Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 74


__ADS_3

Zhul memegangi pundak Suci dari belakang, menghadapkan pandangannya agar menatap dirinya. Zhul berjongkok bertumpu pada kedua lutut kakinya memegangi kedua tangan Suci. Keduanya sudah saling berhadapan.


"ada apa?" tanya Zhul lembut


"pengen pulang.." manja Suci. Ia bermaksud untuk menyembunyikan rasa sedihnya atas rindunya pada kedua orangtuanya dikampung


Zhul mengangguki ucapan Suci "jangan nangis.. kita pulang kerumah kamu secepatnya..!"


"benarkah..?" tanya gembira Suci


"iya. Secepatnya kak atur waktu untuk kepulangan kita.." jelas Zhul


Senyum sumringah terpampang jelas di wajah cantik Suci "cupp..cupp.." beberapa kali Suci menghujani ciuman pada wajah suaminya itu.


Zhul mencibirkan bibirnya pada Suci "Trus aja di cium. Sekalian ini yang lama!" Zhul menunjuk bibirnya "Sekalian kak lebih lama lagi dikamar sama kamu. Trus ya kak nggak usah kerja deh!" ucapnya


Suci mengelus pipi Zhul "maunya itumah!" goda Suci. Ia memainkan jarinya di bibir Zhul


"hufft.." dengan cepat Zhul menggigit kecil jari Suci dengan bibirnya


"kak lepasin! ini namanya KDRT tahuu.!"


"ya..ya..kalah deh.." Zhul melepaskan bibirnya yang mengunci jari Suci


Suci menarik tangan Zhul untuk berdiri. Sementara yang ditarik tak tinggal diam untuk memanfaatkan kesempatan. Zhul memeluk Suci menuntun tangannya untuk melingkar dileher Zhul.

__ADS_1


"kak sayang kamu.." Zhul mulai melakukan aktivitas yang menurutnya sangat menggemaskan itu.


Suci terbawa suasana. Ia memejamkan matanya dengan apa yang Zhul lakukan pada bibirnya. Suci mendorong tubuh Zhul, menghentikan aktivitas yang tidak akan berhenti itu jika salah satu dari keduanya tidak ada yang saling mengingatkan.


"udah..mau siang tuh!" sindir Suci. Ia menuntun pandangan Zhul pada jam dinding yang ada dibalik tubuh Zhul


Zhul menghela nafas kasarnya "ok kita lanjutkan setelah kak pulang!" tegasnya


"maunya itumah!" Suci melepaskan pelukannya pada Zhul. Ia berjalan meninggalkan Zhul dalam kamar. Dengan segera Zhul menyesuai langkahnya dengan langkah kaki Suci.


Sudah menjadi kebiasaan keduannya. Dulu sebelum Suci mengandung. Zhul lah yang selalu Suci suapi. Namun saat Suci mengandung hal itu berbanding terbalik. Suci selalu bermanja pada Zhul dan meminta Zhul untuk menyuapi dirinya.


****


Sinta memasuki apartemennya, rasa lelahnya semakin bertambah saat ia harus bergantian untuk mengunggu Ibunya yang masih berbaring dirumah sakit dengan adiknya Tio. Shinta sengaja pulang ke apartemennya dini hari karena pekerjaannya di club malam yang mengharuskannya. Niatnya hanya ingin pulang untuk berganti pakaian dan langsung pergi kerumah sakit lagi untuk segera menemui ibunya.


"buat gue apa sih yang nggak bisa dan nggak gue nggak tahu!" jawabnya "Lo baru pulang?" tanyanya "kemarin kemana? katanya lo nggak masuk kerja?"


"kepooo... pulang lo sana! gue mau tidur..!" sarkas Sinta


"gue nggak m-a-u.."


"Eza.. nggak ada untungnya Lo terus disini?"


"ada, gue mau mastiin sesuatu dulu sama Lo!"

__ADS_1


"apa..? cepet ngomong?"


"gue mau Lo temenin gue be-so-k ma-lam ke weddingnya temen gue! ha-rus dan nggak usah no-lak" Eza mengeja kata yang menurutnya penting


"kayanya gue sibuk Za!" Sinta menggaruk kepalanya yang tidak gatal, mencari alasan yang tepat untuk menolak permintaan Eza


"bener Lo yah sin, Lo nyebelin banget" jawab Eza "gue bayar Lo lebih dari kemarin deh!"


Sinta menimang nimang penawaran yang Eza berikan padanya "demi ibu aku harus ambil kesempatan ini" batin Sinta "ok deh kalau gitu, gue setuju" jawab Sinta


"thanks babe, cupp.." Eza mencium kening Sinta


Sinta mematung dengan apa yang Eza lakukan terhadapnya. Eza yang dulu sering mencium bibirnya secara kasar kini mencium keningnya dengan begitu lembut.


"thanks yah" Eza memeluk tubuh Sinta dan melepaskannnya segera. Ia menatap Sinta "Sesuai keinginan lo, gue pulang sekarang.." ucapnya "Lo tidur yang nyenyak supaya untuk dan biar Lo tambah cantik untuk bergandengan dengan gue yang tampan ini!" Eza memegangi pundak Sinta "gue pulang.." pamitnya. Ia berlalu dari pandangan Sinta yang hanya bisa mangut-mangut seolah tengah tersihir oleh perlakuan Eza.


.


..


...


jangan lupa like komen dan votenya


jangan lupa ratting bintang limanya yah

__ADS_1


baca juga Novel wini


- secret love affair -


__ADS_2