ren!" ucap Zhul
"Eza ngapain dia kesini?" keduanya terduduk lagi kedalam mobil
"kalau gue tahu nggak bakal gue sepenasaran ini dodol" zhul memelototkan matanya pada reno
"ya ellah segitu aja lo marah, positif thinking aja zhul, kali dia habis pulang dari rumah temannya!" reno mencoba menenangkan zhul dari pikiran yang tengah menggelutinya
"semoga aja begitu" zhul mencoba membenarkan ucapan Reno
__ADS_1
Reno Kembali melajukan mobil menuju rumah zhul,
"Lo masukin aja mobil ke parkiran, bentar gue ada urusan dulu!" ucap Zhul ia menghampiri pak agung yang baru saja membuka gerbang rumahnya
"selamat pagi den..! " sapa Sopan pak agung pria berbadan besar berumur 45 tahunan itu
"pagi pak" jawabnya "ada tamu tadi?"tanya zhul
"iya ada pak, katanya mau anterin pesanan bubur non Suci" jelas pak agung
zhul meregangkan dasi yang masih melekat sempurna di lehernya, awalnya ia berniat tetap ingin terlihat segar, tampan dan fresh didepan suci meski sejujurnya pikirannya bahkan tubuhnya sedang lelah usai melaksanakan beberapa rapat perusahaan yang menyiksanya, menyiksa untuk menahan rindunya pada istri tercintanya. Tapi kini fikirannya memanas seolah hatinya pun membenarkan. Kedatangan Eza bukan ketempat lain, melainkan ketempatnya, kerumahnya untuk menemui suci.
zhul berjalan cepat, ia menghiraukan pertanyaan pak agung mengenai dirinya, mengetuk pintu rumah seperti orang yang tidak sabaran, Reno ia menghampiri zhul sebelum pintu rumah terbuka
"Lo ngapain disini?" tanyanya zhul
"mau masuk, gue pengen ikut makan!" ucap reno
"pulang sana, bawa mobil gue" sarkas zhul
didalam rumah Suci, bi Sani dan bi elah tengah menyantap bubur yang Eza bawakan untuk suci, mereka berbincang bersama..
"buburnya enak non!" ucap bi sani
"iya Bi, berdua kenyang nggak bi?" tanya Suci pada bi Sani dan bi elah yang tengah melahap satu kotak bubur berdua
"kenyang non" kompak keduanya
ting..nong..
ting..nong..
bel rumah berbunyi
__ADS_1
"siapa yah?" ucap bi elah
"kali temannya non belum pulang yah non..?" tanya bi Sani pada Suci
suci menggelengkan kepalanya "kayanya udah deh bi" jawab suci
"teman yang mana Bi?" tanya bi elah
"teman ganteng non suci bi" jelas bi sani
"bi.." ucap suci mencoba menghentikan ucapan bi Sani
"hehe, maaf non.." bi sani
"bi elah minta dibukain yah pintunya" pinta suci
bi elah perlahan berjalan menuju suara bel rumah dan ketukan pada pintu yang mulai terdengar keras.
breekkh..
pintu terbuka
"aden sudah pulang? kata non suci aden pulang besok" tanya bi elah
"suci mana bi?" tanyanya zhul, tanpa menjawab pertanyaan bi elah,
"diruang makan den lagi sarapan!" bi elah
"tadi ada tamu?" zhul
"katanya sih teman non suci den."
"siapa bi?"
__ADS_1
"aduh bi kurang tahu den, yang bi dengar dari bi Sani katanya tamunya tampan!" ucap bi elah, dirinya tidak melihat kepalan tangan yang Zhul lakukan disamping badannya
zhul bergegas naik tangga menuju kamarnya, mandi sepertinya akan mendinginkan otaknya yang tengah memanas fikirannya.