Pernikahan Yang Indah

Pernikahan Yang Indah
bab 43


__ADS_3

Eza menghentikan mobilnya diparkiran rumah orangtuanya, hari ini mamah Eza meminta ia untuk bertemu dan makan siang bersama, itupun dengan usaha keras mamah membujuk eza,


"assalamualaikum" ucap eza ketika dirinya melangkah Kedalam rumah saat pintu rumah sudah terbuka


"wa'alaikum salam" jawab bebarengan mamah dan tari, mamah menyambut uluran tangan eza yang menciumi punggung tangannya,


"sapa dong tarinya za!" pinta mamah Eza yang tengah kedatangan tamu yang tidak lain tari calon tunangan Eza


eza tidak menanggapi ucapan mamahnya dan hendak melangkah dari tatapan dua wanitanya didepannya


"Za!!"ucap tari menghentikan langkah kaki Eza "aku datang kesini cuma mau ngasi ini sama kamu dan tante!" tari melambaikan tangannya dengan memegang sebuah surat undangan pernikahan.


eza menghampiri tari "Lo apa-apaan sih, siapa lagi yang mau nikah sana loh main cetak2 undangan segala lagi!" sarkas eza menarik surat undangan itu dan melemparkannya asal kelantai rumahnya

__ADS_1


"Za mamah nggak suka yah sama sikap kamu!" sanggah mamah


"gak pa-pa Tante" jawab tari


Eza menyunggingkan sebelah sudut bibirnya tanda tidak perduli nya dengan ucapan mamahnya dan sikapnya pada tari.


"tenang za, ini surat pernikahan dengan calon mempelai wanitanya aku sendiri tapi kamu jangan khawatir calon mempelai prianya bukan kamu kok" ucap tari berdiri dari duduknya "kini aku sadar za, se..seharusnya aku berhenti mencintai kamu..dan belajar untuk mencintai lelaki yang juga mencintai aku.. dan tidak mengharapkan cinta kamuuu yang justru membenci a..aku!" tegas tari dengan isakannya


mamah menghampiri tari dan merangkulnya, "jangan nangis sayang, kamu pasti mendapatkankan kebahagian dari suamimu" ucap mamah


"makasih Tante, tari pamit yah? dan maaf dengan ucapan tari tadi ke anak Tante?" tari menciumi punggung mamah eza dan mencipika cipiki mamah Eza, tari berlalu keluar dari rumah Eza


"kamu udah buang kesempatan untuk mendapatkan wanita baik seperti tari za" ucap mamah menangis

__ADS_1


"kamu dengar ucapan tari tadi?" mamah menggenggam tangan eza "seharusnya kamu juga berfikir seperti tari, lupakan orang yang kamu cintai, karena dia tidak mencintai kamu za, bahkan sekarang dia sudah menikah, dia sudah bahagia dengan suaminya sudah tidak ada tempat lagi dihatinya untuk berniat sedikitpun mencintai kamu, sadar za" mamah terhuyung duduk disofa dengan air mata yang menderai


eza menatap mamahnya "kalau mamah sedang membicarakan suci, eza tidak akan pernah berhenti untuk terus mencintainya dan untuk zhul seharusnya dia yang pergi dari kehidupan suci dia yang seharusnya merasa bersalah telah hadir di kehidupan eza dan suci" tegas eza meninggalkan mamahnya yang masih menangis


"eza kenapa, kenapa kamu jadi seperti ini nak?" lirih mamah saat kepergian eza. Banyak perubahan pada diri Eza yang mamah rasakan setelah mengetahui pernikahan suci.


eza mencoba menghubungi suci berniat ingin menggandeng suci dipernikahan tari, mantan calon tunangannya


"ahh, sial kenapa mesti ngomong mau datang segala sih" sesalnya


"Suci angkat dong telponnya? kenapa kamu berubah setelah menikah dengan Zhul suci, kenapa? kenapa suciiiii?" teriaknya sesekali membenturkan kepalanya distir mobil.


"tuhan apa aku tidak pantas bahagia dengan wanita yang selama ini aku cintai?" batinnya

__ADS_1


__ADS_2