
suci tertidur di sofa ruang tamu menunggu kedatangan suaminya zhul bahkan saat zhul mengetuk pintu suci tidak terbangun dalam mimpi indahnya.
"kenapa suci tertidur di sofa bi?" tanya zhul setelah bi Sani membukakan pintu untuknya
"maaf den, non suci menunggu kepulangan den Zhul sampai ketiduran disofa" jelas bi Sani
zhul meletakkan tas kerjanya, memandang wajah cantik istrinya yang terlihat kelelahan itu dan segera menggendong suci menaiki tangga untuk menidurkannya dikamar mereka, setengah jalan menuju kamarnya Suci terbangun, merasa dirinya seperti sedang melayang,
"kak zhul!" suci membuka matanya perlahan
"sayang kak nggak mau lihat kamu sampai ketiduran di sofa lagi!" ucap Zhul
"iya kak maaf yah" ucap suci melingkarkan kedua tangannya pada leher zhul membuat zhul tersenyum senang dan langsung mencium bibir istrinya dengan gemas
"jail" ucap suci merajuk ketika ciuman zhul terhenti
"ya salah siapa bibirnya menggoda kaya gitu!" goda zhul
zhul merebahkan tubuh istrinya diranjang king size mereka, dengan suci yang belum melepaskan rangkulan tangannya dileher zhul, kedua pasang mata itu bertatapan suci mencium kilas bibir zhul sebelumnya melepaskan rangkulan tangannya dengan gerakan cepat zhul menarik tangan suci untuk memeluk tubuhnya dan repleks posisi zhul Kini menindih tubuh suci
__ADS_1
"kak..." ucapan suci terpotong saat bibir keduanya kembali bertemu, zhul melumatnya lembut sesekali memberi jeda untuk keduanya mengatur nafas.
"kak" ucap suci disela2 ciuman hangat itu " mandi dulu! trus makan!" titah suci
zhul menunjukkan senyum menggodanya
"tar aja, kak mau makan ini dulu!" ucapnya sembari melepas satu persatu kancing piyama suci, mencecapnya lembut dan perlahan sesuatu yang amat zhul dambakan dari kepemilikan suci "mau lanjut sayang?" ucap Zhul ketika melihat suci sedikit mendesah karena ulahnya
"tar ajah kak" manja suci
"kalau ntar kok tangannya masih pegang2 rambut kak sih?" goda zhul membuat suci melepaskan tangannya dari mengacak acak rambut zhul, wajah suci merona seperti buah stroberi yang siap panen ulah kejailan suaminya.
"kak mandi yah! suci siapain airnya dulu" dengan segera suci menutup pintu kamar mandi dan menguncinya bersiap jika Zhul menggodanya lagi
tok..
tokk...
"sayang..sayang, bukan dong pintunya!" ucap Zhul
__ADS_1
breeek
suci membuka pintu kamar mandi
"airnya udah siap, kak mandi sekarang yah?
"iy----" zhul hendak memeluk suci namun suci segera menghindarinya Karena suci tahu kalau saja ia tertangkap dalam pelukannya maka zhul tidak akan melepaskannya "aww..." zhul mengelus keningnya yang memerah terbentur pintu kamar mandi "tega yah kamu sayang, kak udah puasa satu Minggu loh!" ucap zhul
"kak maaf sini suci obatin!" pinta suci
"kak lepas ikh, kak lepasin!!" teriaknya saat zhul membopong tubuhnya
"kak kangen, kamu juga sana kan sayang, datang bulannya udah selesai kan?" zhul mendudukkan suci diranjang hangat itu
suci mengangguki pertanyaan dan permintaan suaminya,
zhul dengan gemasnya meraba setiap inci tubuh suci, wanita yang selama ini ia cintai.
malam hangat terjadi dikamar itu, zhul tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan zhul meminta lebih dan lebih lagi kehangatan diranjang itu pada suci.
__ADS_1
*kalau halal mah bebasss, haha