Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
mencoba menjodohkan


__ADS_3

pagi yang cerah


area begitu semangat Melawati hari ini


sekerang dirinya sudah berada di sekolah


kepala nya clingak-clinguk mencari seseorang


namun yang ia cari juga belum nampak batang hidung nya


mencoba mencari di kls juga tidak ada


di kantin juga tidak ada


Ahir nya coba mencari di taman belakang sekolah


ternyata benar sosok yang ia cari berada disana


dari kejauhan ia sudah mampu mengenali sosok itu


dari warna rambut dan potongan rambut serta postur tubuh tinggi


area mendekat namun berhenti di belakang nya


menikmati suara dentingan indah yang keluar dari bunyi gitar


"kak Hai," sapa nya


yang disapa langsung menghentikan gerakan nya dan menengok ke sumber suara


menatap nya sekilas dengan malas setelah tau siapa yang datang


" aku hanya ingin memberikan mu ini kk,"

__ADS_1


sambil memberikan sekotak donat


namun Haikal tidak menanggapi, dirinya tetap asik memainkan gitar nya


"aku letakkan disini , dimakan ya kk,"


ucap nya lesu lalu melangkah pergi


setelah area pergi , Haikal hanya melirik saja kotak isi donat


namun tetap ia bawa saat dirinya kembali ke kls, karna bel sekolah telah bunyi


di tempat lain


ibu meta sedang termenung di ruang tengah sambil nonton TV


namun fokus nya bukan di layar tv , tapi pikiran nya sedang berkelana


memikirkan ucapan temannya yang mau menjodohkan putra nya dengan putri nya


" aku serius lho meta, kenapa kamu nampak bingung," ucap ibu Elisa sambil menyenggol lengan ibu meta


" bukan begitu El, aku hanya memikirkan cara nya aja," jawab ibu meta


" udah kalo soal cara tenang saja , yang terpenting itu putrimu belum punya pacar ,itu yang harus di pastiin." ucap ibu Elisa


" setau aku putriku belum punya pacar, karna selama ini dunia nya hanya kerja kerja dan kerja," jawab ibu meta sambil menghela nafas panjang karena mengingat putri pertama nya itu yang sejak usia masih muda waktu nya hanya kerja ,


beban berat yang harus putri nya pikul setelah ayah nya meninggal seolah membuat nya lupa untuk sekedar memikirkan dirinya sendiri


apakah pernah jatuh cinta?, apakah makan tepat waktu,? apakah istirahat cukup?


semua itu menjadi pertanyaan dalam benak ibu meta

__ADS_1


Lamunan ibu meta buyar karena bahu nya di goyang-goyang oleh ibu Elisa


" nanti saya coba bicarakan hal ini dengan putri saya , apapun jawaban nya nati saya kabari." ucap ibu meta selanjut nya sambil tersenyum menatap ibu Elisa


"ok , setuju," jawab ibu Elisa dengan semangat


flas black on


pukul sepuluh malam


ibu meta mengetuk pintu kamar Asrama


"tuk tuk," bunyi nya di sertai suara ibu meta " sayang ini ibu,"


"masuk Bu," ucap nya


ibu meta memutar ganggang pintu lalu masuk melangkah mendekat dan duduk di pinggir ranjang sebelah Asmara


" apa sudah mau tidur,?" ucap nya


" sebentar lagi Bu, ada apa ?, apa yang membuat ibu datang ke kamar ku,"


pasal nya selama ini ibu nya tidak pernah menemui nya tanpa ada hal penting yang ingin di bicarakan


ibu meta tampak mengambil nafas panjang sebelum Ahir nya berucap


" ibu ingin kamu menikah, ibu ada kenalan putra dari teman ibu,"


"teman ibu yang mana,"


" ibu Elisa, kamu ingat kan,"


Asmara hanya mengangguk kecil

__ADS_1


" jadi bagaimana?" ucap ibu meta memastikan dengan tatapan menatap dalam bola mata putri pertama nya itu


__ADS_2