
Setelah semua di sepakati, Family care yang sudah di persiapkan sejak beberapa bulan lalu, bahkan sebelum Eve bergabung di keluarga Mahardani sudah siap di buka kembali.
Perekrutan tenaga kerja secara besar-besaran pun sudah di lakukan, Ben langsung mengerahkan anak buahnya mempersiapkan segalanya untuk opening minggu depan.
Meskipun bangunan lama dan tak terpakai, tapi Apri yang sudah di percaya oleh Pandu dan Alvin memimpin para anak buahnya untuk merawat dan menjaga setiap hari, melakukannya dengan sangat baik sesuai arahan dari bosnya. Mereka pun selalu memperbaharui bangunan yang rusak, sehingga bangunan itu tak kalah mewah dengan rumah sakit elit lainnya.
Family care siap bersaing dalam dunia medis secara sehat.
Hanya saja, Kellen yang memiliki masalah pribadi dengan Tama, akan tetap melakukan balas dendam untuk menuntaskan rasa sakit hatinya.
Kellen berharap dia yang akan menemukan bayi itu terlebih dahulu. Setelahnya dia akan membawa bayi Tama ke tempat asing yang sudah di persiapkan olehnya, untuk memenjarakan bayi itu dan menyiksanya secara perlahan hingga bayi itu meregang nyawa sama seperti sang tante.
Duduk bersandar pada kursi kebesarannya di ruang kerja, Kellen dengan sinis menyotot tajam pada layar laptop yang menampilkan foto Tama. Foto yang pernah ia curi melalui akun twitter.
Tatapan sinis itu bahkan mampu mengalahkan sadisnya rencana dia untuk membunuh bayi yang saat ini berusia sekitar dua puluh tiga tahun.
Bak tak punya hati, dia yang sudah mendapat bantuan dari keluarga Tama, justru menusuknya dari belakang. Sementara keluarga Nalendra, sama sekali tak tahu tujuan utamanya itu.
Melalui Eve, dia bisa membuka kembali rumah sakit peninggalan Tania. Sebab Ben mengatakan jika mereka memberi ijin itu karena Evelyn.
Thankyou Eve, kau membawa keberuntungan untukku. Setelah bermanfaat untuk genma Risa, kau juga menguntungkan untuk niatku membalas pesakitan yang auntyku rasakan.
Ternyata tidak sia-sia merekrutmu menjadi asistenku.
Kau bagaikan kartu AS untukku.
Senyumnya tersungging penuh kemenangan, hatinya di penuhi kelicikan untuk menjalankan rencana selanjutnya. Mencari tahu di mana keberadaan bayi perempuan itu.
Maafkan saya tuan Tama, tapi nyawa, harus di bayar dengan nyawa.
Kellen membatin dengan senyum miring.
Hanyut dalam lamunan, tiba-tiba kenangan masa kecil bersama sang tante menyeruak. Spontan bergaung juga dalam benaknya tentang dimensia neneknya, penyakit yang membuat Risa berprasangka jika Tania masih hidup. Tidak berhenti di situ, sosok Eve pun mendadak membuatnya gagal fokus.
Ah Eve, kau benar-benar luar biasa. Kau satu-satunya gadis yang menolakku. Maksudku, di saat wanita lain berlomba-lomba mendapatkanku, kau justru sama sekali tak menginginkanku.
Gadis macam apa kau ini?
Apakah aku bisa mendapatkanmu?
__ADS_1
Kellen menggelengkan kepala lengkap dengan bibir tersungging.
Tiba-tiba suara ketukan pintu membuat Kellen berdecih, detik itu juga dia memusatkan netranya ke arah pintu.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Eve ragu-ragu.
Menutup pintu, kemudian melangkah beberapa langkah.
"Tidak ada, kau istirahat saja"
"Aku sudah istirahat sejak kemarin, aku bosan"
"Bukankan kau masih sakit?"
