Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 84


__ADS_3

🏵️🏵️🏵️ jangan lupa votenya likenya donggggg...


Masih dalam keadaan menunggu jawaban Suci. Eza menatap lekat wajah cantik Suci. "kenapa?.. kenapa kamu diam Suci? katakan padaku apa yang membuatmu terlihat sangat membenciku?" tanya ulang Eza. Dimatanya terlihat amarah dan rasa sedih yang sudah sekian lama ia pendam pada wanita yang kini tepat di depannya.


"a..aku.. hanya sedang..." ucap Suci terbata


Eza menatap Suci dengan rasa penasarannya dengan apa yang akan Suci ucapkan.


Suci menarik nafasnya dalam "maafkan aku kak?"ucapnya dalam hati "aku hanya sedang menjaga perasaan suamiku. Aku tak ingin menyakitinya dengan kesalahpahaman saat kita berdua dekat" ucap Suci "Seperti ini." tegasnya


"Oh tuhan Suci" Eza mengusap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya "kamu bilang sedang menjaga perasaan Zhul?" Ucapnya menatap Suci meminta persetujuan atas ucapannya yang langsung diangguki lamban oleh Suci "Lalu bagaimana dengan perasaan aku Suci?" Eza menitikkan air matanya "Aku disini korban suamimu yang sudah berhasil merebut kamu dari aku. Yang seharusnya bersedih dan kecewa itu aku."Eza memukul mukul dadanya merasa sesak "Tak pernah kah kamu sedikit saja, selama ini mengartikan rasa sedihku rasa kecewaku yang harus berjuang untuk menerima kenyataan saat wanita yang benar-benar aku sayangi yaitu kamu harus menjadi milik dari sahabatku sendiri?" Eza menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, wajahnya sudah merah dan air matanya sudah berhasil lolos untuk keluar. Sudah beberapa kali air mata itu berhasil keluar.


Ucapan Eza terhenti. Kini Eza tengah mendengarkan tangisan Suci yang semakin terisak. Eza sudah bisa menebak jika kini Suci sudah tidak punya alasan dan jawaban lagi dari kalimat yang tadi dirinya pertanyakan.


Suci menunduk dengan air mata yang terus membanjiri kedu pipinya.


Eza perlahan mendekati Suci. Ia merasa sangat bersalah hingga membuat wanita yang ia sayangi harus menangis seperti itu.

__ADS_1


"Maafkan aku Suci?" ucap Eza saat dirinya berada satu langkah didepan Suci. Eza memegangi kedua tangan Suci melepaskan tangan itu dari wajah Suci. Perlahan Eza menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Suci.


"Tidak ada kata terlambat diantara kita" Eza memegangi tangan Suci memberikan kehangatan disana "Kembalilah padaku. Karena aku sangat mencintaimu dan menyayangimu melebihi nyawaku sendiri" ucap Eza.


Indra penciuman Suci mencium kembali aroma yang menurutnya kembali mengoyak isi perutnya. Dengan segera Suci melepaskan tangan Eza dari tangannya, tanpa menjawab sepatah katapun ucapan Eza padanya bahkan tatapannya tidak ia jatuhkan pada kedua manik mata Eza.Suci berbalik untuk segera mencapai wastafel.


"hooekks.." suara muntahan Suci. Berulang kali Suci mencoba mengusir rasa mual itu dengan mencoba memuntahkan semua yang ada dalam isi perutnya. Namun nihil hanya liur yang ia keluarkan. Aroma itu sungguh menyengat untuk Suci.


Suci membersihkan wajahnya kembali ia menatap lekat Eza dari balik cermin "kak..aku mohon menjauhlah, jangan berada didekatku." mohonnya pada Eza


Eza semakin dibuat heran dengan sikap Suci. Bukankah sebelumnya jika Suci mengatakan bahwa dirinya tidak membenci Eza, namun kenapa Suci bersikap seperti itu pada Eza Seolah Eza orang yang menjijikkan untuk berada di dekat Suci.


Suci berbalik dan menatap Eza tanpa penghalang apapun "maafkan aku kak.." ucap Suci diiringi isaknya. "aku tidak pernah membencimu. A..aku menjauhimu hanya karena aku sedang menjaga perasaan suamiku dan maaf jika sikapku hari ini membuatmu sakit hati!" ucapnya tertahan. Suci memejamkan matanya sejenak menarik nafasnya dalam "maafkan aku kak..aku selalu memintamu menjauhiku sekarang karena--" Suci enggan melanjutkan kata-katanya.


"karena apa Suci. Jawablah aku sudah tidak tahan kamu selalu perlakukan seperti ini." ucap Eza


"karena..karena kak Eza bau." ucap suci ragu

__ADS_1


Eza menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja Suci ucapkan padanya. Bukankah keduannya tengah membicarakan hal yang serius namun entah kenapa perkataan Suci sangatlah penuh lelucon bagi Eza.


vote wini dong sayang..sararayang 😘😘


comment : Thor up dong


wini : sabar, dan tolong dimaklum saya terkadang badmood, maklum tengah berbadan dua


comment : thor up nya sedikit mana lama lagi.


wini : hampura nya ka pembaca poin pertama sudah menjawab dan satu lagi berpikiur itu usahanya lebih keras dibanding tinggal baca


comment : thor., ih udah lama sedikit lagi. Jadi malas bacanya


wini : nih disini tuh lucunya. ya kalau malas tinggal duduk manis aja, nginum Kopi ngeteh biar fress. juangan berbicara ceplok batok, MENGHARGAI KARYAWAN ORANG LAIN JUGA IBADAH LOH😎


comment : Thor up.up.. dong nanggung

__ADS_1


wini : pembaca yang Budiman like dong..dong..dongg. vote dong donggggg


__ADS_2