
Pagi yang indah suci dan zhul kini tengah menyantap sarapan mereka. Zhul tak hentinya memuji kecantikan wajah istrinya itu, yang semakin hari semakin terlihat cantik.
Semenjak Suci mengandung ia kerap memakai berbagai polesan pada wajahnya dulu ia ingin terlihat senatural mungkin dalam memakai riasan wajah namun semenjak ada bayi dalam kandungannyan kini ia mulai mencoba berdandan meski tidak terlalu mencolok, Secukupnya yang terpenting berbagai riasan itu menempel diwajah yang sudah cantik itu jauh dari kata menor.
Suci mengantarkan kepergian zhul sampai depan rumahnya, namun keringat dingin menetes dari sekitar pelipis dan tubuhnya Zhul yang hendak memasuki mobil kembali melangkahkan kakinya ke hadapan suci.
"apa yang terjadi sayang?" tanya zhul ia melihat suci yang terus saja memegangi pelipisnya
"sakit kepala kak, enek' banget" suci terus memijat pelipisnya "oeek..oeekk" suci berusaha untuk memuntahkan makanannya alhasil ia muntah mengenai pakainnya dan kemaja serta jas zhul yang berwarna biru navy, mencolok warna muntahan kuning terkena pakain zhul.
Zhul langsung membopong tubuh Suci ke kamarnya, ia sudah tidak mempedulikan lagi pakaian yang terkena muntahan suci..
"bi..bi..!" teriak Zhul dari lantai atas, membuat bi sani yang tengah merapikan kamar sebelah zhul dengan segera menghampiri asal suara itu,
"ada apa den?" tanya bi Sani khawatir
"buatkan teh manis hangat dan bawa air untuk membasuh tubuh suci!"
zhul kembali kedalam kamar dan bi sani dengan segera menjalankan perintah tuannya itu.
"kak sini..!" Ketika zhul tengah menghampiri suci keranjang
"kamu nggak pa-pa kan sayang? kak takut akhir2 ini kamu sering ngalamin hal kaya gini mual, keringat dingin, pusing2. Kak bener2 nggak bisa lihat kamu sakit sayang!"
"gak pa-pa kak namanya juga lagi hamil, ini namanya bawaan dede bayinya, bentar ada bentar juga nggak ada" suci mencoba memberikan penjelasan pada suaminya.
"trus kak mesti lakuin apa buat ngurangin rasa sakit kamu?"
"ambilin obat suci yang anti mual aja kak!" suci menunjuk plastik sedang yang berwarna putih yang ada diatas nakasnya.
Bi sani datang kekamar suci membawakan apa yang zhul suruh padanya "den ini teh manisnya!"
"makasih bi!" zhul meraih gelas itu "simpan aja air hangatnya di sana!" titahnya
bi sani mengangguk menyimpan baskom yang berisi air hangat itu ditempat yang zhul perintahkan.
"non, apa sudah membaik,?" tanya bi sani "apa ada yang bibi bisa bantu?"
"Alhamdulillah sudah baikan bi!" jawab suci
"bi keluar saja, biar saya yang jaga suci!" ucap Zhul
bi Sani mengangguk dan berlalu dari kamar tuannya.
__ADS_1
perlahan Suci mulai meneguk teh manis yang zhul berikan padanya
"biar Suci saja kak yang membersihkan ini" ucap Suci ketika tangan zhul akan menggantikan pakaiannya dan mengelap tubuhnya yang terkena muntahan
"nggak pa-pa sayang kak bantu ya!" Suci mengangguk dan zhul mulai mengelap bagian tubuh suci dengan telaten
"Makasih ya kak" Suci hendak memeluk tubuh zhul namun pergerakannya terhenti kala ia melihat bekas muntahan dirinya di kemeja dan jas zhul.
"kak juga kena muntahan suci, duh kak sayang maafin suci yah?"
zhul tersenyum melihat ekspresi wajah suci "nggak pa-pa! yaah... tapi meluknya batal deh!" goda zhul
"ya udah kak ganti pakaian dulu sana! tar suci peluk lagi!"
"janji yah" ucap Zhul
"janji, malah lama.."
"siap ibu bos" zhul memberi hormat pada suci, membuat suci terkekeh geli melihat tingkah suaminya itu.
Setelah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, zhul kembali keranjangnya untuk ikut berbaring di samping suci, ia teringat dengan janji suci membuatnya ingin segera menagih janji itu,
"mana janjinya..?"
drrt..drrt..
Ponsel Zhul bergetar, Suci melepaskan pelukannya pada tubuh zhul, membuat zhul berdecak kesal,
"ckk.. mengganggu,, awas saja kalau bukan urusan penting!" zhul berjalan mengambil ponselnya yang ada di atas nakas
,
"kak, nggak boleh begitu" zhul menatap kilas pada suci kemudian ia menatap layar ponselnya,
"hallo, ada apa?" ucap zhul ketika mengangkat panggilan itu
"Lo dimana? cepet kekantor Lo tahu kan hari ini ada meeting penting dengan klien.."
"Lo bisa handle semuanya kan ren?"
"gila pantesan asisten Lo yang kemarin ngundurin diri, Lo sih banyak nyusahin asisten mulu."
"kebanyakan ceramah!" sarkas Zhul
__ADS_1
tuut..
tuut..
zhul menutup sambungan teleponnya sepihak
"kenapa kak?"suci melihat raut wajah zhul yang kesal,
"Reno.. sayang, dia minta kak buat kekantor..?"
"oh, yaudah gih sana kak ganti pakaian!" titah suci
"kamu nggak pa-pa kak tinggal?"
"nggak pa-pa kak, suci udah baikan!" Suci meyakinkan suaminya agar tidak terlalu mengkhawatirkan keadaannya
cupp
zhul mencium kening suci "kak siap2 dulu yah!" suci mengangguki ucapan Zhul
setelah bersiap2 zhul Kembali menemui suci "sayang kak kekantor sekarang yah, kamu istirahat aja nggak usah antar kak kedepan!" pamitnya
"iya kak, hati2 yah"
"assalamualaikum!"
"wa'alaikum salam"
suci Sangat bahagia dengan pernikahan yang indah ini, dengan perlakuan zhul padanya, dengan perhatian yang zhul berikan, dan sentuhan yang zhul selalu berikan padanya, membuat hari-harinya semakin berwarna.
.
..
...
jangan lupa like komen dan votenya
ikutin juga yah akun dan grup chattku "wini"
baca juga Novel wini di
"secret love affair
__ADS_1