Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 54


__ADS_3

udara pagi menyelinap masuk kedalam permukaan kulit suci, dingin yang ia rasakan membuatnya kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya,


drrt..drrt...


suara ponsel berdering, suci meraba ponsel yang berada dibawah bantalnya tanpa membuka kedua matanya begitu nikmat ia tertidur suara ponselnya saja ia rasakan seperti lanjutan mimpinya, mimpinya zhul tengah menelponnya bercanda gurau dan mengucapkan kata2 mesra di telpon itu


"hallo kak sayang, suci kangen cepet kesini!! bawain suci sarapan bubur Cirebon yah pake satenya lima, jangan dikecapin minta suir ayamnya dibanyakin cepetan.." ucapnya


Tut...tuut..


suci mematikan sambungan telepon itu, tanpa mendengar jawaban dari ujung telepon, ia tertidur kembali menyambung mimpi setelah menutup telpon, dalam mimpinya zhul membawakan bubur yang ia pesan, suci memeluk zhul dan mencium gemas bibir zhul tanpa ia sadari dengan erat ia tengah memeluk guling dan mencium bantalnya sendiri.


suci mulai merasa ada yang aneh dengan bibir suaminya perlahan ia membuka mata menatap sesuatu didepan "astaghfirullah.." matanya membulat sempurna bagaimana tidak yang ia kira bibir zhul yang sangat lembab berubah menjadi bantalnya sendiri.


"astaghfirullah, ternyata mimpi yah!" lirihnya


suci bangkit dari tidurnya, ia melangkah menuju kamar mandi dan segera turun kedapur untuk sarapan, ia berjalan menuruni anak tangga berwarna coklat sembari memikirkan mimpi tidurnya yang seolah nyata


saat dirinya akan menaiki anak tangga untuk mengambil ponsel didalam kamar yang ia lupa bawa, bi sani datang dibelakangnya yang akan mulai menaiki anak tangga Kembali

__ADS_1


"non didepan ada tamu?" ucap bi Sani


"siapa bi?" tanya suci


"nggak tahu non, orangnya tinggi, ganteng!" jelas bi Sani


"teman kak zhul mungkin" fikir suci


suci melangkahkan kakinya menuju depan rumah menemui tamu yang dimaksud bi Sani, dan melupakan niatnya untuk mengambil ponsel yang berada dikamarnya untuk mencari tahu kebenaran dalam mimpinya.


****


kamu suci" lirihnya, ia menatap foto suci menscrollnya, membuat senyum kecil dikedua sudut bibirnya.


eza mencoba peruntungannya, ia memberanikan diri pagi2 buta untuk menghubungi suci, meski ia tahu suci yang tidak akan menerima telponnya atau bahkan zhul yang akan menerima telpon darinya, segala konsekwensinya telah ia fikirkan dengan matang, membuatnya memberanikan diri untuk menghubungi suci


ditekannya nomor kontak suci, dengan nama kontak yang sedari dulu tidak pernah ia ubah, bukan nama tepatnya icon dua gambar hati ♥️♥️,


dalam 2 kali jeda, panggilannya diangkat sungguh anugerah yang luar biasa bagi eza, sipemilik Nomor yang menjawab, Seseorang yang amatir eza rindukan, amat eza sayangilah dan cintai dengan Suara serak bangun tidurnya suci menyapa dirinya dengan sebutan sayang

__ADS_1


"oh tuhan anugerah terindah dipagi yang cerah" batin eza ingin sekali dirinya berjingkrak jingkrak bahkan melompat lompat diatas kasurnya dengan apa baru saja suci ucapkan padanya.


walau panggilan itu tersambung cukup singkat namun bagi eza itu sudah lebih dari cukup, karena ia akan menemui suci dengan membawa bubur yang suci pesan. meski kenyataannya ia tahu suci salah menyebut dirinya dengan ucapan mesra yang seharusnya tidak ditujukan untuk dirinya melainkan untuk zhul suaminya, tapi tidak membuat eza patah semangat karena ia akan menemui suci sesuai permintaannya.


"tidak ada konfirmasi lagi dari suci bisa saja dia memintaku untuk datang menemuinya" ucap eza didalam mobilnya,


eza sudah berada didepan rumah zhul, setelah ia melapor pada seorang security yang tengah berjaga di rumah zhul akan kedatangannya, ia melangkahkan kakinya ingin segera masuk kerumah besar itu,


menentang beberapa kotak bubur pesannya suci,


setelah menekan bel rumah beberapa kali, eza tersenyum menatap sosok wanita paruh bayah yang tidak berhenti menatapnya


"permisi bi" ucapnya


"a..ah iya den, ma..mau cari siapa?" tanya bi sani gelagapan


"saya mau memberikan ini pada cantik, eh.. maksud saya suci bi!" ucap eza


"ooh, tunggu sebentar yah den, bi panggilkan non dulu!" ucap bisa sani tanpa mempersilahkan eza masuk kedalam karena zhul pernah meminta pada bi sani dan bi elah untuk tidak membawa masuk tamu pria saat dirinya sedang tidak berada dirumah

__ADS_1


eza tersenyum dan mengangguki ucap bi Sani.


__ADS_2