Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 81


__ADS_3

Merasa tatapan Eza semakin terlihat ingin menerkamnya Suci memilih membuang pandangannya pada Eza. Suci memegang punggung tangan suaminya yang tengah sibuk berbincang dengan Reno yang baru saja bergabung duduk dengan Suci dan Zhul, mengingat jika Reno adalah teman dekat Zeky suami Carla.


"Kak!" ucap Suci mengelus pelan punggung tangan Zhul membuat Zhul menatapnya dan menghentikan perbincangan dengan Reno.


"Kamu kenapa sayang. Kok pucat?" tanya Zhul


"Suci ke toilet bentar yah kak?" pinta Suci


"Biar kak antar yah?" tawar Zhul


Suci menggeleng dengan tawaran yang suaminya ucapkan "Gak usah. Kak lanjutin lagi aja ngobrolnya!" ucapnya


Ayu kekasih Reno tengah memperhatikan kearah Suci dan Zhul yang tengah berbincang pelan "mbak Suci mau ke toilet? Mau Ayu antar?" tanya Ayu menatap Suci


"Makasih Yu. Mbak sendiri aja." tolak halus Suci


Zhul memperhatikan gerak-gerik Suci yang berbeda. Ia menatap Suci dengan seksama "Nggak apa-apa sayang. Kak antar yah?"

__ADS_1


"Kak..!"rengek Suci "Suci udah gede. Lagian kan toilet lampunya terang nggak gelap. Suci bisa sendiri oke!!" ucapnya


Zhul menghela nafasnya. Membuat Reno terbahak tanpa mengeluarkan suara "Bucin..bucinn!" goda Reno


(Plangggg) sebuah tissue yang Zhul gunakan untuk mengelap bibirnya ia layangkan begitu saja pada wajah Reno. Membuat Reno malu karena Suci dan kekasihnya Ayu tengah menertawakannya.


Masih dalam senyumannya Suci mengelus tangan Zhul dan berdiri dari duduknya "Bentar yah kak!" ucap Suci


Zhul mengangguki ucapan Suci dan menatap istrinya yang sudah melangkah perlahan menjauhinya.


"Suci..!" teriak seorang pria yang Suci kenali. Tidak ingin memperdulikannya Suci memilih melangkahkan kakinya cepat kedalam toilet. Karena ia tahu siapa yang tengah mengikutinya.


Suci masuk kesalah satu pintu toilet yang kosong. Hatinya lega karena ia fikir pria itu tidak akan sampai masuk ke dalam toilet wanita. Namun baru saja selesai menarik nafas leganya Suci terperangah mendengar suara beberapa wanita yang berteriak dan mengumpat pada seseorang.


"Heiii.. astaga! ini toilet wanita. Apa anda tidak bisa membaca tanda didepan pintu." umpat seorang wanita


"aaa..." seorang wanita berteriak histeris mendapati seorang pria berada ditoilet wanita.

__ADS_1


Perasaan suciiiii sudah gelis. Setelah menarik nafas Suci memutuskan untuk keluar dari dalam toilet yang tadi ia masuki. Fikirnya jika ia keluar disaat masih ada beberapa pengguna toilet wanita disana, maka ia aman. Perlahan Suci keluar, alangkah terkejutnya ia mendapati Eza yang sudah berada didepan pintunya.


"Ka..ak Eza." Teriaknya. Suci mempelototkan sempurna kedua matanya "kakkk..kenappa ada ditoilet wanita?" ucapnya groginya


"Kak nyari kamu cantik!" ucap Eza dengan senyum manisnya menatap Suci


Suci menatap disekitarnya. Toilet yang semula berisi beberapa wanita kini sepi tinggal dirinya dan Eza. Membuatnya menatap Eza dengan beberapa pertanyaan. Jika Eza yang sudah membuat toilet itu sepi.


"Maaf kak. Suci mau keluar." Suci berjalan kepintu toilet utama namun ia melihat pintu yang terkunci dari dalam. Saat hendak membuka pintu itu tangan Eza membalikkan posisi tubuh Suci untuk menghadapnya.


"Kak mau apppa...?" tanya takut Suci menjauhkan tubuhnya dari Eza. Namun tubuhnya terbentur pintu.


Eza mengunci pergerakan tubuh Suci. Eza meletakkan kedua tangannya di samping pundak Suci. Membuat Suci semakin takut dengan perlakuan Eza.


"ka..kk jangan seperti ini." ucap Suci karena tubuh keduannya semakin dekat.


Seolah tidak menghiraukan ucapan Suci Eza lebih mendekatkan wajahnya pada Suci.

__ADS_1


__ADS_2