Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 21


__ADS_3

"kak",


"apa sayang, bicara saja", ucap Zhul


"boleh tidak besok Suci mulai masuk kerja lagi",aku menunjukan wajah memelas pada zhul.


"apa kamu kangen Eza", celoteh zhul


"bukan begitu kak, cuma suci kangen keseharian suci, kangen suasana disana, Kangen___


belum sempat ku melanjutkan ka Zhul memotong


"iya kangen eza juga kan akhirnya",kak zhul menatapku,,"iya boleh, kamu bisa masuk kerja lagi besok, tapi janganlah macem-macem yah,


"Makasih kak, ucapku


"tapi tunggu,,izin aku itu harus kamu bayar mahal loh", ucap kak Eza


"berapa kak, biar Suci transfer, Suci masih ada tabungan kok", ucapku santai


"hahaha, suci, suci aku nggak perlu uang kamu, yang aku perlukan itu cuman sentuhan hangat kamu,


"maksud kakak itu apa, apa mengenai kewajibannya Suci pada kakak", Kini Suci mulai menitikan air mata,


"jangan menangis sayang, aku tak akan melakukannya jika kamu masuk blum siap", zhul menegaskan


"kalau begitu Apa kak, tanyaku lagi


"sini, zhul menarik lenganku, mencium kening, dan membaringkan tubuhku,"begini Saja sayang peluk aku erat, dan jangan banyak protes ok".

__ADS_1


kami saling berhadapan dekat dan kini zhul mencium seluruh wajahku tanpa sisa kening kedua pipiku, hidung, kedua mataku, daguku, bahkan bibir, dan sengaja ia berlama lama dibibirku meskipun ia hanya mengecupnya tanpa lebih.


"tidurlah sayang, bukankah kamu akan bangun pagi besok untuk bekerja", Kini zhul mendekapku erat, seperti sebuah rutinitas sebelum tidur dia harus memelukku barulah dia tertidur pulas, aku mulai memejamkan mataku, mengikuti alur mimpi zhul.


"pagi sayang, cupp, zhul mencium bibirku, "morning kiss".., ucapnya


"pagi, suci mau mandi dulu yah kak", zhul mengangguk,


"sepertinya kak zhul sudah kembali ke kamarnya, untunglah aku bisa berganti pakain bebas disini, ucapku


segera aku turun kedapur menyiapkan sarapan untuk zhul dibantu bi sani,


"bentar Yah bi, suci panggil kak zhul dulu", ucapku sembari melepaskan celemek dibadanku,


kulihat pintu kamar zhul terbuka,


"kak, selamat pagi, sapaku, dia tersenyum sangat tampan, mengancingkan lengan bajunya


"mau suci bantu kak,


"boleh, aku memasang kancing baju zhul, memasangkan sebuah dasi untuknya,


"Makasih sayang,


cup, zhul mendaratkan kecupan pada bibirku


aku tersenyum melihat karena ulah rutinnya,


"yuk sarapan kak, ajakku kini aku yang memegang tangan zhul, kulihat kebahagiaan tersendiri dari raut wajah kak zhul,

__ADS_1


"seberapa senangkah kak zhul saat aku genggam tangannya", benakku


seperti biasa saat makan pasti aku akan menyuapi kak zhul, ntah mengapa kak zhul semakin lahap kalau tanganku yang menyuapinya.


"sayang biar aku antar yah,


"apa nggak papa kak, kan arah kantor kakak berlawanan arah dengan tempat suci bekerja.?"


"nggak papa sayang,


aku tersenyum tanda setujuku


kamu berjalan beriringan, sampai Masuk kedalam mobil, banyak yang kami bicarakan dalam perjalanan, kadang kami tertawa bersama, Sampai lupa kalau Kini kami sudah sampai depan tempatku bekerja.


"suci masuk dulu yah kak", aku mencium punggung tangan kak zhul, kak Zhul membalas dengan mencium keningku, untung saja mobil ini tak tembus pandang kalau iya semua orang bisa memandangku dengan tatapan aneh, karena mereka tahu, aku tak pernah dekat dengan lelaki manapun kecuali kak eza, ditambahkan kak zhul kini mencium keningku, batinku


aku melambaikan tanganku pada kak zhul yang berada didalam mobil, kak zhul semakin menjauh, suara kelakson mobil menghentikan langkahku,


seseorang keluar dari mobil itu dan menghampiriku, mendekapku, aku sudah berusaha untuk melepaskannnya, Namun dia terus memelukku erat,


"tepat diseberang sana, zhul menghentikan mobilnya, menatap kearah suci yang tengah larut dalam pelukan seseorang,


Zhul murka ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak memperdulikan kendaraan di sekitarnya,


"gwe gak suka si Eza mesra mesraan sama istri gwe, dasar sialan...,


zhul terus memaki didalam mobilnya, Sampai


lah ia dikantor, semua yang menyapanya ia maki tanpa alasan, semua rapat ia batalkan, kini zhul berdiam disofa kantornya,

__ADS_1


merenung mengingat kesalahan dirinya yang masih mengizinkan suci berhubungan dengan Eza.


__ADS_2