Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 45


__ADS_3

suci dan zhul tengah berbelanja pakaian disebuah mall di ibu kota


"kak, buat apa sih semua ini, pakain suci yang layak digunakan masih banyak dirumah!" ucap Suci ketikan melihat zhul meminta pelayanan untuk membungkus pakaian terbaik untuk istrinya


"gak pa-pa sayang, anggap aja hadir, ok" zhul mencakup ke-dua pipi suci dengan kedua tangannya


Suci diam tidak menjawab, menurutnya perintah zhul kali ini termasuk rasa manja pada dirinya


"kak tadi suci lihat pedagang batagor dibawah sana, beli yah?" rengek suci


"iya sayang, tumben manja banget sih!" ucap Zhul


"gak pa-pa manja sama suami sendiri emang salah!" ketusnya


"hehe, kamu lucu yah sayang kalau lagi ngambek kaya gini" zhul mengacak rambu suci


"kak"


"ehhmm"


"Ayo pulang, aku malas lihat keramain kaya gini" pinta suci


"bentar yank, kita belum beli kosmetik buat kamu!"


"gak pokoknya aku mau pulang sekarang titik, nggak pake koma!" suci berjongkok dikeramain orang yang berlalu lalang dihadapanya

__ADS_1


ada keheranan zhul melihat tingkah manja suci, karena yang zhul tahu selama menikah dengan wanita cantik itu, tidak pernah suci semanja hari ini.


zhul ikut berjongkok di depan suci, memegang kening dan leher suci "kamu lagi sakit sayang, apa lagi nggak enak badan?" tanyanya


suci menggeleng dengan bibir ia majukan kedepan "aku mau pulang, trus mau batagor yang ada dibawah!" ucapnya


Zhul harus bisa bersabar dengan tingkah berbeda 180° dari istrinya itu "yuk!! kita pulang, trus kita beli batagornya yah" ucap Zhul kemudian menuntut tangan suci untuk bangkit, hampir saja zhul terjatuh disebelah suci kalau saja ia tidak bisa mengimbangi tubuhnya karena tangan suci yang seharusnya mengikuti arahannya untuk bangkit dari jongkoknya malah kembali menarik tangannya.


zhul menggaruk kepalanya yang tidak gatal "kenapa lagi sayang, katanya mau pulang!"


suci menarik wajah suaminya dan berbisik tepat ditelinga zhul "kak aku mau pulang tapi pengen digendong"


zhul membelalakkan matanya, perubahan dari diri suci benar adanya terbukti saat zhul dulu ingin bermanja ataupun melakukan hal romantis dengannya didepan bundanya saja suci sering menolak sikap romantis zhul tapi kini dengan terang terangan suci meminta Zhul untuk menggendongnya, bukan didepan bundanya lagi tapi dipusat keramaian didepan orang2 yang tengah Melihat kearah mereka.


"Dengan senang hati princess" ucap zhul membalikkan badannya dan menepuk nepuk punggungnya agar suci naik keatas punggungnya "sudah siap sayang" ucap Zhul membetulkan posisi tangan suci agar melingkar perlahan pada lehernya


"1, 2, 3" zhul berhitung untuk segera bangun dari berjongkoknya menahan berat tubuh istrinya, zhul merasa tubuh suci bertambah berat dan pada pinggul dan pay*dara suci yang terlihat membesar.


"berat nggak kak?" manja suci ketika zhul mulai melangkahkan kakinya dari tatapan beberapa orang yang tengah memandang keduannya


"gak sayang, ini ringan dan kak suka" ucap Zhul Dengan napas terengah


"makasih yah kak" dengan gemas suci sedikit mengeratkan pelukan tangannya pada leher zhul


"ehh, eeh,, engap sayang" ucap Zhul ketika merasakan lehernya sedikit tercekik

__ADS_1


"hehe, maaf yah kak gak sengaja" ucapnya dengan senyum mengembang didua sudut bibirnya


"mana sayang batagornya" ucap Zhul ketika Sampai di bawah mall itu


"yah, kak zhul sih lambat mamangnya udah pergi deh kayanya, duh kak mana suci mau banget" ucapnya antusias


"ya udah tar kak kedepan buat nanyain sama security itu, kamu duduk aja yah dimobil"


"iya kak!" suci seolah sedang menahan lapar ingin segera memakan batagor yang ia lihat sebelum masuk ke dalam mall


zhul masuk mobil menghampiri suci dengan wajah sedihnya


"sayang, mamang batagornya udah pergi, ke sebelas sana kata security itu" ucap Zhul menjelaskan


"iya emang udah pergi dari tadi kan suci bilang udah pergi"


"hehe" zhul menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "ya udah kita pulang yah, tar besok pulang dari kantor kak beliin, ok!"


"nggak mau, pengen sekarang aja pokonya"


zhul menghela nafas kasar " pedagangnya kan udah nggak ada sayang!"


"ya dikejar kak, ke sebelah sana kan? ya udah kita kesebelah sana juga kak, ayo jalanin mobilnya kak" rengek suci


"iya,,iya sayang, sabar yah"

__ADS_1


Dengan senang hati zhul menuruti semua tingkah manja dadakan istrinya. meski ia dan suci harus mengahela nafas panjang karena walau sudah mondar mandir mencari pedagang batagor yang suci mau, tapi hasilnya nihil, zhul tidak menemukan apa yang diinginkan istrinya.


__ADS_2