Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 30


__ADS_3

"pagi Tante" ucap seseorang wanita pada mamah Eza


"nak Sinta, mari masuk!" Titah mamah eza


Eza pura pura tertidur diranjang kesakitannya, sudah lima hari ia berdiam tanpa menyentuh makanan yang diberikan rumah sakit itu, melamunkan sesuatu yang ia anggap tidak akan melihatnya lagi.


"Tante, benar Eza sudah sadar? maafkan sinta ya Tan, baru bisa jenguk kemarin sinta ada pekerjaan diluar negeri"


"nggak papa nak Sinta"


"apa Sinta mengganggu Tan?, sepertinya Eza sedang tidur?"


mamah eza mendekatkan bibirnya ke telinga Sinta seraya berbisik" Eza tidak tidur sin, dia hanya sedang melamun, tanpa makan?"


sinta mengkeritnya dahinya


"boleh sinta bantu Tan?"


diangguki mamah Eza


sinta mendekati ranjang kesakitan Eza, "pagi Za, boleh aku duduk disamping kamu?" tanya sinta yang langsung duduk dan memegangi nampan makanan disamping Eza tanpa mendengar persetujuan dari Eza


"katanya belum makan yah? mau aku bantu suapin?"


"Ezaaa" seseorang memeluk Eza yang berbaring berlawanan dengannya


"kamu udah baikan, aku kangen sama kamu Za" ucap wanita yang baru datang itu, mamah Eza mulai berdiri menyambut kedatangannya keduanya cipika cipiki, sinta hanya memperhatikan dan menatap eza yang kini berbalik badan kehadapan 3 wanita yang ada diruangannya memicingkan matanya seolah tidak suka dengan kedatangannya


"mamah, kenapa baru kasih tahu tari, kalau kak Eza mengalami kecelakaan?"


"iya maaf sayang, Mamah cuma nggak mau mengganggu pekerjaan kamu aja"


"mamah diakan calon suami tari, apapun yang terjadi tari mau berada disamping Eza mah" tari mulai memeluk mamah Eza manja


"siapa wanita ini mah?"


"oh ya kenalkan sayang ini sinta"


" aku sinta, maaf aku tidak sengaja membuat eza seperti ini" ucap Sinta menjulurkan tangannya pada tari

__ADS_1


"oh jadi kamu yah yang sudah buat calon suamiku ini koma, kamu seharusnya sekarang sudah membusuk dipenjara tahu nggak sih!"


" diam kalian" semua mata tertuju pada Eza,


"mah please Eza butuh waktu sendiri" Eza memohon pada mamahnya


lantas mamah, tari dan Sinta keluar dari ruangan Eza


sebuah pesan masuk pada ponsel eza


"pak saya sudah mendapatkan alamat rumah suci" isi pesan itu


senyum sumringah terpancarkan dari wajah tampan Eza


-----------


Ting tong..


Ting tong..


"maaf cari siapa ya Bu?" tanya pak Asep security rumah zhul


"oh iyaa pak maaf tadi saya langsung masuk kerumah ini, saya Carla pak, apa benar ini rumah suci?" tanya Carla


"bisa saya bertemu dengan suci pak?"


"bisa ikut saya ke pos Bu, nanti saya sambungkan dengan ibu suci"


Carla mengangguk dan berjalan mengikuti pak Asep


terlihat pak asep yang sedang menelpon itu, sesekali mengangguk angguk, bisa dilihat sepertinya ia sedang menghubungi tuannya.


"baik Bu, silahkan tunggu dulu disini"ucap pak asep


tak lama menunggu seorang gadis cantik dengan rambut lurus dibawah bahu menghampiri Carla


"kak carla" sapa suci


"cantik, apa kabar, gimana kabar kamu?"

__ADS_1


"baik kak" keduanya berjingkrak jingkrak layaknya anak kecil


"ayo kak masuk?" ajak suci


carla terpesona dengan keindahan rumah itu, "cantik ini rumah siapa?" tanya carla


"rumah suami Suci kak"


"suami"


hah itu sebenernya niat kedatanganku untuk menanyai suci perihal suaminya


"siapa suami kamu cantik, kenapa kamu nggak kasih tahu kakak kalau kamu sudah menikah" ucap Carla


"ehhmm" seseorang memotong pembicaraan kedua sahabat itu


"pak CEO" ucap Carla kebingungan" jadi pak CEO itu suaminya kamu cantik" carla bergantian melirik suci dan zhul


"iya" zhul menjawab dan mendekap suci


"kakak lepasin" ucap suci karena melihat carla yang membelalakkan matanya


"duduk kak Carla, mau minum apa?"


"tidak usah cantik, sebenarnya kedatangan kakak kesiniii?" carla menggantung ucapannya


"ada apa kak" suci Dan zhul kebingungan melihat tingkah Carla


"gimana yah ngomongnya"


"bicara saja, apa yang ingin kamu sampaikan" zhul menegaskan


"pak Eza masuk rumah sakit, dan sekarang pak Eza baru terbangun dari masa kritisnya"


tak terasa mendengar cerita Carla membuat air mata suci terjatuh, entahlah ia lupa dengan keberadaan zhul disampingnya atau apa namun ia meminta lebih cerita dari Carla Kini suci duduk disamping Carla


"cantik pak Eza ingin sekali bertemu dengan kamu!" satu kalimat dari carla membuat tangis suci pecah


"antarkan aku kerumah sakitnya kak!" ajak Suci menarik tangan carla, mata carla memberi isyarat pada suci bahwa ada mata yang sedang memperhatikan sikapnya.

__ADS_1


"pergilah, maaf kak nggak bisa anter kamu" ucap Zhul


"makasih kak zhul" suci memeluk tubuh zhul sebagai ungkapan terima kasihnya


__ADS_2