Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 70


__ADS_3

Sebelumnya wini mau kasih lihat baju yang udah eza pilihkan buat suci, tapi wini bingung mau sebut baju, pakain, drees atau jubah yah, hehe.


menurut kakak2 ini apa namanya..??



Eza pilihkan baju itu karena sangat terlibat simple untuk suci mengingat suci orangnya yang tidak mau memakai baju ataupun pakain yang terlihat gelamor dan terlalu banyak riasan ditubuhnya ditambah dress itu bercorak warna kuning yah, hehe..


****


Reno menempelkan telinganya di pintu kamar yang ada di ruangan itu. Samar-samar ia mendengar suara suci yang terisak, Reno merasa tidak enak hati karena gegara dirinya kedua pasangan suami istri itu bertengkar.


Reni memilih meninggal kan ruangan Zhul bukan ia ingin menjadi pengecut setelah membuat kekacauan antara zhul dan suci namun ia juga takut jika harus berurusan dengan zhul yang sedang marah, apalagi tengah dilanda cemburu yang luar biasa.


Di dalam kamar Suci menangis ia duduk di ujung ranjang "jangan dirobek Kaaakk?!" teriaknya pada zhul, suci mencoba menahan tangan zhul yang sudah berhasil merobek dress bagian bawahnya.


"kak nggak suka, Bukannya kak sudah bilang sebelumnya Kalau kak itu nggak suka ada hal apapun itu yang berhubungan dengan Eza apalagi kak lihat pilihan eza melekat ditubuh kamu, kak mohon kamu harus paham Sayang" zhul memegangi pundak suci


"tapi nggak seharusnya dirobek juga kak, trus suci pakai baju apa?? kak jahat sama suci" suci memukul2 dada bidang zhul


Zhul menahan tangan suci dan ia berjongkok di depan suci ia memegangi tangan suci dan mengusap air mata yang membasahi pipinya "maaf Kak nggak bermaksud buat kamu nangis seperti ini? tapi coba kamu pikirkan gimana perasaan kak?!"

__ADS_1


"kak juga tadi nggak pikiran perasaan suci, kak terima waktu klien kak yang tadi nyentuh kedua pipi kak!" suci mencoba membela dirinya sendiri, ia mencoba untuk bisa menatap zhul.


"maafin kak sayang..?" zhul mengusap wajahnya kasar


"trus kalau udah sobek kaya gini suci pake apa?"


zhul duduk disamping suci mencoba menarik nafas untuk tidak memperpanjang rasa cemburunya lagi, zhul mencakup kedua pipi suci "sekali lagi maafin kak yah sayang!" zhul berusaha untuk menenangkan suci "karena kamu nggak mau pakai baju tadi" zhul menatap pakain suci yang tergeletak di atas ranjang disamping duduknya "kamu mau kan pake pakain kak aja?"


suci mengangguki ucapan Zhul dirinya pun sama, meski kini moodnya tengah memburuk namun ia berusaha untuk sabar. Suci merasa jika perubahan bukan hanya terjadi pada dirinyalah saja, ia melihat dan merasai jika zhul pun kini selalu protective, cemburuan tingkat dewa bahkan selalu bad mood melebihi dirinya sendiri setelah ia mengandung.


"kak ambil dulu bajunya yah, cupp.." zhul mencium kening suci dan terbangun dari duduknya ia berjalan kearah lemari yang tidak terlalu besar yang ada disamping ranjang.


"sayang.." zhul duduk disamping suci, ia mengelus punggung suci "ini pakaiannya.."


suci mengambil pakaian yang ada di tangan zhul, menatap pakain itu dilebarkannya satu persatu baju dan celana milik suaminya itu.


"kak ini kegedean.. longgar banget suci nggak mau pake pakain ini!" tolak suci


"please sayang pake ini dulu! kak janji kita langsung ke mall beli baju yang banyak buat kamu..suerr tekewerr..keweer" zhul mencubit ke-dua telinganya dengan kedua tangannya seolah sedang berjanji pada suci dan tidak akan melanggarnya.


"ya udah suci pake, tapi janji yah kita belanja!"

__ADS_1


zhul mengangguk ngangguki ucapan suci


"janji.. benaran kamu bisa pilih apa aja semua keinginan kamu!" jelas zhul


"ok tapii abis ganti pakaian suci mau langsung pulang!"


"siap ratuku.."


"trus masalah belanja suci mau ke pasar yang ada diblok B aja nggak mau ke mall. Sekalian suci mau beli yang lain buat THR-an.."


zhul hanya mengangguk mendengar ucapan permintaan istrinya itu.meski kini pikirannya tengah membayangkan mengenai permintaan istrinya itu "Kalau belanja disana pasti rame banget, lautan manusia berkumpul, oh tuhan.." batin Zhul, ia mengingat terakhir kali dirinya mengantar bunda untuk berbelanja disana, dirinya hampir pingsan mengikuti langkah bunda, bagaimana tidak lautan manusia berkumpul jadi satu mencari berbagai apa saja yang mereka butuhkan, bahkan saat itu beberapa gadis selalu meminta berfoto padanya. Gadis2 itu mengira dirinya seorang artis yang tengah naik daun pada zaman itu, walaupun ia sudah berusaha untuk meyakinkan gadis2 itu jika dirinya bukan yang mereka maksud sebagai artis yang terkenal. Dengan terpaksa zhul bersembunyi di sebuah toilet membuat dirinya trauma dengan kejadian itu.


.


..


..


**jangan lupa like komen dan votenya, ikutin juga akunku yah wini..


baca juga Novel wini "secret love affair**"..

__ADS_1


__ADS_2