
Reyanza berjalan cepat seraya membuka pintu ruang Presdir dengan kasar.
Barak!
Dan langsung membuat Nona Asmara yang sedang duduk di sofa terlonjak kaget.
Reyanza mendudukkan dirinya di sofa sebelah Nona Asmara, bersaman dengan ocehan yang tidak dimengerti oleh Nona Asmara.
Nona Asmara semakin mengerutkan kening ketika yang di bawa Reyanza adalah sebuah kantong plastik bukan air hangat seperti yang pria itu katakan.
Nona Asmara semakin bingung, ketika mendengar Reyanza berkata tidak suka wanitanya dijadikan pajangan pria lain.
Nona Asmara yang bingung lebih memilih membuka plastik di atas meja untuk ingin tahu apa isinya.
"Ha ..."
Nona Asmara terkejut, namun sedetik kemudian ia paham bahwa suaminya sedang cemburu.
Nona Asmara tersenyum melihat pria yang duduk di sampingnya namun membuang muka ke arah lain.
Cup.
Mata itu langsung terbelalak mendapat perlakukan manis secara tiba-tiba.
Bukan Nona Asmara yang terkejut tetapi Reyanza, pria itu langsung membeku, ini kali pertama Nona Asmara menciumnya duluan.
"Kau menggodaku." Reyanza menahan tengkuk Nona Asmara saat wanita itu ingin menjauh.
Terdengar gelak tawa kecil dari bibir merah bak stroberi itu, Nona Asmara sedang menahan geli saat tangan Reyanza menggelitik pinggannya.
__ADS_1
"Aku tidak menggoda hahaha ... aku hanya mengingatkan di mana air hangat yang kamu janjikan."
Deg!
Bersamaan Reyanza kaget, Nona Asmara berhenti tertawa.
Reyanza menghentikan kegiatannya, ia baru ingat bahwa tadi ia keluar untuk mengambil air hangat, namun pertanyaannya sekarang di mana gelas berisikan air hangat itu.
Reyanza menghela nafas panjang seraya menepuk jidatnya.
"Oh my God ... aku ambilkan lagi."
Nona Asmara menahan tangan Reyanza yang mau akan pergi seraya menggelengkan kepalanya bertanda tidak perlu.
Tepat sore hari keduanya pulang bersama, dan bukan Reyanza namanya bila tidak pamer kemesraan, menggenggam tangan Nona Asmara dan mencium pipi Nona Asmara di depan karyawan Lion Group.
Mereka yang melihat tersipu hingga menutup wajah mereka sendiri.
"Mommy, Daddy ..."
Reza melambaikan tangan mungilnya dari arah pintu yang berdiri di samping pengasuhnya, saat melihat Nona Asmara dan Reyanza keluar mobil.
"Leja mau gendong, Deddy," ucapnya seraya tangannya diangkat ke atas.
Reyanza yang berjalan mendekat ia tersenyum lalu menggendong Reza dan membawanya berputar-putar hingga terdengar tawa riang dari bibir mungil itu.
Nona Asmara tersenyum ke arah keduanya, sangat lucu di pandangan matanya, seperti melihat interaksi seorang antara Ayah Adan Anak kandung.
Nona Asmara masuk kamar lebih dahulu, Reyanza masih bermain-main di bawah bersama Reza hingga tiba malam hari pun masih asyik bermain-main, dari sudut tidak jauh, Nona Asmara melihat keduanya ada perasaan bersalah.
__ADS_1
Reyanza menyuapi Reza di meja makan, setelah tadi Nona Asmara mendatangi keduanya untuk makan malam bersama.
"Daddy, Leja mau ini, ini, dan ini." Tangan mungilnya menunjuk makanan yang ia suka dengan mulut penuh makanan hingga membuat ucapannya tidak jelas.
Hahaha.
Reyanza tertawa karena merasa lucu, rumayan menghibur batinnya.
Nona Asmara juga terkekeh, pikirannya sedikit membayangkan bila nanti di karuniai seorang Anak.
Makan malam sudah berlalu kini semuanya mulai istirahat di kamar masing-masing.
Nona Asmara dan Reyanza yang habis dari dalam kamar mandi ia kaget saat sudah berada di atas ranjang tiba-tiba ada yang menyembul dari bawah selimut.
"Halo, Daddy, Mommy ... Leja mau bobok cini." Reza membuka selimut yang menutup wajahnya seraya tertawa riang.
*Yahh, ni tuyul ganggu aja, kan gue jadi tidak bisa jahilin Istri gue, batin Reyanza mendengus kesal.
Gagal dong, hahaha , tertawa sedih dalam hati*.
"Mommy, peluk, Leja," pintanya seraya memohon manja.
Hei, gue yang harusnya dipeluk bukan elu. makin sedih batin Reyanza.
Reyanza menenggelamkan wajahnya di bantal dengan posisi tengkurap, kemudian sedikit melirik Nona Asmara, seolah memberi kode jangan mau.
"Mommy."
Suara rengekan manja kedua kali itu membuat Nona Asmara tidak kuasa bila tidak mengabulkan permintaan Anak kecil itu.
__ADS_1
Ahirnya malam pun di lalu dengan tidur bertiga.