Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Terkejut


__ADS_3

Di luar hujan semakin deras, Reyanza semakin khawatir ketika pesan yang ia kirim ke WhatsApp Nona Asmara hanya centang satu, yang menandakan bahwa ponsel tersebut sedang tidak aktif.


Reyanza juga menghubungi Seketaris Zaki, namun lagi-lagi hasilnya sama tidak aktif.


Reyanza menunggu berdiri dan tampak gelisah, padahal salah satu karyawan sudah memberikan kursi untuk ia duduk, namun Reyanza masih setia berdiri.


Lima belas menit Reyanza sudah menunggu, namun yang ditunggu belum sampai juga.


Reyanza terus menatap Ke luar, bersamaan suara petir yang menggelegar hingga memekik telinga, sebuah mobil berhenti tepat di depan pintu masuk.


Sekertaris Zaki ke luar lebih dulu dengan membawa payung berjalan mengitari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Nona Asmara.


Reyanza langsung berjalan mendekati Nona Asmara dan langsung memeluk tubuh wanita itu setelah berdiri di teras.


Semua karyawan yang melihat merasa haru dengan perlakukan manis Reyanza.


Reyanza melepaskan jas yang melekat di tubuhnya lalu memakaikan jas tersebut ke tubuh Nona Asmara seraya mengajaknya berjalan masuk.


"Ini berlebihan, aku tidak basah." Nona Asmara memberi tatapan memohon supaya Reyanza mau melepas jasnya yang di pakaikan di tubuhnya.

__ADS_1


"Tapi cuaca dingin, kau harus memakainya." Reyanza membenarkan jas itu supaya tidak jatuh.


Hah, kalo masalah dingin di ruangan aku juga dingin karena AC, Nona Asmara lebih milih mengalah, membantah pun ia juga tidak bisa.


Keduanya berjalan memasuki lift.


Reyanza mendekap erat tubuh Nona Asmara, entah karena supaya tidak kedinginan atau karena ia ingin memeluknya.


Pintu lift terbuka, keduanya berjalan ke luar, Reyanza menggenggam erat tangan Nona Asmara yang terasa dingin.


"Duduklah." Setelah sampai di ruang kerja Nona Asmara.


"Aku akan mengambil air hangat dulu." Reyanza berjalan ke luar.


Sesampainya di ruang pantry, Reyanza segera mengambil air hangat itu lalu membawanya untuk di berikan Nona Asmara, namun saat melewati ruang staf ia terkejut.


Reyanza melihat seraya melotot tajam untuk memastikan yang ia lihat itu benar, semua meja kerja para karyawan terdapat foto-foto Nona Asmara.


Dan yang membuat ia lebih terkejut, karyawan laki-laki juga mengoleksi foto Nona Asmara di mejanya.

__ADS_1


Reyanza menunjuk para laki-laki. "Kalian semua, lepas foto-foto istriku dari meja kalian!"


"Tuan, ini hanya sebatas koleksi untuk, Nona Presdir." Salah satu pria karyawan membela.


"Dia istriku, laki-laki lain tidak boleh melihatnya, apa lagi sampai mengoleksi foto."


Ahirnya Reyanza sendiri yang melepas foto-foto Nona Asmara di setiap meja para karyawan laki-laki.


Untuk karyawan perempuan tidak masalah bila mau mengoleksi.


Dalam hati Reyanza mengumpat Sekertaris Zaki karena membiarkan karyawan laki-laki mengoleksi foto istrinya.


Foto-foto tersebut sangat banyak ternyata, Reyanza jadi bingung mau di letakkan di mana, karena ia tidak bawa kantong.


Reyanza tidak kehabisan akal ia terus melepas foto-foto tersebut lalu semua ia kumpulkan di lantai, dan ia meminta tolong kepada Salah satu karyawan untuk mencarikan wadah.


Reyanza sudah lupa dengan air hangat yang dirinya bawa, kini ia melihat Sekertaris Zaki berjalan ke arahnya.


Reyanza langsung memberikan banyak pertanyaan.

__ADS_1


"Mengapa kau mengijinkan mereka mengoleksi foto-foto istriku, mengapa kau tidak memberitahu aku, dan mengapa kau hanya diam saja."


Sekertaris Zaki menghela nafas panjang seraya menatap foto-foto Nona Asmara yang terkumpul di lantai.


__ADS_2