
di tempat lain setelah sambungan telepon terputus , seorang wanita cantik tersenyum sumringah.
dirinya sudah dua hari ini berada di negara Indonesia dan esok pagi rencananya akan menemui seseorang yang telah membuatnya sampai di negara ini
pagi tiba
di tempat lain di rumah utama milik nona Asmara
para pelayan sudah pada bangun dan mulai melakukan aktivitas nya , ada yang beberes ruangan, ada yang bersihin kebun , ada yang menyiapkan bahan masakan untuk sarapan pagi , dll
pukul delapan pagi keluarga rumah utama sudah berkumpul di ruang makan
nona Asmara, area , dan ibu meta
ketiga nya makn dengan diam hanya terdengar dentingan sendok dan garpu
selesai sarapan pagi , seperti jadwal nona Asmara tadi malam yang ia ucapkan untuk terapi
" silahkan nona" ucap pelayan terapi stelah mengetahui sang nona masuk ke ruangan
di rumah utama sudah menyediakan orang-orangnya yang ahli terapi yang pasti sudah tidak perlu di ragukan lagi
proses terapi di mulai dari memijit hingga memeriksa kesehatan organ-organ tubuh
dua jam proses terapi Selesai , kemudian lanjut lulur . Lulur untuk membersihkan tubuh mengangkat kotoran sel-sel kulit mati sehingga bila sehabis lulur kulit tampak cerah dan bersih.
di tempat lain
__ADS_1
di perusahaan Air company
seorang pria tampan sedang terlihat memijit-mijit pelipis nya sambil duduk santai di sofa yang ada di ruangan tersebut
kemudian kegiatan nya teralihkan saat pintu ruangan nya terbuka lalu menampakan sosok pria yang dari tadi dirinya tunggu-tunggu
reyanza langsung bangun dari duduk nya lalu mendekati Toni sang asisten seolah sudah tidak sabar mendengar informasi nya
" bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasi tentang dia " ucap reyanza dengan gusar sudah tidak sabar ingin tau jawabannya
"belum tuan karena data diri nona Asmara sangat di jaga ketat oleh penjaga nya , sperti nya sangat susah untuk mendapatkan nya tuan" ucap Toni dengan menunduk
dug suara tendangan kaki , namun Toni yang mendapat tendangan tetap berdiri tegap walau terasa sakit tidak merubah posisi nya
" kau payah" ucap nya dengan kesal campur kecewa
" tenang lah tuan, duduk lah dulu tuan" ucap Toni sambil menepuk kursi sofa
" silahkan di minum tuan"
reyanza mengambil botol tersebut kemudian meneguk nya hingga setengah, lalu memberikan nya kembali botol nya kepada toni
" apa sudah tidak ada cari lain" ucap reyanza yang masih ingin melanjutkan pembicaraan yang di bahas tadi
" ada tuan, mungkin dengan cara anda mendekat seperti menjadi teman nya" saran Toni
reyanza nampak menimbang-nimbang yang di ucapkan Toni barusan, mengapa tidak mendekat menjadi teman nya to kami juga di jodohkan
__ADS_1
" ah sial" umpat nya setelah menyadari bahwa dirinya masih punya kekasih , kekasih yang beberapa hari ini sedikit terabaikan
Toni yang melihat tuan nya tiba-tiba mengacak-acak rambut nya jadi merasa aneh , apa tuan nya rada-rada begitulah pikir nya bagaimana tidak berpikir seperti itu karena barusan bersikap serius lalu berubah frustasi
ditengah-tengah keheningan kedua nya tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering
" Laura" gumamnya saat melihat nama yang tertera di layar hp nya
" sayang keluarlah hadiah yang aku kirimkan sudah sampai " ucap nya dengan suara lembut
reyanza turun memenuhi permintaan kekasih nya tanpa mematikan sambungan telepon nya
" dimana " tanya nya lewat sambungan telepon yang masih aktif saat dirinya sudah sampai bawah
" taraaa ini hadiah nya" teriak laura sambil memeluk reyanza dari belakang
reyanza yang masih syok dengan kedatangan Laura secara tiba-tiba membuatnya tidak membalas pelukan dari kekasih nya itu
" sejak kapan kau berada disini " ucap reyanza setelah berhasil memulihkan kembali kesadaran nya
" dua hari lalu bukan salah tiga hari ini " ucap nya dengan senyum manis
reyanza yang melihat senyum itu lalu meraih tubuh Laura memeluk nya dengan sayang
dan mengecup kening Laura sekilas
namun tanpa reyanza sadari ada seseorang yang memperhatikan nya sedari tadi
__ADS_1
dan saat mobil seseorang tersebut mau pergi reyanza tanpa sengaja menengok ke arah mobil tersebut hingga kedua mata nya bertemu dengan mata seseorang yang juga masih menatap nya sebelum ahirnya jendela mobil tertutup sempurna
deg " itu kan mobil "