Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 61


__ADS_3

siang yang indah untuk pasangan yang yang sudah menikah selama satu tahun itu, keduannya masih terlelap dalam balutan selimut yang menutupi tubuh polos keduanya,


"kak..." ucap suci mencoba membangunkan tidur suaminya "kak bangun..kak...!"


"apa sayang, bobo lagi yah kak masih ngantuk!' pinta zhul


"kak perut suci sedikit sakit!" suci mengelus perutnya yang rata,


zhul terbangun dari tidurnya, mata yang tadinya rapat mendadak terbuka lebar mendengar ucapan istrinya itu,


"apa yang sakit sayang, dimana sayang yang sakit..?" zhul Sangat khawatir dengan keadaan suci,


"perut kak, sedikit sih sakitnya" ucap suci ia memainkan raut wajahnya "kak sih mainnya nggak kira kira, ngomongnya satu ronde malah jadi tiga ronde!"


"hehe..maaf sayang, kan kak nggak ada dirumahnya tiga hari ya wajar kak mainnya tiga ronde, itungannya satu hari satu ronde sayang, biar adil" jelas zhul


"ikkh kak zhul, dikiranya lagi belajar matematika kali!" suci bergidik mendengar penjelasan suaminya


zhul tersenyum semanis mungkin menanggapi ucapan suci " trus gimana sayang sama perutnya?"


"mendingan kak"


"syukurlah, dede baik papa sayang kamu, maaf yah papa udah bikin perut bunda sakit" ucap Zhul berbicara di depan perut rata suci.


"kata dede diperut, Sekarang bundanya pengen mandi, papanya suruh ambilin baju ganti buat bundanya" ucap suci


zhul menatap suci "bukan kata dede bayi itumah, bilang aja kata kamu sayang!"


suci mencibirkan bibirnya, membuatnya zhul ingin mel"mat lagi bibir suci,

__ADS_1


"jangan begitu itu bibir, mau kak makan lagi, mana ini lagi nggak ditutupin!' zhul menatap gundukan suci, dengan segera suci menutupi lagi tubuh polosnya dengan selimut.


****


meja makan telah terisi dengan berbagai menu makanan, bi sani dan bi elah sudah menyiapkan makanan sebelum nyonya dan tuan mudanya sampai di meja makan,


"pelan2 sayang" zhul menuntun suci duduk di meja makan


keduanya makan dengan lahap setelah melakukan aktifitas yang sangat menguras tenaga,


Dirasa sudah membaik dengan keadaan istrinya, zhul dan suci berencana untuk menemui dokternya kandungan memeriksakan kehamilan suci yang belum sempat keduannya lakukan. Bukan suci yang tidak bisa pergi sendiri untuk memeriksakan kandungannya saat zhul keluar kota, namun hatinya sangat ingin pemeriksaan pertama kalinya ia lakukan bersama zhul suaminya,


Suci tengah berbaring dibrankar ruang pemeriksaan dokter kandungan dengan tangan zhul yang tak hentinya menggenggam erat tangan suci, setelah menjelaskan apa yang ia rasa pada dokter, dokter pun memeriksa kandang suci, tensi darahnya dan beberapa pemeriksaan lainnya.


Zhul serta suci tengah mendengarkan beberapa penjelasan dari dokter yang kini tengah duduk didepan keduannya,


"Alhamdulillah usia kandungannya sudah satu bulan, besarnya masih sebesar biji kacang" jelas dokter


"bayinya sehat Bu pak" dokter sedikit mengehela napas panjang "tapi saya minta untuk sedikit mengurangi aktivitas..." dokter menggantung ucapannya, dokter menatap zhul dan suci


zhul paham, dokter sudah mengetahui aktivitas paginya tadi bersama suci "jadi saya harus puasa dok untuk aktivitas itu?" tanya zhul ia sudah paham dengan ucapan Dokter yang menggantung itu,


suci mengelus tangga zhul, memintanya untuk tenang,


"bukan puasa pak, namun harus sedikit dikurangi, mengingat usia kandungan istri bapak yang masih rawan, masih lemah!" jelas dokter


"oh begitu dok"


"iya pak, satu hal lagi jangan terlalu memakai banyak gaya ya pak, kasihan dede bayinya" jelas dokter berkacamata itu,

__ADS_1


"auww" zhul meringis saat tangan suci mencubit pinggangnya


"dengerin tuh kak..!" ucap suci


"iya sayang,,, iya dokter saya akan mendengarkan semua perkataan dokter" ucap Zhul bergantian.


keduanya keluar dari ruangan dokter, Zhul mengambil resep obat yang dokter sudah catat untuk istrinya, setelah mendapatkan obat dan membayar administrasi zhul melangkah menemui suci yang setia menunggunya dikursi tunggu, keduannya bergegas menuju parkiran untuk segera pulang kerumah,


didalam mobil suci terus menggoda suaminya,


"pantesan perut suci kerasa sedikit sakit, kak sih mainnya kebanyakan gaya, udah telentang, jongkok, berdiri, tengkurap semua diperaktekin" cerocos suci


"tapi kamu suka kan sayang" goda balik zhul


"hehe, suka sih sayang, tapi kan kasian dedenya!" ucap suci


"iya kak minta maaf yah, kak janji ntar mainan ramah tamah cukup satu gaya!"


suci menatap malas dengan perkataan suaminya itu, Zhul tersenyum dengan ekspresi suci ia menggenggam erat tangan suci mencium punggung tangan suci selama perjalanan.


.


..


...


**jangan lupa like komen dan votenya


ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"

__ADS_1


baca juga Novel wini di


"secret love affair**"


__ADS_2