Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Hadiah parfum.


__ADS_3

Setelah lima hari lalu di suruh bulan madu oleh Ibu mertuanya, siang ini Nona Asmara dan Reyanza mendatangi rumah sakit milik Lion Group.


Keduanya berjalan menuju ruang Dokter Yasmine.


"Ah, kalian ahirnya datang juga," sapaan Dokter Yasmine dengan tersenyum.


Reyanza duduk di luar, karena Nona Asmara hanya ingin bicara berdua saja dengan Dokter Yasmine.


Nona Asmara berbaring untuk melakukan pemeriksaan.


Semua hasil dari pemeriksaan bagus tidak ada hal lain yang menghawatirkan.


Saat Nona Asmara hendak bangun, tiba-tiba mendengar suara candaan Dokter Yasmine.


"Jadi udah siap ini untuk menjadi istri seutuhnya." Dokter Yasmine langsung menutup mulutnya yang tidak tahu tempat becanda, dan benar saja kini Dokter Yasmine merasakan lengannya di pukul keras.


"Jangan macam-macam."


"Iya, iya ..." Dokter Yasmine menjawab kesal seraya mengusap lengannya yang sakit.


Nona Asmara berjalan menuju kursi yang ada di ruangan tersebut. Kini keduanya sudah duduk dengan saling berhadapan.

__ADS_1


Dokter Yasmine tersenyum jahil, seraya mengambil sesuatu dari laci mejanya, dan memberikan pada Nona Asmara.


"Parfum, wangi sekali." Nona Asmara mencium aroma botol tersebut.


Hahaha, jelas wangilah, aku membayangkan malam pertama kalian pasti seru, hahah! batin Dokter Yasmine tertawa.


"Hadiah dariku untukmu."


Nona Asmara tidak menolak karena ia pikir itu parfum biasa, meski tadi Dokter Yasmine mengatakan untuk menggunakan parfum tersebut saat liburan nanti.


Dokter Yasmine yang masih tersenyum-senyum tiba-tiba mendengar sebuah pertanyaan yang langsung ingin membuatnya tertawa tetapi ia tahan.


"Apakah malam pertama itu sakit?" Dengan gamblang Nona Asmara bertanya, bahkan wajahnya sangat polos seolah benar-benar sedang menantikan jawaban dari pertanyaannya.


Dokter Yasmine berdehhem seraya merangkai kata di otaknya. "Aku harus jawab apa? kan aku belum menikah, Nona."


Tapi yang mendengar jawaban tidak puas, Nona Asmara wajahnya kecewa saat mendengar kalimat tidak tahu dari bibir Dokter Yasmine.


"Ah, sudah lah, aku kembali ke perusahaan." Nona Asmara berdiri dari duduknya, namun lengannya di pegang Dokter Yasmine.


Nona Asmara melihat Dokter Yasmine dengan tatapan malas, Dokter Yasmine tersenyum. "Apa kabarnya sekertarismu yang dingin itu?" Nona Asmara menepis tangan Dokter Yasmine.

__ADS_1


"Cari tau sendiri." Nona Asmara berjalan cepat segera berlalu dari tempat itu.


"Eh, tunggu." Dokter Yasmine berjalan tidak kalah cepat juga untuk menyusul Nona Asmara.


Sampai di pintu, melihat Nona Asmara sudah bergelayut mesra di lengan Reyanza seraya berjalan bersama untuk ke luar.


"Kalian tega sekali meninggalkan aku!" Dokter Yasmine sedikit berteriak dengan berjalan menghampiri keduanya.


Nona Asmara dan Reyanza menghentikan langkahnya seraya menghela nafas panjang, mengapa harus mengikuti kita, begitu arti sorot mata tajam yang Dokter Yasmine tangkap dari Nona Asmara.


Hahaha, lucu sekali dia. monolog dalam hati.


"Tuan Reyanza, senang bertemu dengan Anda." Dokter Yasmine dan Reyanza saling menunduk memberi hormat.


"Semoga rencana liburannya lancar, Tuan." Tersenyum ramah menatap keduanya, dan membuat hatinya langsung tertawa saat melihat wajah kesal Nona Asmara.


"Terimakasih kami pamit dulu."


"Silahkan, Tuan."


Sebelum pergi keduanya kembali saling menunduk memberi hormat, Dokter Yasmine menatap dua pasangan yang romantis berjalan menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


Seraya memikirkan nasibnya yang masih jomblo, mengidolakan pria tapi yang diidolakan tidak peka.


Dokter Yasmine membuang nafas kasar, lalu kembali ke ruangannya.


__ADS_2