
Bi Sani menatap Suci yang tengah terduduk di tengah tangga, suaranya sedikit terisak pandangannya ia tenggelamkan pada kedua pahanya, dan tangannya ia tekan pada kedua lutut kakinya.
"non..non kenapa?" tanya bi Sani
"eh bibi, anu bi mata suci perih kayanya kelilipan!" bohongnya
"aduh non, apa gara2 bibi yah pas bersihin rumah kurang bersih!"
"nggak bi, ini salah Suci!" ucapnya tidak ingin membuat bi sani tambah bertanya tanya lagi padanya "yaudah bi suci mau bikin ayam kecap kesukaan kak Zhul dulu" suci lantas meninggalkan bi Sani menuju dapur,
Didapur Suci mendapati bi Elah yang tengah menyiapkan bahan-bahan makanan untuk ia masak,
"non,,non kenapa sakit?" tanya bi Sani
"nggak bi, tadi cuma kelilipan!" jawab suci "bantu suci yah bi, suci mau masak ayam kecap kesukaan kak Zhul!"
"iya non.."
Suci memakai celemek dan bersiap untuk masak, tangan kanannya bersiap memegang pisau untuk memotong beberapa bahan yang ia perlukah, tubuh suci memang berada didapur Namun hati dan pikirannya masih menanyakan mengenai perubahan sikap suaminya,
"auww,," pekik suci ketika pisau yang tajam mengenai jarinya, ia meniup2 luka yang semakin terasa perih itu,
"astaghfirullah non, kenapa bisa begitu!" ucap bi Elah melihat darah segar yang keluar dari jari suci
"tadi kurang hati2 bi" jelasnya "ya udah bi lanjutin aja yang masaknya, Suci mau ambil plesteran dulu!"
"baik non, mau bi bantu non!"
"nggak usah bi, bi lanjutin aja masaknya Suci takut kak zhul keburu bangun!"
"iya non.."
Suci berlalu dari dapur ia memilih taman tempat ia duduk, bukan untuk menyembuhkan lukanya tapi ia sedang berusaha untuk menyembuhkan hatinya dengan sikap zhul padanya,
"seberapa bencinya kak zhul padaku?" lirihnya "kenapa dia tidak memberikanku kesempatan untuk berbicara dengan apa yang terjadi?" suci mulai menangis, ia duduk disebuah taman bunga yang dulu zhul siapkan untuknya.
****
bi Sani menaiki anak tangga menuju kamar tuannya, setelah mendapat telepon dari zhul melalui telpon dapur bi sani diminta tuannya itu untuk segera menemuinya.
tokk..
__ADS_1
tokk..
"Den, ini bi Sani?"
"masuk" Suara zhul dari dalam kamar
ceklekk..
bi sani membuka kamar zhul, Zhul terduduk di ujung ranjangnya dengan pakain lengkap bukan hanya memakai celana boxer seperti yang terakhir suci lihat.
"duduk bi!" titahnya "disofa bi, jangan dilantai!" ucap Zhul ketika melihat bi Sani akan duduk dilantai
"maaf den, ada apa yah den manggil bibi?"
"tadi ada tamu yah bi!"
"iya den"
"siapa namanya bi?"
"den ganteng...duh aduh..maaf den bibi salah ngomong" bi sani melihat wajah zhul yang tak mulai bersahabat "anu siapa yah namanya, za..za..Reza..za.. itulah den bibi lupa.!"
"katanya sih mau nganterin bubur pesanan non suci den, lengkap loh den sesuai dengan pesanan non suci"
"trus mereka ngobrol berdua bi? ngobrolin apa aja itu bi!"
"boro ngobrol berdua den, bibi aja mau ambil air buat za..za itu nggak boleh sama non suci, tangan bibi langsung ditarik nggak boleh kemana2!" jelas bi Sani
zhul mengangguk nganggukkan kepalanya
"den itu tamu manggil non suci cantik, tapi dia juga bilang kalau bibi cantik den, hehe.. tamunya pintar gombal den"
zhul bergidik ngeri mendengar ucapan bi Sani "ya udah bi makasih yah, jangan bilang suci saya tanya ke bibi?"
"siap den" bi sani melangkah, namun langkahnya terhenti, ia kembali menatap tuannya itu yang tengah berpikir "den bibi boleh nanya? kok non suci kelihatannya lagi ngidam yah den? pengen bubur pagi2, trus semalam pengen martabak telor.." tanyanya
"iya bi suci lagi hamil"
"Alhamdulillah den, udah berapa bulan den?" senyum terlukis di wajah bi Sani
"astaghfirullah bi, saya lupa mau cek ke dokter, saking sibuknya urusan pekerjaan saya lupa sampai lupa dengan kandungan istri saya!" ucapnya
__ADS_1
"walah den nggak boleh begitu, kasian non Suci sama dedek bayi didalam perutnya" ucap bi sani
"iya bi saya minta maaf!"
"loh den Zhul kenapa minta maaf sama bibi, sama non suci atuh den!"
"iya..iya bi lupa" pikiran zhul masih teringat dengan kedatangan eza kerumahnya sungguh hatinya tak senang dan tak ridho jika istrinya dekat atau hanya sekedar berteman lagi dengan Eza.
"den..kalau ngadepin ibu2 yang lagi hamil muda mesti sabar2 loh den!"
"kenapa bi?"
"hati dan perasaannya sering berubah ubah den, apa yah itu bahasa gaulnya..." bi sani memikirkan ucapannya
"suka bad mood bi!" ucap Zhul menjawab ucapan bi Sani
"iya den, dulu aja bibi pas hamil muda si Joko" bi sani menyebut nama anaknya "suka gampang marah, ada masalah dikit aja bibi suka nangis, kepikiran aja den, kadang juga ada yang bawaannya egois den, pengen menang sendiri trus malah ada yang cemburuan den malahan ada yang lebih parah lagi den..." bi Sani menggantung ucapannya
zhul menelan salivanya susah "apa lagi bi, jangan bikin saya penasaran!"
"ada.. ada yang nggak mau deket2 sama suaminya den, parahnya lagi ada yang sama sekali nggak mau disentuh suaminya"
"APA..." Zhul mengelus2 dadanya "Alhamdulillah suci nggak begitu, suci selalu ingin dekat2 denganku, tadi aja dia ingin peluk2 terus" batin Zhul
"iya begitu den, tapi setiap ibu hamil berbeda yah den prilakunya, kaya tadi non Suci den yang kelilipan mata kiri yang merah yang kiri dan kanannya, mana merah banget den sampai nangisnya sesegukan gitu!" jelas bi Sani
zhul bangun dari duduknya "trus sekarang suci dimana bi?" tanyanya gelisah
"non katanya mau buat ayam kecap kesukaan Aden, sepertinya non sekarang ada didapur den!"
zhul dengan tergesa ia keluar dari kamarnya, menuruni tangga, dirinya ingin segera menemui suci didapur, memeluknya dan meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan pada suci.
.
..
...
jangan lupa like komen dan votenya
ikutin juga yah akunku "wini"
__ADS_1