
"gimana keadaan ibu dan bapak mertuaku cantik??" kak Eza merangkul ku diruang kerjanya
"kak lepasin, inikan kan dikantor nggak enak dilihat sama orang lain"
"makanya jawab dulu?" ka Eza membalikkan pandanganku padanya
"ibu bapak baik kak?" jawabku, melepaskan pelukan kak Eza
"ada yang mau suci kasih tahu sama kak Eza" kini ku memberanikan diri untuk mengungkapkan semua kebenaran atasan pernikahanku dengan kak Zhul
"serius amat sayang, ntar akan ngomongnya, kita sarapan dulu kakak udah laper pengen sarapan bareng cantik" kak Eza mengelus pucuk kepalaku
" tapi kak ini penting?"
"urusan perut juga penting, kamu nggak mau kan kalau kak Eza sampe sakit gegara maagnya kumat,hehe" kak eza menarik lenganku dengan lembut
kami berjalan menuju kantin favoritku
semua mata tertuju pada kami berdua, kak eza kini menggandeng tanganku," oh tuhan aku tidak bisa seperti ini, ini akan menyakiti hati kak zhul"batinku,
aku lepas gandengan tangan kak eza, dia menatapku tak mengerti dan di menggenggam tanganku erat senyum sumringah terpampang diwajah tampannya,
"sayang ikut kakak yah ketemu mamah sama papah, kak mau kenalin cantik secara resmi sebagai kekasih dan calon menantu buat papah dan mamah" ka eza berbicara sambil memakan sarapannya dengan lahap
aku tersenyum mendengarkan kak Eza"maaf kak eza sepertinya suci akan menyakiti hati kak eza untuk kesekian kalinya lagi"batinku
__ADS_1
kami berjalan menuju ruangan kak Eza seperti biasa kak eza memintaku untuk tak melakukan aktifitas pekerjaan seperti biasanya,
"nggak usah mandu dulu hari ini, Kakak Kangen banget sama cantik, sepertinya kakak akan pergi sedikit lama dari kamu sayang" ucap kak Eza menatapku
"kakak mau pergi kemana?"
"entahlah kak juga nggak tahu, tapi kak yakin bakal kangen banget sama cantik"
"suci.." ucap kak eza lirih, kini kak eza menggenggam kedua tanganku, menatapku penuh rasa bahagia
"maaf kak" aku mulai risih dengan tatapannya
kak eza menatapku lebih intens, kak Eza memelukku, mengunci pergerakan tubuhku
kak eza hendak mencium bibirku
"hentikan kak, apa yang mau kak lakukan" ucap ku marah pada kak Eza
"maaf cantik kakak nggak bermaksud" kak eza mendekati ku yang mulai menjaga jarak dengannya
"kak cukup, suci hanya akan bicara apa yang suci akan katakan"
"entah setelah ini kakak akan memecat suci apa tidak itu hak kakak" ucapku
kak eza diam mematung seolah tak mengerti apa yang suci katakan,"ini kesempatanku untuk memberi tahu kak eza semuanya, karena aku nggak mau menyakiti kak eza lebih jauh lagi dan akupun nggak mau membuat sakit hati suamiku lagi kak zhul" batinku
__ADS_1
"kak, mari kita akhiri hubungan kita ini?"kumulai menatap kak Eza
"haha, cantik kamu lagi bikin prank yah, dimana kameranya, sayang kakak nggak lagi ulang tahun"ka Eza tertawa namun mulai menampakkan wajah sedihnya, karena aku tak menganggapi ucapannya
setelah beberapa menit suci Kembali bicara
"suci serius kak, maaf kak suci udah nyakitin kakak, tapi akan lebih sakit lagi kalau suci simpan rahasia ini lebih lama lagi" ucapku
kak eza mematung mencerna ucapan suci
"apa alasan kamu meminta hubungan kita ini berakhir" kak Eza duduk bersimpuh diatas lantai, ini kali pertama kak eza memanggil suci dengan kata kamu.
"maaf kak, suci sudah menikah" suci mendekati kak eza
"hahaha, menikah apa aku tidak salah mendengar" kak eza menangis, memeluk tubuhku, suci terjatuh karena eza memeluknya dengan erat kini posisi eza diatasi tubuh suci, kak eza mencium bibir suci dengan kasar
"aarrrrgh, lepasin kak, apa yang kak lakukan" suci mendorong tubuh eza dengan sekuat tenaga
suci menangis dan segera bergegas keluar dari ruangan Eza, tanpa menoleh pada eza
"Eza bangun dari pikiran kacaunya, "haha suci jangan pergggiii" teriak eza, dan segera berlari menyusul suci
"suci tungguuuuu" teriak eza ketika melihat suci telah masuk kedalam sebuah taksi, tanpa pikir panjang eza menyebrang jalan tapi tatapannya hanya pada suci
"bruuuugggh", sebuah mobil menghantam keras tubuh eza, eza terjatuh dari depan mobil, sementara suci sudah berlalu dengan taxinya
__ADS_1
sekerumunan orang berlari menyaksikan kejadian naas yang dialami Eza, seorang wanita dengan rambut digerai turun dengan wajah syoknya karena telah menabrak seseorang