
Suci kini sudah memakai baju dan celana zhul yang ada dilemari pakain dalam kamar di ruangan kantor.
Zhul menahan tawanya saat melihat suci, ia berusaha menahan tawanya, sesekali zhul membuang pandangannya dari suci, agar suci tidak tersinggung dengan raut wajahnya.
Baju hitam dan celana abu kotak-kotak kini sudah membalut tubuh suci, kebesaran dan kedodoran sudah kata yang pas untuk menggambarkan bagaimana baju itu melekat ditubuh suci.
"kakkkk..." manja suci pada zhul
"apa sayang.." zhul memejamkan matanya beberapa kali dan mulutnya ia kritingkan menahan tawanya,
"Jangan ketawain, ini kan ulah dan perintah kak zhul juga!"
"Iya sayang, maaf..tapi sumpah demi apapun kamu terlihat cantik banget pakai apapun itu!" puji zhul
"kalau suci pakai karung goni tetep cantik yah!" suci mencoba menyindir suaminya itu.
"Tetap cantik dong. Tapi nggak boleh pake karung goni, orang mau bilang apa kalau tahu istrinya zhul pakai yang kaya begituan!"
Suci memukul mukul dada bidang zhul "kak emang jahat yah. Ngerjain istri sampai segininya!!"
zhul menuntun suci duduk di ujung ranjang "bukan jahat tapi sayang, sayang banget..cupp.." zhul mencium bibir suci dan melumatnya sebentar, membuat suci merem melek "Maaf yah kak terlalu over sama kamu, tapi itu tanda cinta kak sama kamu sayang..!"
Suci mengangguki ucapan Zhul, keduannya berpelukan erat "Kak ayo pulang!!" pintu suci
Suci menuntun tangan zhul keluar dari kamar, saat melewati pintu matanya tertuju pada satu benda yang menurutnya menarik "Kak ini sepatu siapa? kayanya lucu banget kalau suci pakai, sekalian biar pas dan cocok sama bajunya, dan nggak ada yang lirik-lirik suci lagi sesuai keinginan kak zhul. Gimana kalau Suci pakai yah kak?"
__ADS_1
"iikh,, jangan sayang takut kegedean!"
"gak apa-apa!" Suci langsung memakai sepatu zhul "kak ada kaos kakinya juga, sekalian ahhh.." ucap santai Suci ia memakainya kaos kaki dan sepatu pantofel zhul.
"Masya Allah sayang.." zhul mengusap kasar wajahnya.
Suci selesai dengan aktivitas anehnya kini ia menggandeng tangan zhul keluar kantor "kak dari sini kita ke cafe depan yah? Suci mau di foto dengan gaya pakaian ini, bisa ngebayangin nggak kak kayanya suci bakalan cantik banget..!"
"ia sayang, emang udah cantik!" zhul mengehela nafas panjangnya
Dalam perjalanan menuju parkiran mobil dilantai paling bawah, beberapa staff yang bekerja di perusahaan Zhul terus saja mengomentari gadis cantik yang kini tengah menggandeng zhul,
"Itu siapa sama si bos? cantik amat!" ucap Dodi seorang staff pria berkemeja coklat.
"Tapi gue mau tuh kalau punya simpen kaya pacar si bos, cantik" puji wisma salah seorang staff.
"ckk, bini Lo pikirin tuh lagi bunting gede..!" jawab Dodi
"Siriik aja.." Wisma
"itu cewek emang cantik, tapi pas dipake si bos kayanya dia nangis deh, apa jangan-jangan.. haha..." ucapan Rara mendapat gelak tawa dari beberapa rekannya.
Tawaan ketiganya terhenti saat Novi sekertaris zhul melewati mereka "apa yang lucu?" tanyanya "Kalau masih betah kerja disini, ya kerja enggak usah ngerumpi dan ngegosip yang enggak-enggak!" tegasnya.
Semua mencibirkan bibirnya pada novi, menurut ketiganya omongan ibu hamil itu sangat menyengat dihati mereka,
__ADS_1
"Vi..Vi tunggu!" ucap Rara, ia mengejar Novi yang akan berlalu dari ketiga penggosip itu.
"apa Ra?"
"Tadi pacar baru si bos? tumben dibawa ke kantor, lama lagi didalam. Emang kamu nggak curiga? Terjadi sesuatu misal didalam ruangan si bos!" Rara mencoba menggali informasi dari Novi.
"Bodo, mau ngapa-ngapain kek terserah si bos sama bininya lah!"
"What, bini...!" Rara tersentak mendengar ucapan Novi, ia mematung masih belum mempercayai ucapan Novi. Novi sangat malas mendengar pertanyaan Rara, ia meninggal Rara yang masih diam membisu.
"Tidak..gue mesti kasih tahu yang lain masalah ini. Dan sahabat gue harus segera tahu.." batin Rara
.
..
..
**jangan lupa like, komen dan votenya..
ikutin juga akunku yah "wini"
baca juga Novel wini di..
- secret love affair**-
__ADS_1