
setelah makan malam selesai keadaan menjadi hening
" nak bagaimana pendapat mu tentang perjodohan ini " pertanyaan ibu Elisa memecah keheningan
" maaf Tante aku tidak bisa memiliki hubungan dengan seseorang yang masih punya ikatan dengan orang lain" ucap nona Asmara
sebuah jawaban simpel yang mampu membuat pria tampan yang duduk di sebelah ibu nya merasa malu
"kalo kamu gimana Rey " tanya ibu nya
reyanza nampak bingung mau menjawab apa karna ia memang memiliki kekasih , Hinga Ahir nya ada suara yang menjawab
" seperti nya kita butuh mengenal Tante , jangan terlalu memaksa bila memang bukan takdir" ucap nona Asmara
jawaban yang mampu membuat semua orang membeku hingga membuat ibu meta dan ibu Elisa berfikir
setelah pembicaraan hal itu mereka berempat membicarakan hal lain seputar keluarga dan lain -lain.
pukul sepuluh malam acara selesai
didalam mobil perjalan pulang reyanza diam tanpa sepatah katapun ia masih mengingat nona Asmara apa kah benar wanita yang pernah ia sukai diam-diam di masa SMA
flas back
"juara lomba cerdas cermat matematika kali ini di menangkan oleh,,," suara MC berhenti membuat semua orang jadi penasaran
__ADS_1
" SMA N1 Favorit jakrta,,!" ucap MC dengan lantang di sambut sorak-sorai para siswa lain nya
nona Asmara sebagai perwakilan salah satu Murid di sekolah tersebut maju ke depan mengambil hadiah piala
di tempat acara inilah awal mula reyanza bertemu nona Asmara namun mereka beda sekolah dulu reyanza duduk di bangku kls tiga sedangkan nona Asmara duduk di bangku klas satu
saat itu sekolah reyanza juara ke dua saat pertama kali sekolah milik nya mendapat juara dua karena biasanya selalu juara satu
dari hal itu reyanza mulai penasaran dan mulai mencari tau namun lama-kelamaan ia malah menyukai gadis polos dengan rambut berkucir dua
flas back on
ahhhh reyanza memukul setir kemudi tanpa mengingat seseorang yang ada di dalam mobil nya
reyanza tersentak kaget mendengar suara ibu nya ia benar-benar tak menyadari bila satu mobil dengan ibu nya.
mobil telah sampai halaman rumah istana itu kedua nya masuk ke dalam rumah
di negara lain
" apa! apa kau yakin itu reyanza ku" ucap wanita cantik itu
"iya nona itu benar," jawab orang di seberang telepon
"sialan" wanita cantik itu mengumpat lalu memutus sambungan telepon Secara sepihak
__ADS_1
" jika begini aku akan menyusul mu ke Indonesia" ucap wanita cantik itu dalam marah nya ia tidak ingin kekasih nya di rebut wanita lain merasa sudah berjuang sejauh ini maka ia tidak rela
wanita cantik itu langsung mengemasi barang-barang nya yang perdu di bawa ia akan melakukan penerbangan esok pagi
di Indonesia
di rumah utama nona Asmara
" silahkan nona" ucap pak jae kepala pelayan
nona Asmara hanya mengangguk kecil lalu duduk di meja makan untuk sarapan
makn bersama dengan area dan ibu nya namun ketiga nya Diam tidak ada yang bersuara
setelah selesai sarapan nona Asmara langsung berangkat ke kantor
namun sebelum nya ia sudah berpamitan dengan ibu nya
" nona jam sembilan nanti ada jadwal meeting dengan," ucapan seketaris Zaki berhenti ia ragu-ragu mau melanjutkan nama nya
" dengan siapa?" ucap nona Asmara dengan aura datar tanpa ekspresi
" dengan air company" ucap seketaris Zaki kemudian
namun nona Asmara hanya diam tidak menjawab dirinya lagi malas untuk mikir , terserah mau perusahaan bergerak di bidang apa , ia tidak lagi mempermasalahkan kekurangan dan kelebihan nya
__ADS_1