
zhul berbaring lemah diranjang miliknya, menatap langit langit, memikirkan kejadian yang untuk pertama kalinya ia tidur sekamar bahkan satu ranjang dengan suci istrinya,
"hehe", senyumnya lebar menghiasi bibir manisnya
setelah moodnya hilang karena keusilan adiknya putri yang terus menerus menanyakan tentang kakak iparnya, zhul kembali menata kenangannya ketika melihat raut wajah suci dengan gugupnya menatap dirinya yang tengah melihat kemolekan tubuh istrinya itu, meskipun kejadian itu tidak disengaja suci karena kegugupannya akan tatapan zhul sehingga anduk yang ia pakai harus terlepas
"haha" zhul terbahak mengingat kejadian itu
jam 3 siang, zhul sama sekali blum berniat memberi tahu suci jika dirinya sudah pulang dari kantor dan sekarang sedang dirumah bundanya, atau sama sekali tidak ingin mengangkat telpon dan membalas pesan atas perhatian istrinya itu
sejumlah pesan yang menanyakan tentang dirinya
_"kak zhul lagi apa sekarang?"_
_"kak udah makan siang belum?"_
_"aku aku masak belut tepung kesukaan kakak loh!"_
zhul tersenyum melihat pesan istrinya itu namun tidak ingin membalas, karena Zhul tahu jikalau dia membalas salah satu pesan itu, pasti istrinya akan selalu meminta Videocall, sungguh harus menjawab apa jika sampai suci melihat wajahnya yang memar dan beberapa yang diselimuti plester itu
hingga zhul terlelap, mata adik jailnya selalu saja mengintipnya, "haha, kakak sudah tidur Putri pinjem ponselnya yah, putri mau telpon kak cantik dulu, mau minta dibawain es buah segar, habis kak peliiit nengokin aku nggak bawain aku apa2,huuuh..." dengan mengendap enadap putri keluar dan langsung memasuki kamarnya
dengan mudahnya putri membuka ponsel kakaknya itu, tak lama berselang suara khas panggilan tersambung pun masuk
__ADS_1
tuut..
tuut..
disebrang sana suci sedang bergelut dengan celemeknya mempersiapkan masakan untuk makan sore bersama suaminya, mendengar ponsenya berbunyi di saku celananya mengurungkan niatnya untuk membersihkan sayuran yang ia pegang, dan langsung tersenyum melihat siapa yang menelepon dirinya
"kak zhul" batinnya
"assalamualaikum kak, sudah makan siang?" cerocos suci
"wa'alaikum salam kak"
"iya.."
"halo kak,,kak..?" tanya putri
"iya hallo"
"kak ini Putri, kak cantik masih ingat Putri kan,hehe" pertanyaan Putri seolah-olah sedang mengejek suci karena semenjak dirinya pindah kerumah zhul belum pernah ia mengunjungi Putri dan bundanya zhul
"ah, iya sayang bagaimana kakak bisa lupa kepadamu yang imut itu!" membuat senyum merona diwajah Putri
"ok, kak kerumah yah sekarang, bawain suci es buah tiga eh empat bungkuslah, buat bunda, putri, kak suci, dan kak zhul" ucap putri mengeja siapa saja yang akan menerima pesanannya itu
__ADS_1
"apa ada kak Zhul dirumah bunda sayang?" tanya suci penasaran karena yang ia tahu sekarang pasti suaminya sedang berada dikantor, mengingat perkataan suaminya semalam yang mengatakan kalau ada meeting penting yang zhul harus tangani sendiri
"iya ada kak, wajahnya memar kali abis main gulat, upppss....ya udah ya kak jangan lupa bawain es buahnya!"
tutt..
tuut..
putri langsung mematikan telepon dengan kakak iparnya itu, ia teringat perkataan bunda untuk tidak memberi tahu suci dengan apa yang dialami kakaknya
ah bunda, kak zhul maafkan Putri yah bukan maksud putri kasih tahu kak cantik, putri cuma mau es buah doang kok kak
putri bergegas meletakkan ponsel Zhul kembali penuh dengan kehati harian
_________
suci bergegas mengambil kunci mobil, ya itu mobil yang sengaja zhul berikan padanya, karena zhul tahu bahwa suci bisa mengendarai mobil dan tidak ingin melihat istrinya itu selalu diantarkan ojol atau taksi online
suci berpamitan pada bi elah, bahwa dirinya akan menginap dirumah bunda dan memintanya bisa elah untuk membungkus belut tepung itu agar ia bisa menyuapi zhul dirumah bunda
"bi nanti kunci aja yah pintunya, sepertinya saya dan kak Zhul akan menginap dirumah bunda" ucap suci sembari memasukan makanan favorit suaminya itu
suci bergegas menuju kerumah bunda, dengan perasaan yang terus saja membuatnya khawatir terhadap apa yang telah terjadi kepada suaminya itu
__ADS_1