
kamar hotel dengan dua ranjang bercover putih menjadi titik melemahnya tubuh zhul, bagaimana tidak niatnya ingin memberi kejutan pada istrinya dengan kepulangan mendadaknya mesti ia tahan lagi, ia sangat merindukan suci, merindukan tingkah manjanya.
Zhul menghela nafas panjang, melihat kesampingnya ada reno yang tengah berbincang dengan kekasihnya lewati sambungan telpon membuatnya malas, membuatnya cemburu ingin segera menghubungi suci, tapi sejak ia berusaha menghubunginya suci sama sekali tidak menjawab telpon itu.
"ren, kenapa sih mesti ada meeting dadakan lagi?" ucapnya mematikan sambungan telepon reno dengan kekasihnya.
"ah lo zhul, nggak asik Banget sih, maen pencet aja" reno menarik ponselnya yang dirampas zhul
"gue mau pulang, gue kangen istri gue!" sarkasnya
"pulang Sono, gue jamin meeting kita kemarin disurabaya Gatot,,gagal total" tegas Reno "lagian bukan lo aja yang udah telantarin cinta lo, gue juga sama mesti nelantari ayu" ucapnya lirih menyebut nama kekasihnya
"tapi sekarang istri gue ngambek ren! dia nggak angkat2 telpon gue?"
"positif thinking aja bro inikan udah jam 8 malem, bisa ajakan suci yang cantik itu lagi bobo unyu-unyu"
bughhh
zhul melemparkan bantalnya tepat diwajah Reno, jangan terlalu muji cantiknya istri gue, tar gue aduin lo ke si ayu!" ancam zhul
"bomat yah, Ayu juga bilang kalau istri lo cantik, nih gue pernah tunjukin foto suci yang ini ama dia" reno menunjukkan foto suci yang ada di layar ponselnya
bukannya merasa senang dengan ucapan Reno, kini Zhul menarik paksa ponsel reno dan menghapus foto cantik suci yang tengah berdiri sembari menunjuk beberapa satwa yang ada didepannya disebuah taman yang ada diponsel Reno
ia teringat pada foto itu, foto yang ia ambil diam2 saat suci tengah memandu dirinya mengenalkan beberapa satwa ketika ia masih bekerja ditaman satwa milik eza.
__ADS_1
"ya...yaelah zhul kenapa dihapus?!" ucap reno
"suka2 gue, suci kan istri gue, awas ya lo kalau sampe nyimpan foto suci lagi!" ancamannya
"widiiih yang bucin" goda Reno
baru saja zhul akan menepuk bahu reno, gerakan tangannya tertahan ketika ponselnya berdering,
drrt..drrt...
"suci, pasti itu suci!" batin Zhul
ia melangkah ke ranjangnya, meraih telpon yang berdering, hatinya gembira saat seseorang yang sangat ia rindukan menghubunginya
****
"tidak apa-apa yah sayang" suci mengelus perut ratanya "kalau ayah kamu nggak bisa nemenin kita makan martabak ini, yang penting kan bunda bisa telpon ayah kamu terus suap suapan di telpon" idenya "supaya dan biar kamu nggak ngeces sayang" ucapnya masih mengelus perutnya.
suci menatap ponselnya "astaghfirullah.."kagetnya saat ia menatap ponselnya dengan beberapa puluh panggilan yang masuk dari suaminya.
suci menatap kontak yang akan ia panggil, bertuliskan MY LOVE, suci tersenyum melihat nama kontak itu, dirinya teringat saat zhul mengganti nama kontaknya sendiri diponsel milik suci. Suci menekan kontak zhul
berharap zhul belum tertidur mengingat sudah jam 9 malam, tak lama berselang panggilan Suci terhubung
"assalamualaikum sayang" ucap Zhul
__ADS_1
"waalaikum salam kak, kak belum tidur?" tanya suci
"nggak bisa tidur, lagi kangen Banget sama kamu!" ucapnya "sayang maaf yah kak ganggu tidur kamu?"
"nggak kak, suci sama bi elah tadi habis keluar beli martabak, lupa bawa handphone" jelasnya
"pantesan sayang, susah dihubungi"
"kak!! mau nggak? suci suapin martabak telor? suci pengen banget sebenarnya makan ini martabak berdua sama kak dikamar!"
"mau banget sayang, sini mana...aaaaaaaa.." zhul membuka mulutnya lebar seolah sedang menerima suapan nyata dari suci
"makan yah kak, ni suci masukin martabaknya kemulut kak!" suci memasukkan martabak itu kemulutnya sendiri "gimana kak enakkan rasanya" tanya suci dengan gigi yang tengah mengunyah martabak.
"mmm, enak banget sayang.. rasanya manis!" ucap Zhul
"si zhul kurang waras!" batin Reno yang tengah berada disampingnya "eh,, zhul mana ada martabak telor rasanya manis!" reno menepuk kasar bahu zhul
zhul memelototkan matanya pada reno, mengepalkan tangannya mengisyaratkan jika dirinya tidak senang diganggu saat ia tengah bermesraan dengan suci meski hanya lewat telepon.
"lagi sama siapa kak?" tanya suci
"reno sayang, dia kere makanya kerja sama aku sekarang?" jelas zhul
"ih, kak zhul nggak boleh ngomong kaya gitu!"
__ADS_1
"iya sayang maaf" didepannya reno tengah menjulurkan lidahnya pada zhul merasa dirinya menang karena suci lebih memihaknya
zhul keluar menuju balkon yang ada dikamar hotelnya, tidak ingin sampai reno mengganggunya lagi.