Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 79


__ADS_3

"kak udah nentuin tanggal kita pulang?" tanya suci yang tengah memoles bedak diwajahnya didepan cermin meja riasnya.


"udah sayang." jawab Zhul memasang kancing kemejanya.


Zhul menghampiri Suci memeluk tubuh itu dari belakang "lusa yah sayang. Nggak apa-apa kan?" Zhul menenggelamkan wajahnya padanya bahu Suci


Suci menatap Zhul dicermin pandangan keduannya bertemu "Nggak apa-apa kak," Jawab Suci "Tapi nggak mengganggu kerjaan kak kan?" tanyanya


Zhul menggeleng cepat masih menatap Suci dari cermin "buat kamu kak berusaha lakuin yang terbaik. Apapun itu." Zhul mencium puncak kepala Suci


Suci mengusap lembut kepala Zhul. Tubuhnya berdiri dan berjalan kesamping kursi meja riasnya. Suci menatap Zhul lekat tersenyum manis pada suaminya itu. Suci memeluk tengkuk Zhul dengan kedua tangannya "Makasih yah kak?" ucapnya


Tidak mau tinggal diam. Zhul ikut memeluk pinggang istrinya itu. Menatap lekat wajah Suci. Menatap bibir merah Suci yang sudah rapi dengan riasan. penyatuan bibir itu terjadi. Zhul enggan melepaskan meski kini tangan Suci yang sudah tidak memeluk tengkuknya melainkan tengah memukul-mukul dadanya meminta suaminya itu untuk berhenti dan melepaskan pautannya.


Napas keduannya memburu menghirup oksigen sebisa mungkin. Dirasa cukup Zhul kembali ingin menautkan bibir keduanya. Tangan Suci segera mencegah gerakan Zhul. "kak...!" manja Suci "udah. Nggak bakalan selesai. Udah malam Suci nggak enak sama kak Carla." Jelasnya


"ooppss..maaf sayang!" ucap santai Zhul. Ia merapikan lipstik Suci yang sudah tidak berbentuk itu karena ulahnya.


Suci menatap dirinya dicermin "Astaga kak....!" Suci membelalakkan matanya menatap penampilan dirinya. Hanya karena sebuah ciuman kini penampilannya sudah porak poranda.

__ADS_1


Suci menatap Zhul dengan mata marah-marah manjanya "kalau kaya gini lama lagi kak!" ucap Suci


"Nggak akan lama sayang." Zhul mengembil sisir udah merapikan rambut Suci "kak bantu biar cepat." ucapnya "Nggak usaha pake ya lain sayang. Cukup pakai lipstik lagi aja. Kak nggak mau kecantikan dan kesempurnaan kamu dilihat orang lain. Karena itu hanya untuk kak seorang." tegas Zhul ia memandang Suci dari cermin begitupun Suci.


"Perasaan ini udah biasa aja deh kayanya. Cuma pakai lipstik dari tadi juga!" Gerutu Suci namun tidak sampai terdengar ke telinga Zhul


"Jangan ngambek kaya gitu. Pake acara bibir dimanyungin segala. Udah tahu suaminya lagi laper. Emang mau acara malam ini batal dan kak terkam kamu sekarang!" goda Zhul


Suci bergidik ngeri dengan ucapan suaminya "Kak mending berendam dulu deh pakai batu es yang buanyak sekalian. Biar dan supaya otaknya adem nggak mesum terus!" ledek Suci


"Kak minta di angetin bukan yang dingin-dingin kaya gitu sayang." Setengah teriak Zhul karena Suci yang sudah melangkah didepannya. Dengan segera Zhul melangkahkan kakinya mengimbangi Suci.


"Bi..!" Ucap Suci saat melihat bi Sani dan bi Elah yang belum sadar dari lamunannya.


"Bi..." teriak Zhul


"Aduh kucing. Aduh meong..!" ucap bi Sani dan bi Elah bergantian "iya den kenapa den?" tanya bi Sani


"Jaga rumah baik-baik bi. Saya dan Suci mau keluar!" ucapnya

__ADS_1


"Siapa komandan!" Ucapan bi Sani mendapatkan sikuan dari bi Elah yang ada disampingnya "eh..eh maksudnya siap den!" ucap bi Sani


Suci yang ada didepan bi Sani cekikian ulah ucapan latah bi Sani "Suci dan kak Zhul pamit ya bi?" Suci menatap bi Sani dan bi Elah bergantian


"iya non..hati-hati.." ke-dua pembantunya itu mengantarkan sampai dengan gerbang.


Suci dan Zhul berlalu dari rumahnya.


.


..


...


Mohon dukungannya yah..


jangan lupa like komen dan votenya


baca juga Novel wini

__ADS_1


_ secret love affair _


__ADS_2