Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
senyum manis


__ADS_3

nona Asmara yang melihat seketaris Zaki menghajar wanita itu tidak melarang


karna seketaris Zaki akan menghajar siapa pun yang berani menyelakai nona Asmara walau ibarat hanya menyentuh ujung rambut nya


"Lepas kan aku" suara Laura ia memberanikan diri


iya wanita itu adalah Laura , ia hanya ingin memberi pelajaran kecil terhadap nona Asmara karena cemburu tetapi malah berbanding terbalik


"Zaki"


bruukk mendorong tubuh Laura hingga terjerembab, mendengar nama nya di panggil seketaris Zaki langsung meninggal kan Laura


" nona baik-baik saja" ucap nya setelah ia masuk mobil


" Hem"


Laura yang melihat mobil nona Asmara sudah mulai menjauh dirinya merasa kesal karena gagal memberi perhitungan dengan wanita itu


"Lain kali aku pastikan akan berhasil" ucap nya dalam hati


Laura belum mau menyerah dan tidak ingin menyerah karena tidak mau pria yang ia cintai di rebut oleh wanita itu , dan Laura sudah mengetahui isu soal reyanza di jodohkan dengan nona Asmara karena itu dirinya yang dari new York sampai datang ke Indonesia


" kau hanya milik ku Rey , hanya milik ku" ucap nya dengan tangan terkepal


sementara itu wanita cantik yang berada di dalam mobil tampak menyilami dunia nya sendiri , entah seberapa penting pertemuan ini hingga dirinya rela membatalkan beberapa meeting dengan klien hari ini


pekerjaan nya yang begitu padat seolah tanpa celah untuk dirinya beristirahat benar-benar membuatnya tak pernah berfikir apa yang namanya cinta apa yang namanya pasangan hidup apa yang nama nya menikah


hidup nya terus berjalan lurus hanya tentang pekerjaan


" nona tentang taman pasir putih, pembangunan sudah hampir selesai" seketaris Zaki menjeda ucapan nya lalu mengambil nafas


" nona mau seperti apa acara nya"


" yang terbaik, dan semua bisa hadir "


" baik nona"


dari jawaban nona Asmara seketaris Zaki mengerti bahwa semua orang bisa datang dan di ijinkan untuk menghadiri acara peresmian taman pasir putih


mobil pun telah sampai di tempat tujuan


setelah beberapa kali terkena macet karena padatnya kendaraan

__ADS_1


nona Asmara dan seketaris Zaki langsung menuju ruang presidential suite tempat dimana seseorang telah menunggu sedari tadi


penjaga ruangan tersebut menunduk memberi hormat melihat siapa yang datang lalu membukakan pintu untuk mempersilahkan sang nona dan tuan masuk


" silahkan nona tuan" ucap nya


setelah nona Asmara duduk dan seketaris Zaki berdiri di belakang nya


reyanza memulai pembicaraan nya


namun sebelum itu ia menatap seketaris Zaki seolah meminta apa tidak bisa berdua saja di ruangan ini, namun yang di tatap malah memberikan tatapan tajam dan aura dingin


" sialan" batin nya


nona Asmara yang mengerti apa yang di pikirkan reyanza langsung bersuara


" anggap saja dia tidak ada, "


"ok baik lah" walau dalam hati reyanza merasa tidak Yaman karena dirinya ingin berbicara hal lain selain pekerjaan


"untuk proyek pembangunan sebuah rumah perumahan yang letak nya di Bali , terpaksa saya dan anda harus meninjau tempat tersebut "


" garis besar nya , ini adalah pembangunan rumah untuk kalangan menengah ke bawah, "


reyanza mendengarkan semua yang di jelaskan oleh nona Asmara langsung, karena biasa hal seperti seketaris Zaki yang menjelaskan


" bukan kan keuntungan nya hanya akan sedikit" reyanza mengajukan sebuah pertanyaan


namun nona Asmara terlihat menarik bibir nya sedikit melengkung , walau sedikit seolah sudah mampu membuat reyanza terpana


