Presdir Cantik Milik CEO

Presdir Cantik Milik CEO
S2. Tidak benar-benar membantu.


__ADS_3

Brian kembali duduk, pria itu masih tampak marah, gimana tidak marah, bila rencananya untuk membuat Reyanza mati telah gagal, dan kini wanita yang ia cintai telah tahu perbuatannya, bukankah ini semakin membuat Nona Asmara menjauh.


Brian membanting botol wine hingga membuat bunyi memekik telinga.


Pyaarrrrr!


Pecahan botol wine berserakan di lantai.


Arghhhh! sial sial! umpat Brian.


Brian yang mengacak rambutnya karena frustasi seketika berhenti saat matanya menangkap kaki mulus berdiri di hadapannya.


Perlahan Brian menatap wajah orang tersebut, yang seketika membuat Brian semakin kesal. Namun kesalnya berubah bingung saat orang yang ia kenal sangat menyebalkan kini menawarkan diri untuk bekerja sama.


"Aku mengenal siapa orang yang menjadi musuhmu saat ini." Wanita itu melempar foto di hadapan Brian, yang seketika mata Brian melotot karena terkejut bahwa wanita yang ia kenal dengan Klara itu mengenal Reyanza.


"Dari mana kamu tahu?"


Klara melengos menatap ke arah lain seraya tersenyum sinis, sungguh miris bukan pria yang dicintainya kini mengejar wanita bersuami.

__ADS_1


"Dia dan aku saudara sepupu, kemarin tante Elisa mengabari ibu aku." Klara beralih duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


Brian masih diam dengan sorot mata yang masih bertanya apa maunya gadis itu.


Klara menghela nafas panjang saat mendapati Brian hanya diam saja, padahal ia akan menawarkan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan.


"Aku akan membantumu untuk menjauhkan Reyanza dengan istrinya itu, tapi ada syarat." Klara tersenyum penuh arti.


Kali ini Brian merasa tertantang dengan penawaran Klara gadis yang selama setahun ini mengejar cintanya namun selalu ia tolak.


"Syarat apa?" Brian ahirnya menjawab.


"Berikan aku uang lima miliar di muka, setelah ini-."


What!


Brian terkejut yang langsung membuat Klara menghentikan ucapannya karena ikut terkejut dengan suara keras Brian.


"Bisa tidak kamu kecilkan suaramu, aku bisa jantungan mendengar suara kamu yang keras itu!" ucap kesal Klara sembari melotot ke arah Brian.

__ADS_1


"Sudah tidak usah dilanjukan, aku yakin kamu pasti gagal, dan aku tidak mau kehilangan uang cuma-cuma!" Setelah berucap Brian langsung ingin pergi, namun baru berjalan beberapa langkah, mendengar kembali suara Klara.


"Reyanza saat ini sedang koma, dan aku bisa memanfaatkan kesempatan ini, aku kan sepupunya, jadi aku tahu betul dengan keluarganya, tapi bila kamu tidak mau ya sudah, aku pergi." Klara berdiri mengambil tas lalu berjalan anggun melewati Brian.


"Tunggu!"


Klara tersenyum mendengar suara Brian, belum balik badan, jadi Brian tidak tahu bahwa saat ini Klara tersenyum.


"Aku setuju, tapi aku akan mentransfer dua ratus juta dulu, bila kerjaan kamu berhasil, sisanya akan aku kirim semua."


"Terbaik," ucap Klara sembari balik badan menatap wajah Brian.


Setelah itu Klara pergi, rencana nanti malam ia akan mendatangi rumah sakit tempat merawat Reyanza.


Klara tidak akan benar-benar memisahkan Reyanza dengan istrinya, ia hanya ingin bermain-main dengan Brian, sekalian akan minta bantuan Reyanza untuk bisa memikat Brian, tujuan utamanya ya tetap untuk Brian laki-laki yang sudah membuatnya jatuh cinta tapi susah didapatkan.


Klara saat ini sedang mengendarai mobil, sambil berpikir otaknya untuk menyusun rencana, jangan sampai Brian tahu.


Karena pria itu akan nekat menghajarnya bila sampai rencana Klara ketahuan, Klara masih ingat saat ia berusaha menjebak Brian untuk menidurinya malah pria itu tahu, dan memarahinya, sejak itu Klara merasa takut. Dan kali ini harus bisa lebih berhati-hati pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2