Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 29


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 7 malam, suci mulai turun dari kamarnya, hendak membantu bi Sani menyiapkan makan malam,


sebelumnya suci memoles wajahnya dengan bedak tipis, karena matanya sembab dan sedikit membengkak," semoga bibi dirumah dan kak zhul nggak memperhatikan wajahku ini" ucap suci pelan


suci menata makanan dimeja makan, seseorang memeluknya dari belakang dengan napas terengah-engah,


"kak Zhul, abis maraton yah,ini napas kok bisa nggak beraturan gitu" ucap suci sembari menghadapkan tubuhnya pada zhul, kemudian melingkarkan kedua tangannya pada leher zhul, dan zhul merangkul tubuh suci


"sayang, kok dari tadi aku hubungin Ponsel kamu nggak aktif aja, kamu baik baik aja kan?" tanya zhul menatap suci dan mencium bibirnya kilas


"oh handphone suci sedikit eror kak, hehe" alasan suci


"ya udah bentar kita keluar beli yang baru yah" ajak zhul


"nggak usah kak, yuk makan dulu" diangguki zhul yang langsung duduk di meja makan


keduanya makan dengan lahap, sesekali zhul menatap mata sembab suci, namun tak ingin bertanya


---------


suci merebahkan tubuhnya diranjang, sementara zhul baru keluar dari kamar mandi


"sayang, apa yang terjadi", apa kamu baru menangis"tanya zhul


suci tersenyum" nggak kakak"


"kamu nggak bisa bohonin suami kamu ini, ayo cerita sama kakak" zhul memeluk tubuh suci dan mencium puncak kepala suci

__ADS_1


"suci..,suci udah putus sama kak eza"


"benarkah itu sayang, apa kamu masih sayang sama Eza?"


suci menggelengkan kepala" nggak kak maaf suci udah nyakitin perasaan kak zhul dengan nggak segera mengakhiri hubungan suci sama kak eza"


" nggak papa sayang, tatap mata kakak" suci mulai menatap mata zhul


"makasih sayang, kamu udah mau lepasin eza buat aku, makasih sayang" zhul mencium kening suci


"tapi kak, gimana hubungan kakak zhul dengan melani?"


"sayang kan kakak udah pernah jelasin kak itu nggak punya hubungan lagi sama melani 2 bulan sebelum pernikahan kita kakak udah akhiri hubungan itu, kamu tahu sayang selama kakak berhubungan dengan melani kakak nggak pernah menyimpan perasaan apapun sama dia, selain untuk melampiaskan kekesalan kakak yang belum dapatin kamu aja" ucap kak zhul


keduanya berpelukan dengan erat, sebuah kebahagiaan yang lama dinantikan zhul akhirnya kini ia rasakan


--------


didalam rumah sakit


"apa anda wali dari pasien yang mengalami kecelakaan" tanya seorang dokter


"iya dok" ucap Seorang wanita


"kami harus segera melakukan operasi untuk pasien" dokter


"lakukan yang terbaik dok"

__ADS_1


"baik.. silahkan anda tanda tangani persetujuannya dan urus administrasinya" perintah dokter dan wanita itu meninggalkan ruangan Eza


------


kedua orang tua Eza berada diruangan kesakitan Eza, dengan air mata yang masih mengalir, sudah 3 hari semenjak dioperasi eza belum membuka matanya, eza masih larut dalam mimpi indah kritisnya


pergerakan kecil dari tangan Eza, kedua orang tua eza bergegas memanggil dokter


"suciiiii" suara lirih eza untuk pertama kalinya terdengar setelah masa kritisnya berlalu


"suci"


"suci"


"Bu, pasien selalu memanggil nama suci, apa mungkin itu istri atau kekasihnya" tanya dokter namun kedua orang tua Eza diam menatap dokter


"Sebaiknya ibu dan bapak secepatnya membawa saudari suci, karena itu akan berpengaruh terhadap kesehatan pasien" jelas dokter yang langsung diangguki oleh kedua orang tua Eza


dokter serta perawat berlalu dari ruangan Eza


"mah sebaiknya kamu cari tahu keberadaan suci" ucap papah ezA


"pah, mamah nggak mau berhubungan dengan wanita itu lagi, mau ditaruh dimana muka mamah kalau sampai memohon pada wanita itu untuk datang kesini"


"mah jangan keras kepala, ini untuk kebaikan eza juga anak kita, tuh lihat sedari tadi eza nggak berenti manggil nama suci"


"terserah papah, urus saja masalah suci sama papah" mamah Eza meninggalkan papah disofa dan memilih duduk disamping kasur kesakitan Eza

__ADS_1


papah beranjak dari ruangan Eza , dan menelepon seseorang


__ADS_2