
Setelah tahu jika nama ibu kandung Rena adalah Pelita, Kellen langsung bertolak ke Macau, dan langsung menuju ke rumah Pelita. Ini kedua kalinya pria itu terbang dari Indonesia menuju Macau hanya untuk menginterogasi tentang kehidupan pribadi Pelita. Pertama, ia menanyakan tentang asal-usul Eve, dan sekarang Kellen akan menanyakan tentang anak Pelita yang lain.
"Apa mamah sebelumnya pernah tinggal di Indonesia mah?" tanya Kellen. Saat ini dia berada di apartemen Pelita pemberian Pandu. Dia tak segan-segan memanggil mamah angkatnya Eve dengan sebutan mamah.
"Mamah memang berasal dari Indonesia El?"
"Itu artinya mama bisa berbahasa Indonesia?"
Pelita mengangguk.
"Kenapa tidak bilang mah, dan tidak pernah ku dengar mamah ngomong bahasa itu?"
"Mamah mau ngomong sama siapa pakai bahasa Indonesia, sedangkan di sini mereka tidak ada yang bisa berbahasa Indonesia"
"Aku bisa mah" sahut Kellen kali ini dengan bahasa Indonesia.
"Tapi mamah sudah terbiasa menggunakan bahasa sini El, jadi suka lupa kalau mau ngomong selain bahasa sini"
"Apa mamah sebelumnya juga pernah menikah?"
Tak langsung menjawab, tiba-tiba ingatan Pelita jatuh pada tiga puluh tahun yang lalu ketika dirinya menikah dengan Jonas.
"Mah" panggil Kellen mengernyit.
"Iya El, mamah pernah menikah, tapi mamah bercerai karena hubungan kami tidak di setujui oleh orang tuanya karena mamah hanyalah gadis kampung" Pelita mulai bercerita.
"Ketika mamah melahirkan anak perempuan, mereka semakin membenci mamah sebab keinginan mereka adalah memiliki cucu laki-laki, supaya bisa meneruskan bisnis kakeknya"
"Lalu mah?" Kellen ingin tahu.
"Saat usia anak mamah sekitar tiga tahun, hubungan mamah dan mertua semakin panas, mereka selalu memfitnah mamah, akhirnya mas Jonas meceraikan mamah, mereka melarang mamah membawa putri mamah. Setelah bercerai, mamah bekerja menjadi ART, pas majikan mamah pindah kesini, mamah di ajak. Terus mamah ketemu sama papahnya Eve, papah angkat maksud mamah" ungkapnya yang nyaris tanpa jeda. "Kami menikah, dan sesaat setelah pernikahan kami, majikan mamah pindah ke Beijing, karena mamah sudah menikah dengan orang sini, jadi mamah menolak ikut majikan ke Beijing"
"Apa anak mamah bernama Rena?"
Pelita menatap wajah Kellen begitu mendengar kalimatnya. Ia tercengang ketika mendengar nama Rena keluar dari mulut Kellen, lantas Pelita menatap sang menantu cukup lama untuk mencari maksud dari ucapannya melalui sorot matanya.
"K-kau tahu El?"
"Sekarang mamah siap-siap, besok pagi aku akan bawa mamah menemui Rena"
"A-apa El?" Pelita tak percaya.
"Dia mencari mamah selama ini"
"Bagaimana kau tahu El?"
"Rena, adalah anak tiri Mishella, wanita yang sudah menculik Eve mah, ternyata papahnya Rena menikah lagi dengan Mishella, tapi mereka tidak di karuniai anak dari pernikahan itu"
Kellen menceritakan semuanya tanpa melewatkan sedikitpun.
"Mereka sudah meninggal mah, Rena sendirian di sana, dia memintaku untuk membantu mencari mamahnya. Aku juga sempat terkejut ketika tahu foto pernikahan mamah dengan Jonas, aku semakin kaget ketika Rena mengatakan jika mamahnya bernama Pelita. Dan pikiranku, langsung tertuju ke mamah"
"Jadi mas Jonas dan bapak ibunya sudah meninggal?"
"Iya mah, mamah tidak perlu takut lagi sekarang, tidak ada lagi yang mengancam mamah jika mamah menemui putri kandung mamah sendiri"
"R-Rena?" gumam Pelita. Matanya menghangat dan siap meluncurkan titik bening.
"Mamah ikut denganku, nanti mamah juga bisa bertemu Eve, saat ini Eve sedang mengandung mah, dia pasti akan senang bertemu dengan mamah"
"E-Eve hamil, El?"
"Iya mah, aku dan Eve akan punya anak"
"Iya El, mamah mau" jawabnya antusias.
"Okey, mamah bisa siap-siap dari sekarang, tidak perlu membawa baju terlalu banyak, nanti di sana akan aku belikan"
__ADS_1
"Baik, El"
Raut bahagia sangat jelas terlukis di wajah Pelita. Bahkan ia sampai menangis saking senangnya.
"Mamah tahu, daddy dan mommy kandung Eve juga ingin sekali berkunjung ke sini untuk menemui mamah, tapi mereka sangat sibuk dan belum ada waktu. Pas banget Rena cari mamah, dan mamah bisa bertemu dengan mereka nanti"
****
Indonesia, 20:25.
Keluarga Tama baru seja selesai makan malam. Saat ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.
