Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 52


__ADS_3

satu jam perjalanan menuju acara pernikahan tari yang diselenggarakan di sebuah hotel bintang lima dengan nuansa putih pink, gelaran karpet merah, dekor yang indah serta keeleganan menunjukkan kepemilikan orang yang berada,


sinta menatap pengantin perempuan yang telah disulap bak ratu semalam, cantik dan elegan dengan berbagai riasan yang tentunya harus mengeluarkan kocek yang lumayan besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal seperti pengantin itu.


eza melingkarkan tangannya di pinggang sinta "jangan ngecewain gue!" lirih eza tanpa memperhatikan kearah sinta


"jadi lo, bayar mahal gue buat tunjukin ke mantan lo za?" bisik sinta


eza tidak menjawab pertanyaan sinta, eza menuntun sinta agar mengikutinya untuk menghampiri sepasang pengantin yang tengah menyambut beberapa tamunya.


mata tari tertuju pada sosok wanita yang berada di samping eza, berbalut gaun coklat dengan tatanan yang lumayan untuk wanita sekelas eza, tari menatapnya sinis.


"kenapa selera kamu turun za?" tanya tari saat eza mengucapkan selamat atas pernikahannya,


eza menarik tubuh Sinta dan melingkarkan tangannya pada pinggang sinta "dia pacar gue!" tegas eza dirinya sangat ingin membuktikan pada tari atas ucapannya dulu saat dirinya menceramahi Eza mengenai cintanya pada suci.

__ADS_1


"kenapa sayang!" ucap mempelai pria, ketika melihat raut wajah tari istrinya menjadi tidak bersahabat


jika bukan mengingatkan hari ini adalah hari penting pernikahannya dan banyaknya tamu yang sudah berdatangan ingin sekali tari menjambak bahkan merobek gaun yang dikenakan Sinta seperti yang ia lakukan dulu pada Suci.


meskipun tari sedang berusaha untuk mencintai pria disampingnya yang sejak beberapa waktu lalu sudah resmi menjadi suaminya, namun rasanya pada eza belum berubah ia masih menyisakan rasa cintanya pada eza, amarahnya masih tersimpan saat menatap eza bersama wanita lain, wanita yang baru dikenal eza, wanita yang hampir membunuh Eza dalam kecelakaan beberapa bulan lalu.


Sinta berusaha menetralkan ketegangan yang terjadi ia mengucapkan selamat atas pernikahan tari dan suaminya, meski tari sedikit menjauh ketika Sinta berniat untuk mengalaminya dan mencipika cipiki kedua pipinya.


merasa kasihan dengan apa yang sinta alami, Eza menuntun langkah Sinta untuk menjauh dari sepasang pengantin itu.


"otak Lo taro dimana sih?" umpat eza kesal


"ya disini za!" sinta menunjuk kepala sebelah kirinya


"emangnya lo gak sakit hati dengan ucapan tari tadi sama Lo?" sarkas eza saat dirinya dan sinta memasuki mobil.

__ADS_1


Sinta mengkerdikan bahunya "gue gak pa-pa za, gue kan udah dibayar mahal sama lo" sinta menepuk nepuk kecil pundak Eza "ucapan tari dan sikapnya ama gue tadi belum seberapa za buat gue, bahkan gue udah pernah dapat yang lebih dari itu" ucapnya santai


Sinta menatap kedepan pandangannya kosong, ingatannya kembali ke masa paling tersulit untuknya dan Ibunya sampai ia berada dititik sekarang ini, perlakuan kasar ayahnya pada Ibunya Sampai ayahnya rela meninggalkan mereka demi menikahi janda tua kaya, kekerasan yang dialaminya ketika beberapa pria hidup belang yang hampir merenggut kehormatannya, bahkan ia sudah pernah merasakan tamparan bahkan umpatan yang amat menyakitkan batinnya dari beberapa orang yang tidak pernah melihat bagaimana ia memperjaungkan kehidupan yang layak bersama ibunya saat pertama ia menekuni dunia malam sebagai seorang DJ.


"Lo bilang nggak pa-pa? tapi nyatanya lo nangis sin?" tanya eza ketika mobilnya berhenti di depan apartemen sinta


"gue nangis terharu za!"


eza mengkrinyitkan dahinya "terharu kenapa Lo?" tanya eza


"masih ada yang perduli sama gue za, dan itu Lo!" CUPP.. Sinta mencium bibir eza kilas dan keluar dari mobil Eza,


"thanks untuk hari ini za?" ucap sinta melambaikan tangannya disamping mobil Eza


eza masih mematung, merasakan bibir lembab Sinta yang baru Saja menyatu dengan bibirnya, ada sesuatu yang aneh dalam dirimu eza, ia menatap punggung Sinta yang sudah hampir tidak terlihat lagi,

__ADS_1


"gila Lo za, jangan sampai lo lupain cinta lo buat suci cuma gara2 cewek kaya sinta" batinnya, eza memukul stir mobilnya cukup keras.


__ADS_2