
tok..
tok..
"masuk" ucap zhul yang tengah duduk dikursi kantornya
"permisi pak, ada orang yang ingin bertemu beliau sangat memaksa pak?"
bruggg
seorang pria masuk dengan perban yang masih melekat disisi pelipisnya, dengan amarah dan sepertinya tidak bisa dikontrol itu
"*******" Eza membuka pintu kantor zhul dengan kasar
"tinggalkan kami berdua!" ucap eza pada sekertarisnya
"duduklah Za!" Zhul menghampiri eza yang tersulut emosi itu
bughhh
satu hantaman mendarat dipipi kanan Zhul, zhul memegang ujung bibirnya yang berdarah itu, namun tidak berniat untuk membalas emosi sahabatnya yang sekarang sedang memaki dan mencengkeram jas kerjanya
"biadab Lo, Lo berani ambil suci dari gue, mau Lo apa hah? anjing Setega itu lo sama gue" maki eza
buggghh
satu tinjuan mendarat di perut zhul tanpa ada perlawanan sama sekali darinya, karena zhul paham akan apa yang dirasakan sahabatnya itu, ketika seorang perempuan yang amat ia cintai harus menjadi istri dari sahabatnya sendiri
__ADS_1
"gue yang udah bersusah payah untuk dapatkan hati suci dan disaat suci mau nerima gue dihatinya, kenapa?,, kenapa lo yang harus ambil suci dari gue zhul" kini eza melepaskan cengkraman tangannya dari jas zhul memegang kaki Zhul bersimpuh dikaki sahabatnya itu
Eza menitikkan air matanya, seolah dia tidak ingin melepaskan cinta matinya terhadap Suci untuk sahabatnya itu
"gue mohon zhul, demi persahabatan kita, ceraikan suci, lepaskan dia! gue berhak buat dia bahagia!" kepala Eza tertunduk memohon pada zhul mengharapakn Zhul akan melepaskan suci
"bangun Za!" Zhul menarik bahu Eza
"apa Lo mu lepasin suci zhul?" Eza menatap wajah zhul penuh rasa iba
"maaf za, aku tidak bisa! karena itu keinginan dan amanah papahku yang terakhir" dengan amarah yang masih tertahan eza kembali memukul perut zhul
bughhh, bagggh, buggghh....
eza memukul zhul dengan membabi buta, dengan zhul yang sama sekali tidak ingin melawan kekesalan sahabatnya itu.
Dengan amarah yang menggila dengan tubuh yang sepenuhnya blum kuat itu karena kecelakaan yang menimpanya beberapa hari yang lalu eza terus melampiaskan kekesalannya dengan terus memukul zhul
"berhenti!!!" teriak seorang wanita paruh baya yang tidak lain bunda zhul, bunda yang awalnya ingin mengecek keadaan perusahaan yang kini dipegang oleh zhul, terbelalak melihat kejadian yang menimpa anaknya itu
karena mulai kelelahan Eza pun menghentikan aksi brutalnya
"hentikan Eza apa yang kamu lakukan ke anak Tante?" bunda zhul menghampiri tubuh anaknya yang berbaring tidak berdaya itu
"dia pantas mendapatkan itu Tante! ajarin anak tante untuk menggunakan otaknya setiap kali akan melakukan hal apapun!!"
Eza pergi meninggalkan bunda zhul dan zhul yang Kini sudah tidak berdaya
__ADS_1
bruuug
pintu kantor eza tutup dengan keras
"astaga" membuat Bunda zhul terperanjat kaget
"apa kamu bodoh sayang, kamu biarkan dia memukuli kamu seenaknya begini, kenapa kamu tidak melawan zhul?" Bunda menangis melihatnya keadaan anaknya itu
"aku pantas mendapat ini bunda" dengan suara melemah zhul mengucapkannya
bunda terisak mendengar alasan putranya itu, ia tahu kejadian itu bukan hanya salah zhul karena dia pun dan suaminya turut ikut andil dipersalahkan karena sudah meminta suci untuk menikah dengan putranya
zhul dilarikan ke rumah sakit, dengan dibopong beberapa pegawainya
"please bun, jangan hubungi suci!" Zhul menggeleng melihat bunda yang meraih ponsel ditasnya
"istrimu harus tahu sayang" bunda mengelus lembut kepala anaknya
"tidak bunda aku mohon" zhul memelas pada bunda, membuat bunda mengurungkan niatnya dan memasukan Kembali ponselnya
bunda menitikkan air mata ketika melihat dokter dan perawat memberikan penanganan pada setiap luka yang ada ditubuh zhul anaknya
penanganan itu memakan waktu sampai kurang lebih satu jam, karena luka yang zhul alami sedikit mengkhawatirkan meski zhul tidak sampai harus diopname
"Bun, bawa zhul kerumah bunda, Zhul tidak ingin membuat suci sedih dengan apa yang terjadi pada zhul kini Bun!"
bunda mengangguk setuju dan mengerti dengan kesedihan yang tengah anaknya itu rasakan
__ADS_1