Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 31


__ADS_3

"ini kamar pak Eza cantik" ucap Carla yang diangguki suci


"aku menunggu disini yah" ucap carla


"iya ka"


sucipun langsung memasuki pintu ruangan tempat dimana Eza diopname


"assalamualaikum" suci melihat stela mamah Eza sedang terduduk di sofa, sementara eza tertidur membelakangi sang mama


"wa'alaikum salam, suci lama tidak bertemu denganmu, bagaikan kabar kamu?"


"suci baik Bu, apa kak Eza sedang tidur Bu?"


"entahlah suci, sedari tadi dia hanya berdiam diri dan membelakangi saya, maafkan saya suci, hiks..hiks.. Karena pernah menyakiti hati kamu?"


"udah Bu tidak apa-apa, suci sudah melupakan semuanya"


"terimakasih suci, suci tolong ibu, bujuk dia untuk makan, sudah beberapa hari ini dia tidak makan kalaupun makan paling semaunya saja, ibu sudah bingung harus bagaimana lagi"


suara percakapan suci dan mamah eza tidak sampai terdengar Eza karena ranjang kesakitan Eza dengan sofa ruangan itu berada sedikit berjauhan ditambah percakapan keduanya sedikit berbisik


suci langsung mendekat Eza yang tengah membelakanginya,


"assalamualaikum kak,


salam pertama suci tidak dijawab, dan suci mengulang salam itu sampai beberapa kali, sampai melihat Eza yang menggeliat, "mah please aku masih pengen istirahat, jangan bawa tamu mamah siapapun itu!" eza berkata namun membelakangi suci dan mamahnya


"bener yah za, disuruh pulang aja!"


"iya, suruh pergi!" ketus Eza

__ADS_1


"ya udah yuk suci kita keluar aja, Eza nya juga nggak mau ketemu sana kamu" ucap Mamah yang sedang berakting menaikan kedua alisnya pada suci keduanya tersenyum


"apa suci!!"


"tunggu cantik" eza menarik lengan suci yang hendak membalikkan badannya


"kak eza kangen Banget sama kamu" kini Eza memegang tangan suci dan menghadapkan wajahnya persis diwajah suci


"nggak ah, suci mau pulang aja" goda suci


"jangan, tetap disini, bersama kakak, kak nggak mau kehilangan cantik untuk yang beberapa kalinya" eza memeluk erat tubuh suci


"ok tapi ada syaratnya"


"apa katakan, kakak terima semua syarat kamu!"


"pertama lepasin suci dulu"


"kedua kakak makan dulu, biar cepat sembuh!"


"siap nyonya Eza"


"mah mana makanan aku?"


mamah tersenyum melihat semangat Eza, mamah membawa nampan berisi makanan Eza


"ini sayang makan yang banyak, mamah tinggal dulu yah"


"ia mah" ucap semangat Eza


Eza makan dengan lahapnya, sampai tidak menyisakan makanan dipiring sedikitpun, suci tersenyum melihat Eza

__ADS_1


banyak yang keduanya perbincangkan Sampai pada Eza menanyakan perihal kebenaran pernikahan suci


"cantik, please jawab kakak, bilang ama kakak kalau Pernyataan kamu tentang pernikahan itu semuanya bohong kan?"


"kak maaf tapi itu kenyataannya"


Eza menitikkan air mata "kamu bisa cerai dari dia suci, kakak bisa terima kamu walau kamu sudah pernah menikah, Kakak janji akan bahagiakan kamu selamanya apalun yang terjadi" Eza menggenggam erat tangan suci


"kak, maaf pernikahan bukan sesuatu yang bisa kita permainankan, maafkan suci kak" sucipun menangis


"siapakah lelaki yang sudah berani menikahi kamu cantik?"


suci terdiam, mengusap air mata yang menetes di pipinya


"Suci jawab kakak" eza mulai meninggikan suaranya


"kak zhul kak, teman kakak yang dulu suci pandu, dan kami menikah Karena ada alasannya kak"


degggg


"apa" berani sekali dia"Eza mencengkeram kedua telapak tangannya tanpa memperdulikan alasan apapun yang akan suci jelaskan


"kenapa kamu mau suci, kenapa?? kak Eza menangis dan pelukan suci


"maaf kak"


eza masih merasa sesak di dadanya,


"aku bisa membuat kamu bahagia suci, lepaskanlah ikatan pernikahan kalian, aku tidak bisa merasa tenang saat dirimu bersama lelaki lain, kakak mohon suci"


"maaf kak"derain air mata masih menetes dipipi suci

__ADS_1


"maaf kak suci tidak bisa berlama-lama lagi, kak carla sudah menunggu suci didepan" lantas suci meninggalkan eza yang tengah mematung melihat kepergian sang pujaan hati


__ADS_2