
sepoi angin pagi mulai menusuk permukaan kulit, suci terbangun kala rasa e'nek dalam rongga mulutnya ingin memuntahkan sesuatu, ia berlari secepat yang ia bisa untuk menggapai pintu kamar mandi yang berwarna biru muda,
"oekk, oeekkk..." hasratnya ingin memuntahkan sesuatu, tapi nihil hanya cairan kuning kental yang ia dapatkan, susah payah rasanya untuk mengeluarkan rasa mual diperutnya.
zhul terbangun, merasakan gerakan dari ranjang king size nya yang bergetar, ia yakin pasti itu suci, dalam benaknya zhul bertanya, kenapa istrinya harus menuruni ranjang dengan tergesa, dan terdengar suara Seseorang yang tengah memuntahkan sesuatu dari dalam kamar mandi.
zhul bergerak cepat, membuka pintu kamar mandi dengan tergesa benar saja ia melihat suci terduduk dilantai kamar mandi tengah berusaha untuk memuntahkan apa saja yang ada didalam perutnya.
"sayang, kamu kenapa?" zhul berusaha membantu suci dengan memijat tengkuknya,
"ooek,,oekk,,kak nee...kk kak." ucapnya terbata sembari masih berusaha untuk muntah
keringat dingin yang zhul rasa dari permukaan kulit suci membuatnya panik, ingin segera ia membopong tubuh suci untuk ia rebahkan diatas ranjangnya, dan menanyakan sakit apa yang tengah suci rasakan, dan mesti, harus bagaimana zhul membantu suci menangani rasa sakitnya.
zhul memeluk suci dari belakang "sudah baikan sayang?" tanyanya saat suci tidak lagi menunjukkan rasa ingin muntahnya.
suci mengangguk, ingin sekali rasanya ia segera memeluk suami yang ada dibelakangnya menceritakan sakitnya, bukan sakit tepatnya tapi rasa mual yang melebihi saat magh nya kumat,
Dengan segera zhul melepaskan pakaian suci yang sudah basah terkena percikan air, suci diam mengikuti gerakan suaminya
Dengan telaten zhul mengelap tubuh Suci dengan Air hangat, karena entah kenapa Suci menjadi ngeri saat dirinya bersentuhan dengan air dingin, zhul memakaikan suci handuk dan membopong tubuhnya keatas ranjang, memilihkan baju hangat untuk suci dilemari pakaiannya,
"sudah lebih baik sayang" tanya zhul disela sela dirinya mengancingkan baju suci
suci mengangguk "makasih kak" lirihnya "kak boleh suci minta tolong?" tanyanya
__ADS_1
zhul mengangguk "untuk apa bertanya, apapun akan kak lakukan untuk kamu!"
"suci membutuhkan testpack bisa kak belikan?" pintanya
"tentu Sayang, kak belikan dan kak turun sekarang yah sayang, kak minta bi Ijah untuk bawakan kamu sarapan kesini" ucap Zhul
"makasih kak"
"cup" zhul mencium kening suci sebelum melangkah keluar kamar
zhul melangkah mencari bunda setelah dirinya pergi menemui bi ijah memintanya membuatkan bubur untuk suci
bunda tengah terduduk ditaman depan rumahnya, zhul menghampiri bunda yang tersenyum dengan kedatangannya
"Zhul mau beli tastpack bun, suci sakit" dan minta obat yang namanya tastpack, tapi zhul masih bingung itu obat apa?" tanyanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Bunda tahu itu obat apa?"
"hehe, zhul.. zhul, ya bunda tahu!" bunda menepuk pelan bahu zhul "kamu nggak usaha cari bentar lagi mang aman bawa obatnya yang kamu maksud itu"
"bener Bun, makasih yah?" zhul memeluk tubuh bunda "Bun, tastpack itu obat mual kah? sedari tadi suci muntah2 tapi tidak ada apapun yang ia muntahkan, zhul sangat khawatir Bun" ucapnya
"benar suci muntah2 zhul? berarti dugaan kita semalam sepertinya benar"
"benar apa bun?" tanya zhul penasaran memotong ucapan bunda
"bener hamil zhul karena tastpack itu gunanya untuk mengecek adanya kehamilan atau tidaknya"ucap sumringah Bunda
__ADS_1
"Alhamdulillah, kalau benar suci sedang hamil sungguh anugerah yang terindah buat zhul bun!"
tid..Tidd..
bunyi kelakson pak aman menyudahi perbincangan ibu dan anaknya
"ini bu pesanannya" ucap pak aman menyodorkan plastik putih
"makasih pak"
pak aman mengangguk dan berlalu dari bunda dan zhul
"ini zhul kasih ke suci" ucap bunda memberikan plastik Putih yang ada ditangannya
"makasih bun" zhul bergegas menuju kamarnya untuk segera menemui suci
zhul perlahan membuka pintu kamarnya, ia mendapati suci masih berbaring seperti saat ia meninggalkannya.
"kok belum dimakan sayang buburnya? mau kak suapin?" tanya Zhul mendekatkan duduknya dengan tubuh suci
"iya mah disupin, tapi kak kesiniii dulu yah mendekat" titah suci
zhul mengikuti arahan istrinya "geli. sayang, aw..aw geli"
"bentar belum selesai" suci semakin mendekatkan lidah dan bibirnya
__ADS_1