Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 66


__ADS_3

Zhul dan kliennya keluar dari ruangan dengan Reno yang ada di depan mereka. Mata Suci membelalak memperhatikan tingkah klien pada suaminya itu.


"jabat tangannya lama amat, masa ia sama klien perempuan mesti cipika cipiki" batin suci, tatapannya sinis pada zhul dan wanita yang ada di sampingnya.


"pak..pak.." Reno memberi isyarat pada zhul untuk memperhatikan rajut wajah tamu bosnya yang ada disamping sekertaris novi.


zhul berusaha untuk menolak cipika cipiki berta dan mencoba untuk menghentikan perbincangannya dengan berta yang sudah tidak menjurus lagi pada pekerjaan.


"ya..ya.. berta senang bekerja sama dengan perusahaan anda?" zhul berusaha berbicara lembut agar Berta segera pergi dari perusahaannya. Sebenernya zhul tidak senang harus bekerja sama dengan berta, jika tidak mengingat untuk kebaikan perusahaannya pasti sudah zhul batalkan perjanjian kontrak dengan perusahaan berta.


"terimakasih yah mas zhul, senang juga bekerja sama dengan perusahaan kamu!" berta melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Zhul, ia menatap suci ujung bibirnya ia naikkan sebelah "cantik juga ni cewek tapi aku yakin dia seperti aku yang tengah mengejar cinta zhul" batin Berta.


zhul menghela nafas panjang "akhirnya rubah menyebalkan sudah pergi juga" batin Zhul ia mengelus dadanya saat dirinya ingin melangkah lagi keruangannya, tiba tiba saja reno menarik lengannya.


"kenapa lagi Reno..? udah tahu hari ini gue lagi bad mood!"


reno menjulurkan tangannya seolah mengisyaratkan pada zhul seseorang yang ia rindukan ada disamping sekertarisnya tengah duduk berdampingan dengan novi namun sedikit tidak terlihat dari pandangan zhul.


alhasil reno menarik tangan dan tubuh zhul, sehingga kini posisi zhul berdiri, ada didekat reno.


zhul menatap Reno " dodol, kenapa nggak bilang dari tadi..!" bisik zhul pada reno "apa suci lihat semuanya?" tanyanya masih berbisik


reno hanya tersenyum menatap zhul kilas, dengan segera zhul menghampiri istrinya yang tengah berpura pura menatap layar ponselnya.


"sayang kapan datang? sama siapa kesini?"zhul bersikap manis semanisnya pada suci.

__ADS_1


suci mengambil ponsel Zhul yang ada ditasnya "cuma mau ngasih ponselnya kak aja, takutnya penting! takut mau telpon klien yang tadi!"


Novi dan reno tertawa kecil melihat tingkah suami istri itu,


suci hendak beranjak dari duduknya, dengan segera zhul memeluk tubuh suci "maaf...? jangan kemana mana, kak masih kangen..!" manja zhul untuk meluluhkan hati suci


"suci mau keruangan kak zhul, apa nggak boleh? apa suci mesti duduk disini aja kaya tamu yang nggak diundang!" ketus Suci


"Masya Allah boleh dong sayang!" zhul menatap Reno agar segera membawa bekal yang suci bawa, dan segera reno meraih bekal itu.


ketiganya berjalan bersama keruangan zhul, suci berbalik menatap pada Novi "mbak novi kok diam disitu, ayo ikut makan siang bersama!" ajak suci


"maaf Bu, saya ada janji makan siang sama suami saya!" tolak novi halus


****


ketiganya tengah makan di ruangan Zhul, zhul selalu mencari kesempatan untuk menggoda ataupun sekedar mengajak berbincang istrinya yang terlihat masih marah itu.


"sayang, ini kamu yang masak, sumpah enak banget!" zhul menatap suci namun Suci masih sibuk melahap makanannya,


"tolong kasih tahu kak ren, ini bukan aku yang masak tapi bi elah!" ucap suci ia menatap reno dan mengacuhkan zhul.


"bos kat---" ucapan reno terhenti kala zhul memotong ucapannya


"diem, udah tahu jawabannya!"

__ADS_1


"sayang udah dong jangan diemin aku kaya gitu!" zhul memegangi tangan kiri suci "kalau kamu masih ngambek kaya gitu kak gak mau makan ahh!" zhul menyimpan sendok dan menjauhkan makannya,


"kak yang salah, kak yang ngambek! idiih... nggak malu apa sama umur" suci tetap menyantap makanannya tanpa mengalihkan pandangannya pada zhul


"haha..." gelak tawa reno, kini ia bahagia karena zhul bisa kalah, bisa malu, bisa diam dengan perlakuan istrinya itu, biasanya dirinya yang selalu menjadi bulan bulanan zhul. "karma dibayar tunaiii" batin reno


"nggak usah ketawa kaya gitu" zhul melempar tisu yang ia gunakan untuk mengelap bibirnya pada Reno. "sana lo keluar, udah selesaikan itu makan?"


"ya zhul gue masih pengen nambah lagi" reno memelas


"minta si Ayu masakin buat Lo!" zhul mendorong tubuh reno untuk keluar dari ruangannya, ia ingin segera merayu suci yang sedang marah padanya, ia akan mengeluarkan jurus andalannya.


.


..


...


jangan lupa like komen dan votenya


ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"


baca juga Novel wini di


"secret love affair

__ADS_1


__ADS_2