Tidak lama kemudian, datang keluarga Aksa dan Setya. Mereka datang dengan cucu-cucunya.
Pasangan Aksa dan Khansa yang hanya di karuniai satu anak, tidak merasa sedih karena Pijar, Abi, si kembar Sheina dan Shanas, serta Shanum, sudah seperti anak mereka sendiri. Apalagi sekarang ada Eve yang menambah kebahagiaan mereka. Tentu saja turut senang dengan di temukannya anak dari sahabat mereka.
"Kok rame-rame gini si?" kata Nara seraya mengecup pipi kanan kiri para sahabatnya. "Ini mamahya cucu-cucu pada kemana, nggak pada ikut"
"Tadi baru pulang kerja, katanya pada capek. Besok malam minggu deh ngumpul lagi" Sambung Anya seraya meletakkan buah tangan di atas meja.
"Kenalin, ini jeng Nayla, mommy mertuanya Eve"
"Halo, saya Khansa"
"Nayla"
"Senang bertemu denganmu jeng Nayla"
"Nayla saja cukup" sahut Nayla tersenyum, sementara Tama pun memperkenalkan Pandu ke Aksa dan juga Setya.
"Anya"
"Nayla"
"Benar ini cuma panggil Nayla saja?" tanya Khansa dengan nada frontal.
"Kalau gitu, panggil Khansa saja biar tambah akrab"
Sementara disana para pria tampak berkumpul di ruang tamu membicarakan bisnis.
Cukup lama mereka bercengkrama, tiba-tiba ada notif pesan masuk dari ponsel para wanita.
Sebuah WA Group di buat oleh Mita dengan nama "GROUP TIDAK MASUK AKAL"
"Sa, lihat kelakuan princessmu, sok-sokan bikin group, namanya absurt pula" celetuk Nara. "Sepertinya anggotanya perempuan semua"
"Biasa Mita, pasti gila-gilaan dia"
"Selamat malam nyonya-nyonya" Mita dengan dua emot tertawa mengawali perbincanganya di dalam group.
Mita : "Absen yuk, atu-atu"
Vita : "Kok nggak ada bapak-bapaknya?" Emoji ekspresi senyum sambil berkedip genit.
Amara : "Jangan kasih celah buat pak-bapak, biar kita tenang ghibahin mereka, kak Ita" (Amara masuk di sertai tiga emoji tertawa sampai menangis)
"Yaasiin"
Sheina : "Hikks, aunty Numnum" (Merespon sang adik 'Shanum'
Mita : "Oh iya malam jum'at kan ya?"
Shanas : "Udah junub gue" lima Emoji terbahak-bahak.
"Wah baru jam segini udahan aja" Amara membawa dua emoji ekspresi tersenyum tapi berkeringat.
Shanum : "Nanti ada siaran ulang pasti kak" selorohnya dengan emot tersenyum sampai pipi memerah.
__ADS_1
Amara : "Ayo aunty numnum, kapan di halalin pacar?"
Shanum : Tiga emot malu-malu.
Mita : "Eve, hadirlah, hadirlah"
Shanum : "Mantranya kak Mita, jangan lupa"
Mita : "Bercanda mulu ini anak" Dia membalas untuk Shanum.
Ita : "aunty Numnum jadi penerus keabsurtanmu Ta"
Mita : "Eveee!!!"
Shanas : "Apaan si teriak-teriak berisik tahu"
Mita : "Haha yang lagi siaran ulang" Mita membawa stiker jungkir balik.
Amara : "Lagi nyidam tu anak di tambah abangnya ke Macau, tambah galau dia"
Shanum : "Oh iya kak Ara, ngomongin soal kak El, ini kemarin aku sempet ketemu sama sekertarisnya di taman kota, kami nggak sengaja bertabrakan kak, terus flasdisk kita jatuh, karena satu tipe, warnanya juga sama, kita nggak nyadar kalau flasdisknya ketuker"
Sheina : "Wah, udah ada yang bertabrakan nih kayak di film-film" (emot tersenyum sambil menutup mulut)
Shanum : "Biasa aja kak"
Mita : "Bentar lagi ada yang di halalin berarti" emoji malaikat.
Amara : "Kayaknya bukan tipe aunty Numnum deh"
Shanas : "Carinya yang sholeh kayaknya tuh"
Amara : "Hu'um"
Shanum : "Enggak juga kak"
Amara : "Berati tanda-tanda tuh"
Mita : "Cowok import tuh, aunty Numnum"
Sheina : "Tampan juga tuh, Num"
Mita : "Siapa tahu, iya ngga Shei?"
Sheina : "Iyes"
Amara : "Dianya kabur" Tiga emot tertawa.
Anita masuk.
Anita : "Ada apa ini?" Emot melihat ke atas.
Anita : "Itu dari tadi pada ngobrol, anak-anaknya udah di bantu gosok gigi belum?"
Mita : "Udah ma"
Amara : "Di bantu ama bapaknya ma"
Sheina : "Kalau gosok gigi itu urusan bapaknya mom"
Shanas : "Betul itu, ada bapak mah beres" (lengkap dengan kepala terbalik)
Khansa masuk.
Khansa : "Pada tidur, sudah malam"
Bersambung.
__ADS_1
Masih banyak part Eve dan Kellen, tapi sibuknya banyak-banyak.