"Tidak, aku sudah baikkan, aku justru lelah tidur terus seharian"
"Kau bosan?" tanya Kellen memicing.
"Hem" respon Eve menganggukan kepala.
"Ikut Aku!" Kellen berdiri lalu menggandeng tangan Eve.
"M-mau kemana tuan?" tanyanya ketika mobil tak kunjung siap.
"Kau bosan kan? jadi tutup mulutmu dan jangan banyak bicara" jawab Kellen tanpa melihatnya.
Melihat bagaimana raut wajah atasannya, Eve tak lagi menyerukan protesnya. Ia malah sibuk menormalkan detak jantung yang sangat mengganggu.
Apa aku benar-benar jatuh cinta padanya?
Ya ampun Eve, kau jatuh cinta pada pria yang salah.
Tanpa Eve sadari, tahu-tahu mobil sudah ada di depannya dengan kondisi pintu terbuka.
"Masuk!" Kata Kellen dengan nada memerintahkan.
Evepun menurut, membiarkan mobil itu membawa dirinya dan sang atasan ke suatu tempat. Mereka bersenang-senang di tempat itu sama seperti ketika mereka merayakan hari ulang tahun Eve di Hongkong beberapa waktu lalu.
*****
__ADS_1
Satu minggu berlalu, family care sudah opening dan mulai beroperasi. Dengan penuh semangat Eve melakukan segala cara untuk mempromosikan rumah sakit agar lebih di kenal oleh masyarakat luas. Di tambah Amara yang menjadi kepala rumah sakit membuat family care langsung mendapat sambutan hangat dan banyak pasien yang berkunjung ke sana.
"Kamu hebat Ve, caramu berpromosi benar-benar mampu menarik antusias mereka, baru sehari ruang rawat inap sudah terisi sekitar dua puluh orang"
"Nona Amara juga hebat, karena Nona, mereka datang kemari"
"Ini semua karena kerja kerasmu Eve, pantas saja hotel, restauran dan apartemen milik Panata company mendapatkan rating tertinggi, ternyata ada tangan kamu di balik kesuksesannya"
"Itu tidak benar nona" Sergahnya mantap.
"Eits,, jangan panggil aku nona, panggil Amara saja"
"Tidak bisa nona, kau kepala rumah sakit, kau juga lebih tua dari saya, rasanya tidak elok jika saya hanya memanggil nona dengan sebutan Amara tanpa embel-embel nona"
"Tapi serius jangan nona" Tolak Amara "Kesannya aku ini penguasa. Panggil kakak saja okey, kau bisa menganggapku sebagai keluargamu di sini"
"Oh, iya nona, eh Kakak"
"Nah begitu kan lebih akrab. Kalau terlalu resmi, nanti malah jadi segan"
Mereka sama-sama tersenyum, lalu menyesap minuman yang mereka pesan.
"O ya Ve, kamu punya kakak, atau adek?"
"Tidak nona. Maksud saya kakak. Saya anak satu-satunya"
"Jadi papah mamahmu sendiri dong di Macao?"
"Iya kak, tapi hanya ada mama, soalnya papa sudah meninggal"
"Maaf Ve" Sesal Amara sendu. "Kamu bisa anggap daddyku papah kamu, dan mommyku mamah kamu, mereka pasti senang kamu memanggilnya papa mama"
Andai saja bayi yang kalian cari itu aku, aku pasti senang memiliki keluarga seperti kalian. Tapi sayangnya, bayi itu bukan aku, aku hilang di Macau, sementara bayi itu hilang di sini.
"Kapan-kapan main ke rumah orang tuaku, aku punya adik tampan loh, dia seorang atlet terkenal. Nanti aku kenalin, dan kebetulan adikku itu belum punya kekasih" Amara tersenyum dengan seringai menggoda.
Pijar?? Ah, aku mau!! Seru Eve dalam hati.
Bersambung..
__ADS_1