Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 32


__ADS_3

"assalamualaikum" ucap Zhul yang memasuki kamarnya


suci diam dalam lamunannya menghadapkan wajahnya pada cermin meja rias


"assalamualaikum bidadarinya zhul" zhul menatap suci dan langsung memeluknya dari belakang


"Ayo kenapa melamun" tanya zhul membuyarkan lamunan suci


"kak zhul, udah pulang" tanya suci sedikit kaget dengan kedatangan suaminya itu


"ya dari tadi loh, kenapa sayangku ini melamun?"


"ahh, tidak apa-apa kak!"


Zhul menuntut suci agar duduk disamping ranjang, memeluk tubuh suci dari samping kirinya, "rambut kamu wangi sayang, kulitnya juga wangi, ditambah aura kecantikan yang terpancar dari dirimu membuat kesempurnaan tersendiri untukmu, maka dari itu bidadarinya kak zhul nggak boleh bersedih, harus tersenyum" zhul memegang bibirnya sendiri dengan telunjuk kedua tangannya dan melebarkan bibirnya seolah sedang tersenyum, membuatku suci mengikuti arahan zhul


"nah baru cantik, emeskan kakak jadinya" kini zhul mengadukan hidungnya dengan hidung suci


"kakak sudah makan?" tanya suci seolah sedang menjauhkan apa yang aman zhul tanyakan padanya


"sudah sayang, kamu sudah makan" tanya balik zhul yang diangguki suci


"ya sudah kamu istirahat dulu aja, Kakak mau mandi sebentar, ok" zhul mencium kening suci

__ADS_1


zhul melihat istrinya itu sedang tertidur lelap, mengurungkan niatnya untuk menanyakan tentang sikap istrinya tadi, meski ia tahu ini semua pasti ada hubungannya dengan eza


Zhul pun membaringkan tubuhnya disamping suci, mencium semua bagian wajah suci, dan tertidur memeluk istrinya itu


______


"maafkan suci yah kak?" bisik suci yang mengelus elus pipi zhul


"pagi sayang"


cupp, Zhul mencium bibir suci kilas


"kak zhul kebiasaan yang bikin orang kaget aja"


"nggak..." suci beranjak untuk turun dari ranjang, namun dengan segera zhul menarik tangannya


"iiikh, mau kemana sayang?"


"kakak Suci maju mandiri dulu, lepasin kakak!"


"Ntar aja, jangan kemana mana, kak suka wangi tubuh kamu yang seperti ini!"


"wanginya dari mana sih kak, nih bau kecut tahu"

__ADS_1


"nggak pokonya wangi"


zhul memeluk erat-erat tubuh suci tidak membiarkannya untuk pergi


"sayang, apa pertemuanmu dengan eza kemarin membuat hatimu terluka?" inilah pertanyaan yang semalam zhul enggan tanyakan


suci terdiam, tidak berani menatap zhul, namun hanya menggelengkan kepalanya " please sayang kak kan suami kamu, jangan pernah ada apapun yang kamu tutupi dari kakak!"


suci mulai terduduk dari tidurnya " suci takut kak!"


"kenapa sayang" zhul pun duduk berhadapan dengan suci


"suci takut menyakiti hati dan perasaan kak zhul, karena sekarangpun suci sudah menyakiti perasaan kak eza, suci takut membuat persahabatan kak dengan kak eza jadi rusak gara2 suci, apa salah kak dengan posisi Suci saat ini?" suci menangis mencoba menahan tapi derain air mata itu menetes tanpa diminta


"apa yang kamu fikirkan sayang, tidak ada yang salah dengan posisi kamu saat ini, kakak lah yang salah karena meng-iyakan pesan terakhir papah" zhul mengusap anak mata yang terjatuh dipipi suci


"maafkan kakak sayang, memang kak yang salah, kak hadir disaat kamu sudah dimiliki Eza, maafkan kak yang sudah mencintai kamu dalam, membuat kamu dan eza berpisah, maafkan keegoisan kak suci??"


"jangan bicara seperti itu kak, maafkan suci?"


suci memelukku tubuh zhul dengan erat, zhul membalas pelukan suci dan menenggelamkan perasaannya pada pundak suci


"kak sayang kamu, apapun yang terjadi tetap disamping kak sayang!"

__ADS_1


keduanya larut dalam perasaan masing-masing


__ADS_2