
Suci berniat untuk pergi ke kantor zhul mengantarkan ponsel Zhul yang tertinggal karena suaminya itu terburu buru saat akan berangkat bekerja.
Ini pertama kalinya untuk Suci pergi kekantor suaminya itu, dulu sering zhul mengajaknya namun ia selalu menolak saat itu perasaannya pada zhul belum seperti saat ini, ia malu jika zhul harus memperkenalkannya pada semua staf diperusahaanya karena suci dulu berpikir tidak akan ada perasaan yang lebih pada zhul dan kemungkinan terbesarnya perpisahan dalam waktu yang cepat yang akan mereka lakukan mengingat pernikahan mereka terjadi hanya karena sebuah perjodohan yang sama sekali tidak suci ketahui sebelumnya.
Kini suci menenteng sebuah bekal makanan untuk zhul dengan porsi yang lumayan banyak, ia sebelumnya teringat akan Reno yang menurut zhul selalu berdampingan dengannya saat berada dikantor ataupun saat istirahat jam makan siang, makanan spesial untuk suaminya ia bawa dengan senyum menghias dikedua ujung bibirnya,
Rasa mual, sakit kepala dan keringat dingin yang sering menyerang seolah tengah bersahabat dengannya, suci memasuki lobby perusahaan zhul setelah ia turun dari taxi online yang ia pesan, suci tidak membawa mobil karena mood nya sedang tidak ingin ia mengendarai mobil.
"selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang pria muda yang menjabat sebagai resepsionis diperusahaan zhul
"Saya mau bertemu dengan pak zhu!" suci belum mau menyebut jika zhul adalah suaminya
""apa ibu sudah membuat janji sebelumnya?"
suci menggeleng dengan senyum manisnya "belum.." jawabnya masih dengan santai "beritahu saja pada sekertarisnya jika suci ingin bertemu!"
"baik, tunggu sebentar bu!"
resepsionis muda itu menelpon sekertaris zhul, tak lama ia menatap pada suci
"Bu maaf atas ketidak sopanan saya? mari saya antar!" kini resepsionis menuntun suci untuk keruangan zhul.
suci tahu jika novi sekertaris suaminya itu sudah memberi tahu jika suci adalah istri zhul pada resepsionis yang kini tengah menuntun suci, karena zhul pernah bercerita jika di kantornya hanya novi yang mengetahui jika dirinya sudah menikah dengan suci, dan Novi pernah melihat foto suci yang ada di meja kerja zhul.
beberapa pegawai zhul tengah menatap suci yang berjalan dengan seorang resepsionis yang mengarahkannya, beberapa dari mereka memuji kecantikan dan penampilan suci,
"siapa yah cantik sekali!"
"pemandangan yang luar biasa"
__ADS_1
begitulah beberapa pujian dari mereka.
suci sampai pada lantai 5 dimana ruangan suaminya itu berada,
"ibu suci.." ucap novi menghampiri suci, ia masih menerawang wajah suci sedikit berbeda dengan fotonya "ibu Suci terlihat sangat cantik sedikit berbeda dengan foto anda!" puji Novi
"Mbak Novi bisa saja, trimakasih pujiannya..!"
"saya mengatakan yang sebenarnya Bu!"
keduanya berbincang seperti telah saling mengenal lama.
"apa tidak apa-apa bu menunggu sebentar disini pak zhul sedang meeting didalam?"
"ya tidak apa-apa! kenapa meeting diruangan kak zhul, kenapa tidak meeting diruangan khusus saja?" tanya suci
"ah iya Bu, itu permintaan klien bu?"
"mbak Novi, sudah berapa bulan? boleh saya mengelus perutnya?" tanya suci
"silahkan Bu, ini sudah delapan bulan!" jelas novi
perlahan suci mengelus perut buncit novi, membuatnya sedikit menitikkan air mata "apa bayinya sering bergerak atau menendang?"
"iya Bu, kenapa ibu menangis?"
suci menghapus air matanya "Alhamdulillah mbak novi saya juga sedang mengandung, saya senang saat mengelus perut mbak novi, membuat saya ingin menangis!" jelasnya
"Alhamdulillah, sudah berapa bulan Bu?"
__ADS_1
"1 bulan Mbak.."
"betapa bahagianya pak zhul yah Bu! pantas saja Bu saya sering lihat pak zhul tersenyum senyum sendiri, sering menanyakan pada saya, bagaimana menjadi seorang ibu hamil!" zhul tahu jika novi sekertarisnya sudah berpengalaman mengenai cara mengatasi bad mood seorang wanita yang tengah mengandung mengingat dirinya sudah mempunyai 2 orang anak yang salah satunya tengah ia kandung
"sangat bahagia!" suci mengungkapkannya dengan gembira "kenapa mbak novi blum cuti?"
"ah iya Bu, mungkin tinggal beberapa hari lagi" ucapnya "pak zhul sedang menyeleksi beberapa pengganti saya Bu!" bisik novi pada suci
"benarkah?"
"iya bu hanya pak zhul ragu, kebanyakan menurut zhul mereka hanya pintar dalam berdandan tapi kurang berpengalaman!" masih membisikkan
ditengah obrolan keduannya pintu ruangan Zhul terbuka
ada Reno berjalan didepan, zhul dan kliennya berada di belakang,
mata suci membelalak melihat perlakuan klien pada suaminya..
.
..
...
jangan lupa like komen dan votenya
ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"
baca juga Novel wini di
__ADS_1
"secret love affair