
kamar zhul terasa mencekam menunggu keluarnya suci dari dalam kamar mandi, zhul bunda dan putri berharap dan mengharapakan kabar terbaik yang akan keluar dari mulut manis suci,
ceklekk..
pintu kamar mandi terbuka suci berjalan gontai tubuhnya lemah untuk menghampiri zhul didepannya saja ia seakan kesulitan,
zhul sudah menerima dengan lapang dada apapun hasil yang akan terucap dari bibir istrinya, apapun itu... menurutnya kesehatan suci saja sudah menjadi prioritas utama baginya.
Zhul menghampiri suci yang masih setia mematung didepannya menenteng sebuah testpack ditangan kanannya "kenapa sayang, tidak apa-apa!" zhul memeluk tubuh suci dan mengelus punggungnya "heeii,,, kenapa menangis,, sudah tidak apa-apa, mungkin blum rejekinya saja sayang, bukankah baru satu tahun kita menikah, Tuhan masih punya rencana lain untuk itu!" zhul mendongakan wajah suci dan mengusap air mata yang membasahi kedua pipi suci
bunda dan putri mendekat "tidak apa-apa nak, blum saatnya saja" ucap bunda menenangkan dan mengelus punggung suci
"bunda, kak zhul, Putri adik kakak!" suci menatap ketiganya bergantian menunjukkan hasil testpack ditangan kanannya yang memperlihatkan dua garis merah,
"benarkah nak!" ucap bunda berseri
suci menganggukkan kepalanya dan mengikuti senyum sumringah bunda
"selamat yah sayang" ucap bunda
__ADS_1
"makasih bun" suci putri dan bunda berpelukan gembira
zhul menatap testpack yang suci berikan padanya, ia masih kebingungan dengan tanda di testpack yang anda ditangannya
"ini artinya apa? dua garis berwarna merah" ucap Zhul kebingungan
ucapan zhul menghentikan pelukan ketiganya mereka menatap kearah zhul yang tengah menggaruk kepalanya yang tidak gatal "hahaha" ketiganya tertawa terbahak
"zhul,, astaghfirullah nak!" ucap bunda
"jelasin bun, zhul nggak ngerti" ucap Zhul
"emang kamu tahu put artinya dua garis merah ini?" tanya zhul ia mengarahkan testpack pada wajah putri
"nggak, Putri cuma ikut-ikutan bunda aja ama kak suci !" jawan polosnya
"haha" tawa gemas zhul, bunda dan suci mendengar ucapan putri
"zhul, kamu ini mau jadi ayah, nih lihat ni..!!?" bunda menuntun penglihatan zhul pada dua garis merah di testpack yang ada di tangannya "ini Tuh ada dua garis merahnya jadi insa Allah suci hamilll, dan kamu jadi seorang ayah zhul" jelas bunda
__ADS_1
"benarkah, benarkah itu sayang" zhul menatap suci dan memeluknya
"iya kak, suci hamilll"suci mengelurkan senyum kegembiraannya
"terimakasih sayang, trimakasih sudah mau mengandung anakku!" zhul membopong tubuh suci menciumi bibir, dagu, hidung, pipi dan kening suci bergantian
bunda menutup mata putri untuk tidak melihat kearah zhul yang sedang merasa senang namun kelewat senang, bagaimana tidak keduanya melupakan keberadaan bunda dan adiknya putri, bunda menuntun putri untuk keluar dari kamar zhul, membiarkan keduanya larut dalam kebahagiaan keluarga kecil mereka.
"terimakasih juga kak sudah mau menjadi suami suci,suci Sangat bahagia karena kak selalu berada disamping suci dan sudah membuat pernikahan kita menjadi pernikahan yang indah" ucap suci
"iya sayang,,cup" keduannya saling menautkan kedua bibirnya, m****** dalam dan semakin dalam,
kak, udah.. turunin! pinta suci melepaskan cumbu*n itu.
perlahan zhul merebahkan tubuh suci diranjangnya.
"kak mandi yah sana!" ucap suci
"ya Sayang!" zhul menuruti keinginan istrinya mencium kening suci dan meninggalkan suci diranjang.
__ADS_1