
sudah sampai sore suci dan zhul berkeliling mencari apa yang istrinya itu inginkan, tapi tetap saja pedagang batagor itu bak ditelan bumi entah kemana perginya.
"capek banget kak, keliling2 tapi nggak nemu2 mamang batagornya " manja suci
zhul mengelus lembut puncak kepala suci "ya udah kita pulang yah sekarang?" pinta zhul lembut
"kak nginep aja yah dirumah bunda, suci pengen makan dirumah bunda" suci merangkul lengan zhul
zhul menepuk keningnya "astaga, ini udah jauh banget kalau mau muter kerumah bunda" batin Zhul
"kak, kak!!!" ucap suci membuyarkan lamunan zhul
"ah iya sayang, besok yah kita kerumah bundanya, setengah jam lagi kita sampe rumah nih sayang udah tanggung, ok?"
suci diam tidak menanggapi ucapan suaminya, suci menekuk kedua lengannya di dadanya dan menutup rapat kedua matanya
zhul menatap istrinya itu yang tengah merajuk, zhul menepikan mobilnya dan langsung membelokan mobil itu ketempat tujuan yang suci mau.
"bukan matanya" ucap zhul menggenggam tangan suci
perlahan suci membuka matanya, senyum lebar menghiasi bibir indahnya "makasih kak, cuup" suci mencium pipi zhul beberapa kali
"gemes banget sih sayang lihat kamu yang kaya gini!" ucap Zhul mencubit kecil pipi suci
"biarin" dalam perjalanan menuju rumah bunda suci disuguhkan dengan pemandangan pedagang yang berjejer disetiap jalan, suci membelalakkan kedua matanya, rasanya ingin sekali ia turun dan mencicipi semua makanan itu,
"kak!"
__ADS_1
"ya sa----" ucapan zhul terhenti kala ia melihat suci membuka kaca mobil sampai titik akhir dengan pandangan yang tidak lepas pada pemandangan yang ada diluarnya
"berhenti kak!"
zhul menepikan mobilnya sedikit berjauhan dari pemandangan indah yang suci lihat, walau ia mendapat protes yang amat panjang dari suci tapi zhul menjawabnya dengan penuh kesabaran dan senyum lebarnya
"aku turun yah kak"
zhul menggeleng gelengkan kepalanya rasa herannya pada sikap istrinya itu, ia pun keluar dan mengekori suci yang sudah berdiri di stand penjual bebek goreng
"kak" suci menarik tangan zhul "kak mau, paha apa dadanya?" tanya sumringah suci
"boleh, dadanya aja" ucap Zhul dirinya pun sama merasa lapar karena sedari tadi ia dan suci sibuk berkeliling mencari pedagang batagor yang tidak ditemukan batang hidungnya itu.
pesanan datang, suci makan dengan lahapnya, sudah beberapa kali zhul mengingatkan suci untuk perlahan-lahan menyantap makanannya itu "yank, pelan2 " zhul membersihkan sisa makanan yang ada disekitar bibir suci.
zhul menatap istrinya dengan senyum manisnya
"ada yang mau dibeli lagi yank?" tanya zhul, pura2 karena ia tahu suci orang yang jarang meminta apa2, apalagi jika keadaan perutnya Sudah kenyang.
"banyak kak" Suci mendahului langkah kaki Zhul, ia memilih berbagai macam rasa es krim menyantapnya dengan nikmat "kak mau?" tanya suci
zhul menggelengkan kepalanya, zhul meraih ponsel yang ada di saku celananya dan memotret suci dengan ekspresi wajah yang begitu menggemaskan bagi zhul
"bentar yah kak tunggu disini" ucap suci ketika melihat zhul yang tengah sibuk melihat hasil bidikannya
zhul memperhatikan kearah suci, yang tengah asyik membeli beberapa makanan untuk dibawa pulang kerumah bundanya
__ADS_1
"kak, ayo kerumah bunda!"
zhul menerima uluran tangan suci dan meraih jinjing yang ada ditangan suci
dalam perjalanan suci menceritakan berbagai rasa makanan yang ia makan dibeberapa stand yang mereka kunjungi
"tahu nggak kak, aku tadi nyobain permen rasanya nano2, asem, manis, pahit, trus diujung rasanya nyeesss banget" ucapnya dengan tawa yang tak henti ia keluarkan
"iya sayang, kamu senang?" tanya zhul
"senang banget, makasih yah kak?"
"iya sayang"
tidak ada lagi perbincangan menuju rumah Bunda, zhul melirik kearah suci yang tengah tertidur pulas disampingnya
suci masih tertidur saat memasuki rumah bunda zhul, dengan sigap dan tak ingin membangunkan suci dalam mimpi indahnya zhul menggendong suci masuk kedalam rumah bundanya.
sebelum sampai zhul menghubungi bunda untuk memberi tahu akan kedatangannya dengan suci
"zhul suci kenapa?" tanya bunda saat zhul sampai diruang tamunya dengan
bunda yang tengah menunggu kedatangan anak dan menantunya itu
"tidur Bun" zhul setengah berbisik pada bunda, dirinya berlalu dari pandangan bunda
setelah membaringkan suci dikamar miliknya zhul menghampiri bunda yang tengah terduduk disofa, ia menghempaskan kasar tubuhnya di sofa depan bundanya.
__ADS_1