" seperti yang saya katakan tadi bahwa perumahan ini untuk kalangan menengah ke bawah, apa kah Logis bila kita menjual nya dengan harga mahal yang tidak setara dengan isi kantong mereka" jawab nona Asmara dengan jelas dan tegas


reyanza tampak manggut-manggut tanda mengerti


"ok tidak Maslah"


aku tidak menyangka di balik wajah datar dan menakutkan ini dia adalah pemimpin sekaligus wanita yang baik hati , begitu memikirkan kesejahteraan masyarakat


setelah meeting panjang yang menyita beberapa menit tersebut Ahir nya selesai


setelah nya di lanjut makan siang


setelah selesai makan siang di lanjut obrolan ringan antara reyanza dan nona Asmara tanpa mempedulikan seketaris Zaki yang duduk di kursi sebelah seolah benar-benar menggap orang tersebut itu patung

__ADS_1


obrolan ringan itu terus mengalir menciptakan ruang yang ramai untuk kedua nya


seketaris Zaki yang sedari tadi memperhatikan nona nya , sejenak dia berfikir seolah mengingat bahwa ini kali pertama nya nona Asmara mau berbicara tentang hal yang tidak ada kaitan nya dengan bisnis begitu santai


hingga obrolan ringan itu menuju kesuatuhal yang ingin reyanza tanyakan


" bila nanti kita berjodoh apakah anda bisa menerima saya, maaf sepertinya orang tua kita tidak akan menyerah" mata reyanza lurus menatap Boal mata indah milik nona Asmara


namun nona Asmara hanya memberikan senyum yang manis , dirinya tidak tau , karena selama ini tidak pernah memikirkan yang namanya pernikahan


seketaris Zaki yang melihat senyum nona nya lagi-lagi di buat kaget, ini benar-benar pria perdana yang bisa membuat nona Asmara tersenyum manis seperti itu


karena selama seketaris Zaki bekerja sebagai bawahan nya ia tidak pernah melihat senyum manis setulus itu sekalipun tidak pernah melihat


"sebaiknya anda bawa kekasih bule anda ke rumah sakit, takut nya sakit yang di derita nya selama ini kambuh, kan kasihan di sini jauh dari keluarga " berbicara dengan penuh wibawa supaya tidak menyinggung lawan bicara nya


kening reyanza terlihat berkerut kenapa yang di jawab malah hal lain pikir nya


"seperti nya saya harus kembali ke kantor, terimakasih " nona Asmara seraya menatap arlojinya lalu bangkit berdiri melangkah keluar meninggalkan hotel tersebut


reyanza tidak bisa berbuat apa-apa mendengar kata pamit dari bibir nona Asmara, ingin menahan nya juga tak punya kuasa


di tempat lain


" meta ayolah kita lakukan sesuatu, aku gemas sama mereka itu , aku yakin mereka saling suka" ibu Elisa sambil meragakan ekspresi gemas


"tenanglah El, biarkan mereka menyelesaikan dulu masalah nya " ucap ibu meta , lalu lanjut menyruput jus nya


bibir ibu Elisa terlihat mengerucut maju dirinya tidak suka mendengar jawaban sahabat nya meta karena dirinya benar-benar sudah tidak sabar dan sepertinya akan melakukan sesuatu sendiri , begitulah pikir nya


di tempat lain


di dalam sebuah mobil seorang pria tampan sedang fokus berkendara sambil mendengarkan musik , sesekali bibir nya ikut bersuara sesuai bunyi lagu yang di putar seolah musik mampu menggambarkan perasaan sang pendengar


reyanza menatap jam tangan mewah nya yang melingkar gagah di pergelangan tangan nya ,


waktu menunjukan pukul dua siang


mobil reyanza sampai di pelataran parkir perusahaan Air company


dirinya bergegas keluar lalu mau melangkah masuk ke dalam gedung


namun langkah nya terhenti , tiba-tiba ada yang mencekal tangan nya

__ADS_1


reyanza berbalik lalu menatap orang tersebut dengan kening berkerut


__ADS_2