
pusing dan ingin muntah itu yang ada dipikiran Eza saat ini, terbangun dari mimpi panjangnya semalam ia masih belum sadar kalau dirinya tengah berada dikamar yang bukan miliknya
perlahan kesadarannya ia kumpulkan,
"arrgh, pusing banget pala" Eza memijit mijit pelipisnya " dimana ini, kenapa gue bisa ada disini?" eze perlahan mengingat kejadian semalam yang membuatnya putus asa dan berlabuh di club malam sebagai obat laranya karena suci
"kenapa gue nggak pakai baju" Eza mulai membuka selimut yang ia pakai " Sial, kenapa cuma pakai CD doang lagi, dan ini apa ini baju wanita yang sudah compang camping, aarrrrgh apa gue, apa gue udah....?"
"iya kamu sudah,,,? sama aku!" hiks, hiks
DJ cantik itu menangis tersedu, membawa 2 mangkuk bubur yang akan menjadi teman sarapannya
"makanlah supaya kamu bisa mempertanggung jawabkannya, hikss, hikss!?" DJ itu menyodorkan mangkuk bubur satunya pada Eza, eza menerima tanpa memakannya
si DJ makan dengan lahapnya, sesekali tersenyum ke arah Eza, sesekali ia menangis
apa benar aku melakukan hal itu dengannya tadi malam, sungguh tidak mungkin, bahkan wanita itu seolah tidak terjadi apa2, apa mungkin dia wanita penghibur jadi dia ingin memerasku dan mendapat bayaran yang lebih besar ..?
"berapa harga yang pantas untuk membayar hargamu semalam?" tanya eza
"uhuk, uhuk, sang DJ yang sedang melahap buburnya terbatuk mendengar ucapan Eza "kamu tega sekali mengatakan hal itu, kamu bisa lihat baju mahalku bisa robek karena ulahmu, dan lihat bibir sexy ku jadi dower karena ulahmu dan lihat tanda ini, nih.." si DJ memperlihatkan tanda kissmark ditengkuknya pada eza karena ulahnya
"tapi aku benar2 tidak menyadari apa yang aku lakukan tadi malam padamu, kamu tahu kan orang mabuk itu seperti apa?, kamu bisa minta apa saja dariku tapi jangan kamu sebarkan yang terjadi semalam pada siapapun!"
__ADS_1
"kamu tega yah, tega..hikss, hikss" DJ itu memukul mukul dada Eza
"eza menahan tangan wanita itu, tunggu tunggu sepertinya aku mengenal wajahmu" mata eza terus menerawang mengingat wanita yang anda dihadapanya, eza berdiri diatas ranjang dengan bertumpu pada lututnya, menampilkan sebuah benda yang mengeras dibalik CD nya
"lepasin tangan aku," ucap si DJ namun setengah bibirnya menahan tawa melihat pergerakan dibalik CD Eza membuat Eza memelototkan matanya
"ah ya aku ingat kamu sinta kan yang udah nabrak aku!?" Eza berbicara tanpa melepaskan tangan sinta
"upps ketahuan, hehe" ucap sinta yang langsung melepaskan satu tangannya untuk menutup mulutnya
"oh apa mungkin kamu sengaja mau jebak aku, hahh?!" ucap eza lalu menarik satu tangan sinta repleks membuat tubuh Sinta dan eza kembali saling menindih
"kamu mau mengulangi yang semalam za?" tanya sinta yang menggoyang goyangkan pinggulnya mencoba menggoda eza yang berada dibawahnya
kini mereka tidur bersampingan
"apa benar aku melakukannya pada mu semalam?" tanya eza yang tengah memandangi wajah sinta dengan tatapan penuh tanya
"iya, hiks..hikss" sinta membuat wajahnya sesedih mungkin " apa kamu nggak percaya Za, mau diulang lagi supaya kamu percaya?" tantang Sinta
"gila kamu!"
"sini nomor rekening Lo, tar gue transfer duit buat lo supaya Lo bisa tutup mulut"
__ADS_1
"bhahahaha" tawa sinta menggema
membuat eza mengkrinyitkan dahinya
apa sebahagia itu ni cewek denger gue mau kasih duit ama dia
"aku..aku..Hoek, Hoek,,!" Sinta berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan rasa mualnya
apa jangan2 dia hamil ulah gue semalam, aakh masa iya satu malam udah jadi orok apa setokcer itu punya gue
eza menghampiri sinta yang tengah berjongkok mengelurkan bubur yang yang tadi sempat ia makan
"Lo kenapa lo hamil?"
sontak pertanyaan eza membuat rasa muntah sekaligus rasa ingin tertawa Sinta semakin mengembang
"uhuk, uhuk" sinta tersedak muntahnya karena sempat menahan tawa akibat pertanyaan eza
"Lo jawab gue dong"
"iya aku lagi ..
BERSAMBUNG
__ADS_1
HAI KAKAK 2 YANG BAIK HATI JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA, LIKE, KOMEN, DAN VOTENYA, TERIMAKASIH