
Suci merapikan rambutnya di depan meja rias yang ada di kamar. Pagi ini ia harus bersiap-siap karena zhul suaminya akan berangkat bekerja. Meski Zhul ataupun Suci sangat berat untuk keduanya saling berpisah walau untuk urusan pekerjaan. Namun Suci membiarkan suaminya itu bekerja dan Zhul dengan berat hati harus meninggalkan suci di rumah.
Ponsel suci yang ada di atas meja rias berdering satu panggilan yang membuat senyumnya melebar "Lala.." batin Suci. Dengan segera ia mengangkat panggilan itu.
"Assalamualaikum Lala" ucap Suci "Wa'alaikum salam kak cantik" Jawab Lala dari ujung telepon
"bagaimana kabar kamu, ibu dan bapak dek?" tanya Suci
"Alhamdulillah sehat Kak! kakak cantik bagaimana kabar dede bayi yang ada di perut Kakak?" tanya Lala
Suci mengelus perutnya yang masih rata, ia mengingat jika saat dirinya dan Zhul pulang dari rumah Bunda, ia segera menghubungi dan memberitahu kehamilannya pada adiknya berniat untuk memberitahu kedua orang tuanya namun Lala yang tengah mengadakan camping sekolah tidak bisa menyampaikan pesannya pada kedua orang tua suci "allhamdulillah sehat dek!" jawabnya. Terdengar beberapa orang yang tengah memperebutkan ponsel Lala dari ujung telpon. Suci tersenyum mendengar hal itu.
" Assalamualaikum cantik" ucap Ibu Suci yang baru saja merebut ponsel dari Lala
"Waalaikumsalam ibu. Ibu bagaimana kabar ibu dan bapak?" Suci mulai menitikkan air matanya, Hatinya gembira mendengar suara ibunya.
"Allhamdulillah Ibu dan bapak sehat cantik" jawab ibu "bagaimana kabarmu dan suamimu nak?" tanya ibu
"Suci dan kak Zhul sehat Bu"
"kamu sedang hamil nak?" tanya ibu memastikan ucapan Lala
__ADS_1
"iya bu Suci hamil!" riangnya, ia mencoba menyembunyikan tangis kebahagiaannya dari ibu
" Alhamdulillah cantik Ibu mendengarnya sangat senang dan bahagia!" dari ujung telpon terdengar lagi seorang yang akan merebut ponsel itu dari genggaman Ibu.
"Assalamualaikum Nak!" salam bapak
"bapak, wa'alaikum salam pak. Suci kangen sama Bapak!" manja Suci
"Bapak juga kangen. Kapan kamu pulang nak?"
"Insya Allah secepatnya Suci pulang Pak"
"Iya cepet ke sini Bapak pengen cepat-cepat lihat bayi kamu" dari ujung telepon Suci mendengar tepukan pada pundak seorang yang tak lain adalah Bapaknya. Ketiga orang dari ujung telepon itu tengah berdebat membuat Suci tertawa mendengarnya .
mendengar pertanyaan bapaknya suci terbahak "Baru satu bulan Pak, masih rata. Doain Suci Bapak. Insya Allah Suci pulang secepatnya!" air matanya tumpah kala mengingat kerinduan pada kedua orang tuanya.
ceklekk..
pintu kamar mandi Zhul buka. Suci mencoba menyembunyikan rasa sedihnya, ia memalingkan wajahnya dari Zhul.
Zhul terus menatap kearah suci dan berjalan ke arahnya. Suci memberi isyarat pada Zhul dengan mulut mangap menganggapnya tanpa suara mengisyaratkan telepon tersebut dari orang tuanya. Membuat Zhul mengangguk-angguk mengisyaratkan untuk Suci melanjutkan obrolan itu.
__ADS_1
"Nak..? tanya bapak memastikan jika panggilan telponnya dengan Suci masih tersambung.
"Iya pak. Bapak dan Ibu jaga kesehatan ya? Pak Insya Allah Suci pulang ke kampung secepatnya" Suci Kembali menegaskan
"Iya nak kamu juga jaga kesehatanmu! nurut sama suamimu! Jaga kandunganmu ya nak!" titah bapak
"Iya Pak, bapak juga banyakin istirahat yah pak, jaga kesehatan!"
"iya nak, assalamualaikum!"
"waalaikum salam"
Sambungan telpon terputus, dalam hatinya Suci masih ingin berlama-lama lagi berbincang dengan kedua orang tuanya. Tapi matanya menatap Zhul yang sudah rapi dengan kemeja dan jas kerjanya.
.
..
...
**jangan lupa like komen dan votenya
__ADS_1
baca juga Novel wini
- secret love affair** -