Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 57


__ADS_3

Bi Elah berjalan kembali ke ruang meja makan, disana hanya ada Suci yang ia temui, otaknya sedang berpikir keras bertanya tanya apa yang membuat zhul, tuannya itu terlihat marah.


"siapa tadi bi?" tanya suci, saat bi Elah melewati dirinya begitu saja ulah pikirannya yang melamun,


"eh non..maaf2 non tadi bibi melamun, anu non tadi den Zhul yang datang?" jawab bi Elah


"kak zhul sudah datang bi?" tanya gembira Suci "kenapa kak zhul nggak langsung temuin Suci bi?' tanya suci bingung


suci tidak melihat kedatangan suaminya itu karena ruang meja makan dengan ruang depan yang berbeda arah,


"bi kurang tahu non, cuma tadi den Zhul langsung masuk kamar!" jelas bi Elah


"oh ya, makasih yah bi?" suci bergegas menaiki tangga menuju kamarnya, ingin segera melepas rindunya pada suami yang sudah tiga hari pergi meninggalkan rumah untuk kepentingan perusahaan.


perlahan suci membuka pintu kamarnya, suci tidak mendapati zhul dikamarnya, samar2 terdengar suara percikan air didalam kamar mandi, Suci tahu jika Zhul kini tengah mandi.


Dengan sabar Suci menunggu zhul selesai mandi, dirinya kini tengah memainkan ponselnya, ia melihat kebenaran kejadian tadi paginya, dimana ia bermimpi zhul yang menelponnya, dan dia meminta Zhul untuk membelikan dirinya bubur ayam "astaga...."


lirihnya saat ia melihat jika Eza yang menelponnya tadi pagi dan bukan zhul "kenapa aku bisa seceroboh ini, kenapa aku sebodoh ini..." batinnya, ia memijit mijit pelipisnya yang tidak sakit.


ceklekk..

__ADS_1


pintu kamar terbuka, Suci tersenyum menatap zhul yang baru saja keluar dari kamar mandi, hanya menggunakan celan boxer hitamnya, rambutnya yang basah serta aroma tubuhnya yang wangi membuat Suci ingin segera memeluknya, bahkan menciumi telinganya yang sudah sangat ia rindukan,


"kak Zhul.." Suci menghampiri zhul dan langsung memeluknya dengan erat "Suci Kangen, kak nggak bilang mau pulang sekarang?" tanya manjanya


Zhul tidak membalas pelukan suci bahkan ia meregangkan pelukan istrinya itu "kak juga kangen..cupp" zhul mencium kening Suci dan berjalan menjauh dari Suci menuju meja rias mengambil sisir untuk merapihkan rambutnya,


Suci merasa ada yang aneh dengan sikap suaminya itu, namun ia masih berfikir positif mengenai sikap zhul yang sedikit berubah "mungkin kak zhul lagi capek makanya sikapnya kaya gitu" batin suci


zhul memainkan ponselnya diujung ranjang, Tanpa menoleh pada suci, dengan segera suci berhambur duduk disampingnya, memeluk dan menciumi gemas pipi zhul,


"cupp..


"kak, Suci kangen" ucapnya


zhul tidak menjawab ucapan suci ia lebih memilih menganggukakn kepalanya beberapa kali,


"kak sudah makan..?" tanya suci "suci masakin ayam kecap kesukaan kak yah!"


zhul tersenyum kearah suci "iya, tapi kakak mau istirihat dulu" ucap singkatnya, kini zhul menarik selimut menutupi tubuhnya


"tapi kak, suci mau ngomong dulu, ada yang mesti Suci kasih tahu sama kak zhul!" Suci mencoba menarik tangan zhul

__ADS_1


zhul duduk kembali dihadapan suci dengan kaki yang ia lipatkan "ntar aja yah, kak lagi capek" zhul mengelus lembut kepala Suci dan langsung merebahkan tubuhnya lagi membelakangi suci..


Suci paham dengan kondisi lelah suaminya, namun ia merasa ada yang aneh dengan sikap zhul, suci bertanya tanya dalam hatinya mengenai perubahan sikap zhul padanya.


suci keluar dari kamar, ia menuruni tangga menuju dapur, tubuhnya terasa lemas ia memutuskan untuk duduk ditengah anak tangga,


"kenapa dengan kak zhul, Apa kak zhul marah padaku? lalu apa salahku? Apa kak zhul tahu kalau kak eza tadi kesini? apa tadi kak zhul sempat bertemu kak Eza? tapi itu bukan salahku, kenapa.. kenapa kak zhul tidak mau mendengarkan penjelasanku?" suci menangis dalam pikirannya,


"hiks..hikss..."Suara sesegukannya suci keluarkan sekecil mungkin, ia tidak ingin bi elah atau bi sani bahkan zhul yang tengah beristirahat mendengar tangisnya, ia mulai menghapus anak mata yang tidak diminta untuk turun itu,


Entah mengapa setelah ia mengetahui bahwa dirinya tengah hamil, bukan sikapnya saja yang berubah menjadi manja, bahkan dirinya kini mudah bad mood, gampang marah, gampang makan hati, apalagi saat zhul berubah menjadi dingin seperti tadi padanya. Sangat sakit, lebih sakit dan sangat perih dibanding saat dirinya di paksa menikah dengan Zhul tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu padanya.


.


..


...


jangan lupa like komen dan votenya yah


ikutin juga akunku "wini"

__ADS_1


__ADS_2